)|( PKS Bae Kudus
Headlines News :

PKS Update

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

#ingat PKS

Selasa, 14 Mei 2013 | 15.18


by @setiya_jogja
  1. Malam makin larut, saat menyeberangi Bengawan Solo, #ingat syair mbah Gesang, yang tersohor hingga Negeri Sakura : riwayatmu-kini.

  2. Dan aku masih lebih #ingat riwayat PK-PKS yang amat indah. Dan hari ini ada yang hendak membuatnya tamat? Oh, tidak bisa! (Kata Sule)

  3. #ingat saat 1998, anak-anak muda nan berani, macam @Fahrihamzah mengobarkan perlawanan melawan rezim tiran? Mereka tidak takut masa depan

  4. #ingat| kemudian anak-anak muda yang telah lama menyatukan barisan dalam gerakan tarbiyah, mengekpresikan diri dalam sebuah partai dakwah

  5. #ingat |partai yg berdiri dengan uang dari saku-saku mereka sendiri. Sunduquna-juyubuna. Kas kami adalah kantong kami sendiri

  6. #ingat | Partai Keadilan lahir bukan dari sponshor pribadi atau kelompok. Dalam ataupun luar negeri. Semua itu uang-uang kami sendiri.

  7. #ingat | saat DPW PK DIY harus menyewa kantor di Jl Timoho 32, setelah sebelumnya deklarasi di Kridosono, kami harus "urunan" rame-rame.

  8. #ingat |saat kantor PK hendak mematut diri dengan meja-kursi dan hiasan dinding-pun, kami umumkan agar kader rela menyumbang barang2 itu

  9. #ingat |kursi sofa utk tamu itu dari keluarga pak Ali Sumono, disaat rata2 kader tdk punya kursi, beliau relakan sofanya utk DPW PK DIY

  10. Saya tidak sdg beromantisme, itu-lah senyatanya kami, PK yg kemudian berubah nama PKS karena tdk lolos treshold pemilu 1999. #ingat

  11. #ingat | partai ini yg dibahas panjang oleh @Metro_TV termasuk dalam auditorialnya karena rapih, bersih tanpa suara knalpot

  12.  #ingat |PKS satu-satunya partai yang tidak diisi oleh tokoh yg bagian dari orde baru. Dan mampu meraup suara publik semakin besar

  13.  #ingat Pemilu 99 hanya mendapat 7 kursi. 2004 harus berganti nama krn tdk memenuhi ambang batas (PT). Dan PKS beres verifikasi vaktual

  14.  #ingat Pemilu 99 hanya mendapat 7 kursi. 2004 harus berganti nama krn tdk memenuhi ambang batas (PT). Dan PKS beres verifikasi vaktual

  15. Pemilu 2004 meraup suara 7% lebih. Dan berhasil membuat fraksi sendiri di DPR RI. #ingat

  16. Yang mudah di#ingat dari PKS adalah aksi spontannya dalam menolong mereka yang terkena musibah. 2006 tsunami Aceh, kader PKS sigap

  17. Kesigapan PKS di Tsunami Aceh tak terbantahkan media. Yang kuat mengevakuasi mayat-mayat, hanya tentara dan PKS! #ingat

  18. Sampai media besar, macam Ko**as tak bisa menahan lagi utk tidak mengulas fenomena PKS ini secara besar-besar. Fenomenal! #ingat

  19. Hingga sebuah partai besar, konon ingin meniru. Mengirim pasukan elitnya ke Aceh utk setidaknya mengambil foto bahan media #ingat

  20. Namun badan besar mereka ternyata tak sebanding nyalinya. Muntah-pusing melihat mayat dimana-mana. Gagallah aksi mereka! #ingat

  21. PKS memang fenomenal. Pemilu 2009 saat semua partai kena badai tsunami, PKS satu-satunya yg bisa nambah kursi DPR RI #ingat

  22. Dan aksi PKS pun tak pernah henti. Gempa Jogja, Merapi, gempa Padang, Banjir Jakarta dan di setiap musibah negeri ini... #ingat

  23. PKS juga lantang mengkritisi kebijakan penguasa, yang terindikasi korupsi atau merugikan rakyat. Century, angket pajak,BBM,...#ingat

  24. Lima belas tahun, anak-anak tarbiyah mengelola partai ini dengan amat amanah. Secara komparatif menjadi partai terbersih #ingat

  25. Dapat dipastikan bila tidak ada intervensi, pemilu 2014 PKS akan meraup suara jauh lebih besar. Dengan modal trackrecordnya #ingat

  26. Tanpa harus merekayasa, bermain citra yang butuh dana besar sampai membobol uang negara! PKS leading dg rekam jejaknya #ingat

  27. So, mereka akan rela, PKS berkuasa? Tanpa biaya yg akan membuat PKS tanpa beban menata negara utk kesejahteraan rakyatnya! #ingat

  28. Bukan penguasa saja, PKS lantang bersuara, menuntut kembalinya uang negara! #ingat

  29. Dan perjalanan saya sudah sampai Jogja. Marilah kita berpikir dengan terbuka. Kenali mana nyata dan mana sandiwara citra belaka #ingat

  30. Buat kawan-kawan PKS, perjalanan kita masih panjang. Mari terus bekerja, sampai salah satu kaki kita menginjak surga #ingat

  31. Bekerja dengan cinta, apapun kata mereka! Kita cipta harmoni, karena itu amanah Ilahi #ingat

  32. Maaf, ada salah ketik. Tsunami Aceh 2004. Dan Gempa Jogja 2006. Tks telah di #ingat kan :)
Content from Twitter

Pecah Mitos, Sakralisasi KPK



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya benar-benar melaporkan 10 orang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Mabes Polri. PKS menjadi institusi politik pertama yang melaporkan lembaga super body itu ke aparat penegak hukum. Ikhtiar PKS ini menjadi langkah deskralisasi KPK yang selama ini dicap bersih tanpa cacat.

Langkah KPK melaporkan 10 orang dari KPK ke Mabes Polri menjadi langkah pertama untuk deskralisasi lembaga antikorupsi ini. Menurut Presiden PKS Anis Matta, tidak ada manusia maupun lembaga yang bersih dan suci.

"Supaya warga Indonesia belajar, inilah penegakan hukum, harus ditegakkan. Tidak ada manusia dan lembaga bersih dan suci, kita semua bisa salah, termasuk KPK," ujar Anis Matta di Kantor KPK sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Senin (13/5/2013).

Sebenarnya upaya serupa pernah dilakukan Tri Dianto, bekas Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap terkait boocornya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) milik Anas Urbaningrum yang bocor di publik. Meski hingga kini laporan itu tak kunjung direspons oleh Mabes Polri.

Terkait bocornya Sprindik milik Anas, belakangan diketahui, sekretaris pribadi Ketua KPK Abraham Samad Wiwin Suwandi sebagai pihak yang membocorkan dokumen resmi KPK itu. Komite Etik juga mengganjar sanksi kepada Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja.

PKS melaporkan 10 orang yang dinilai pihak yang mengaku sebagai penyidik KPK saat berupaya melakukan penyitaan mobil yang diduga milik Luthfi Hasan Ishaaq di Kantor DPP PKS. "Yang mengaku-ngaku oknum yang akan melakukan penyitaan, itu saja (yang kami laporkan). Oknum KPK, jumlahnya ada 10 orang," ujar Sekjen DPP PKS Taufik Ridho di Mabes Polri, Senin (13/5/2013).

Upaya PKS melaporkan KPK ke Mabes Polri ini memang menimbulkan polemik di publik. Yang tidak setuju dengan langkah ini menuding PKS tengah melakukan upaya kriminalisasi KPK.

Namun sebaliknya, yang setuju dengan upaya ini sebagai upaya koreksi atas kinerja KPK.
Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung mengatakan saat ini KPK mendapat dukungan yang besar dari publik. Ia menyebutkan selama ini kerja KPK tidak keluar dari aturan perundang-undangan.

"Saya melihat per hari ini, lembaga yang mendapat apresiasi dan dukungan publik, tak ada yang sebesar dan mengalahkan KPK," ujar Pramono di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.

Tak bisa ditampik, hiruk-pikuk penanganan kasus hukum Luthfi Hasan Ishaaq ini dibumbui dengan perang opini antardua belah pihak yang berselisih; KPK dan PKS. Tentu saja, opini publik berpihak ke KPK. Sebaliknya, nada negatif tertuju ke PKS. Untuk urusan opini publik, dalam beberapa peristiwa KPK selalu unggul. Pihak yang berseberangan dengan KPK, selalu saja menjadi pihak yang dipersalahkan.

Langkah PKS melaporkan oknum pegawai KPK ke aparat penegak hukum semestinya dilihat dalam konteks upaya check and balances. Karena kekuasaan yang absolut tanpa kontrol justru berpotensi korup sebagaimana diungkap Lord Acton “power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely". Deskralisasi KPK menjadi penting dalam konteks demokratisasi di republik ini.

sumber:http://nasional.inilah.com/read/detail/1988715/pks-desakralisasi-kpk#.UZHZw0qYKTw

Suara PKS Anjlok? Lebih Penting Keadilan Ditegakkan


by Sukamto Mamada

Dalam diskusi pada tulisan saya sebelumnya, saya memprediksi bahwa PKS tidak akan melakukan upaya pelaporan kepada Polri atas tindakan yang tidak menyenangkan dari beberapa oknum penyidik KPK beberapa waktu yang lalu. Prediksi ini saya keluarkan setelah mempertimbangkan beberapa hal:
  1. Sebagai partai politik, tentunya PKS mau tidak mau harus berurusan dengan elektabilitas dan suara pemilih. Untuk mencapai perolehan yang tinggi, tentunya upaya-upaya “manis” perlu terus dilakukan sekaligus meninggalkan tindakan kontra produktif yang bisa menggerus perolehan suara di Pemilu tahun depan. Hal ini tidak bisa dipungkiri oleh PKS. Tindakan melaporkan oknum penyidik dan jubir KPK ke Polri merupakan salah satu tindakan kontra produktif yang justru akan memberikan efek negatif kepada tingkat keterpilihan partai ini. Banyak pengamat menyuarakan hal ini. Dengan kata lain, para pengamat itu sebenarnya ingin mengatakan bahwa, “Sudahlah…! Daripada tahun depan anjlok, mending dibatalkan saja upaya pelaporan itu.” Jadi, ada semacam kompromi yang harus dilakukan demi menyelamatkan partai.

  2. Di tengah menjalarnya kasus korupsi di negeri ini yang ditambah lagi dengan kewalahannya para institusi penegak hukum konvensional dalam memberantasnya, KPK tampil memberikan angin segar. Publik begitu berharap banyak pada institusi superbody ini. Segala tindakannya pasti akan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat. Tidak ada kata “salah” dalam kamus KPK. Yang ada hanya kata “benar”. Terkait hal inilah, maka segala upaya yang dinilai dapat melemahkan KPK pasti akan segera booming dengan kemenangan di pihak KPK. Pihak-pihak yang melakukan perlawanan terhadap KPK, dengan alasan yang beragam, berdasarkan sejarah, kalah telak. Kenapa? Karena KPK begitu “disayangi” oleh publik. Sangat disayang!
Dari 2 pertimbangan di atas, maka pada diskusi sebelumnya, penulis berpandangan bahwa PKS tidak akan melakukan pelaporan atas tindakan tidak menyenangkan KPK.

Namun, prediksi saya tersebut gatot alias gagal total. PKS dengan langkah tegap memastikan akan melaporkan oknum penyidik dan jubir KPK ke Polri. 

Awalnya, saya tentu kaget setengah mati. Lho…kok dilaporkan? Bukankah upaya ini akan menjadi bumerang pada PKS? Bukankah tindakan ini akan menghancurkan PKS? Bukankah langkah ini akan berakibat fatal bagi PKS? Bukankah keputusan ini jelas akan membuat PKS semakin dinilai jelek oleh para simpatisannya? Dan bukankah selama ini pihak-pihak yang berlawanan dengan KPK akan bertekuk lutut?

Pertanyaan-pertanyaan di atas sontak mengisi penuh benak saya sesaat setelah mengikuti berita tentang langkah PKS ini. Sejenak saya tercenung. Apakah para elite PKS tidak tahu akan imbas negatif dari upaya pelaporan ini? Apakah Fahri Hamzah, sebagai pihak yang belakangan ini begitu keras mengkritik KPK, tidak tahu bahwa begitu minimnya efek positif yang muncul dengan langkah ini? Jawabannya “MEREKA TAHU”. 

Para elite PKS, termasuk FH, bukanlah orang kemarin sore. Mereka pasti sudah sangat paham dengan imbas ini. Mereka semua tahu, bahkan para kadernya di tingkat paling bawah pun tahu, bahwa langkah yang diambil ini memungkinkan tergerusnya suara partai. Mereka pun tahu bahwa melaporkan oknum KPK merupakan upaya tidak lazim yang akan berdampak tak baik bagi partai.

Nah, jika mereka TAHU, lantas pertanyaan sederhananya adalah “Mengapa mereka tetap mengambil langkah ini?”

Analisa saya menyatakan bahwa PKS adalah partai yang tak biasa. PKS bukan sekedar partai politik biasa yang cenderung oportunis, selalu berdiam di posisi ternyaman, dan hanya berorientasi pada kekuasaan. 

Mungkin saja, jika partai lain yang menghadapi masalah ini, demi menyelamatkan partai, maka upaya melaporkan KPK akan mustahil dilakukan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi PKS. Siapapun itu, jika ternyata tidak mengindahkan prosedur yang ada, maka wajib untuk diberi masukan. 

Hukum bukanlah milik beberapa pihak saja. Hukum adalah milik seluruh rakyat. Tak peduli dengan kata orang, tak peduli dengan suara anjlok, pun tak peduli dengan badai yang akan datang, yang terpenting adalah mencontohkan kepada rakyat bahwa setiap orang punya hak untuk mendapatkan keadilan dan hal ini harus terus diperjuangkan. PKS memang tak biasa.

Berdasarkan bukti-bukti yang ada, PKS akhirnya berkeputusan untuk tetap melaporkan oknum-oknum lembaga superbody ini ke kepolisian atas aduan perbuatan tidak menyenangkan. Setelah rekonstruksi kejadian, sampailah pada kesimpulan bahwa penyidik KPK yang datang minggu lalu memang benar-benar tanpa dilengkapi dokumen penyitaan, bahkan tanpa pernah melapor kepada petugas keamanan yang ada.

Tak perlu lagi berdebat dengan surat penyitaan. Toh, dengan laporan ini semuanya akan semakin jelas siapa yang benar dan salah. Mari kita tunggu!

Terakhir, saya ingin menyatakan bahwa langkah yang dilakukan oleh PKS adalah langkah terbaik yang sesuai konstitusi. Langkah in pun adalah langkah yang dianjurkan oleh para pengamat, pencinta KPK, bahkan para komisioner KPK pun sudah mempersilahkan langkah yang diambil ini. Karena itulah, mari sama-sama kita hormati proses hukum. 

PKS sudah melakukan langkah hukum yang sah. Jika PKS kalah, maka PKS tentu sudah mengetahui konsekuensi terburuknya. Namun, jika PKS menang, tidak perlu ada muncul istilah kriminalisasi/ pelemahan/ atau apapun namanya. Anggap itu adalah sebuah masukan berharga kepada KPK agar lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan kewenangan besar yang dimilikinya.  

Toh, KPK juga diisi oleh manusia yang rentan salah dan khilaf. Ingat! Langkah ini adalah langkah yang sah. Harus dihormati, termasuk apapun keputusannya nanti. Lagipula, PKS tidak punya kekuatan apapun untuk melakukan kriminalisasi. 

sumber:http://hukum.kompasiana.com/2013/05/13/jika-oknum-kpk-terbukti-salah-tidak-perlu-ada-istilah-kriminalisasi-555488.html

Waspadai 'Trik' KPK Melemahkan Mental Terperiksa




by @DangTuangku


1.    Ini sekedar imbauan bagi kader pks yg akan diperiksa KPK. Menanggapi cerita zacky yg pusing stlh diberi minum obat ol KPK seperti tuturan Fahri H.

2.    Cerita terperiksa KPK yg pusing setelah meminum air yg diberikan penyidik KPK bukan kali ini saja.

3.    Dulu isteri kedua djoko susilo yg di pasar minggu, saat diperiksa novel baswedan juga diberi air minum setelah diperiksa.

4.    Setelah diberi minum isteri kedua djoko tersebut pusing dan manut saja setelah diperiksa novel.

5.    Dalam kondisi pusing, isteri kedua djoko susilo itu main teken saja BAP yg sudah selesai diketik dan disodorkan novel.

6.    Kejadian ini kemudian dilaporkan isteri djoko tersebut ke Mabes Polri. Saat ini ada laporan itu di mabes polri.

7.    Polisi belum berani tindak lanjuti karena dikuatirkan mengkriminalisasi KPK. Kapok karena kasus Novel di Bengkulu.

8.    Jika Anda diperiksa KPK, maka bawa makan dan minuman sendiri. Makan dan minum lah bekal yg dibawa.

9.    Triks melemahkan mental terperiksa biasa dilakukan penyidik, bahkan bisa pakai obat2an.

10.    Sekali lagi, bila Anda diperiksa KPK, bawa dan makanlah makanan dan minuman sendiri.


Content from Twitter

PPP Dukung PKS Polisikan KPK

Senin, 13 Mei 2013 | 15.07



Anggota Komisi III dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani menegaskan, tidak boleh menganggap Komisi Pemberantasan Korupsi  100 persen benar.

Tetapi dalam kisruh yang terjadi antara KPK dan Partai keadilan Sejahtera (PKS), menurutnya, tidak bisa dianggap PKS juga benar 100 persen.

"Saya mendorong teman-teman PKS, tidak boleh menganggap KPK itu benar 100 persen. Tapi tidak boleh pula menganggap PKS benar 100 persen," kata Yani di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/5).

Polemik yang terjadi antara KPK dan PKS, terutama kesimpangsiuran penyitaan aset di kantor DPP PKS dinilai bisa diselesaikan dengan jalur hukum. Karenanya, dia menilai langkah yang diambil PKS melaporkan KPK terkait prosedur penyitaan sudah benar.

Menurutnya,  upaya itu bisa dilakukan pembuktian yang sah dan sesuai jalur hukum apakah KPK menyalahi prosedur atau tidak. "Yang dilakukan PKS itu sudah benar, PKS melapor ke Polri, masa melapor ke Eyang Subur. Kan gak boleh pakai cara bar-bar," ungkapnya.

sumber:http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/05/13/mmq25l-ppp-dukung-pks-polisikan-kpk

KPK - Caught on CCTV

 cctv


Tim kuasa hukum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melaporkan sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Mabes Polri atas penyitaan lima mobil di Kantor DPP PKS, Jakarta.

Kuasa hukum PKS Faudjan Muslim menjelaskan, tim akan menyambangi Mabes Polri, Jakarta, sekitar pukul 10.00 WIB. Dia pun mengungkapkan, akan menyertakan rekaman closed circuit television (CCTV) dalam laporannya tersebut.

"Ada, ada. Nanti kita akan bawa,"ungkap Faudjan.

Hanya, Faudjan belum bersedia menjelaskan secara detil mengenai isi rekaman itu.
"Nanti saja saya jelaskan,"jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Fahri Hamzah sempat menegaskan, pihaknya memiliki rekaman CCTV yang memperlihatkan kalau penyidik memang tak membawa surat penyitaan.

Pada Senin (6/5) pekan lalu, penyidik KPK berniat untuk menyita mobil yang diduga menjadi alat pencucian uang kasus suap impor daging sapi.

Akan tetapi, penyitaan tersebut gagal karena dihalangi oleh sejumlah satuan pengamanan (satpam) dan kader PKS. PKS berdalih, prosedur penyitaan tersebut cacat hukum karena penyidik tidak membawa surat penyitaan.

Akan tetapi, hal tersebut dibantah oleh juru bicara KPK Johan Budi SP yang mengatakan para penyidik sudah membawa surat penyitaan.

Alhasil, penyidik KPK pun menyegel lima mobil yang masih teronggok di kantor DPP PKS.

sumber:http://www.suaranews.com/2013/05/pks-bawa-rekaman-cctv-sebagai-bukti.html

Ini Kasus-kasus Korupsi Yang Masuk Peti Es KPK

Minggu, 12 Mei 2013 | 22.37

 
By @TrioMacan2000


Biar ga bosen bahas korupsi eKTP, mending kita refresh kasus2 korupsi yg diabaikan dan dipetieskan @KPK_RI dgn sejuta alasan palsu ...
    
    1. Kasus korupsi PETRAL US$ 1.5 Milyar (14.5 Triliun) pada investasi kilang minyak di Libya
    
    2. Kasus korupsi di Pertamina pada impor Naftah sebesar US$ 20 juta (200 M)
    
    3. Kasus Korupsi Sandiaga Uno dan Pertamina US$ 99 juta (980 Milyar) pada Pembangunan Depo Pertamina seluruh Indonesia
    
    4. Kasus Korupsi Dana CSR Pertamina 600 Milyar yg diduga mengalir ke Partai Demokrat 2008-2009
    
    5. Kasus Korupsi Hartati Murdaya di JIEC & Bank Mandiri 1.5 Triliun yg agunkan 33 hektar tanah negara di Kemayoran
    
    6. Korupsi Proyek eKTP tahun 2011 di Kemendagri yg rugikan negara 3.5 Triliun
    
    7. Kasus korupsi penyerobotan lahan tambang PT. Bukit Asam yg rugikan negara 6 Triliun (dilaporkan oleh mantan Menhukham Patrialis Akbar)
    
    8. Kasus korupsi PT. Aneka Tambang dlm penyerobotan lahan oleh Harita Grup yg rugikan negara 19 Triliun (dilaporkan MenBUMN dahlan iskan)
    
    9. Kasus korupsi BURT DPR RI oleh Pius Lustrilanang cs yg rugikan negara ratusan M (dilaporkan ketua DPR Marzuki Alie)
    
    10. Kasus korupsi PT. TPPI Tuban oleh Hashim Djojohadikusumo yg rugikan negara 17 Triliun
    
    11. Kasus Korupsi Pajak Bakrie Grup cs kolusi bersama Gayus Tambunan, rugikan negara triliunan. Mandeg deg deg !
    
    12. Kasus korupsi Mafia Anggaran DPR yg rugikan negara 7.7 Triliun. Macet cet cet. Tumbalnya hny wa ode Nurhayati dan Fadh A Rafiq cs
    
    13. Kasus korupsi Alex Nurdin (sbg Bupati Muba 14 kasus & Gub 3 kasus), kerugian negara ratusan M. Dipetieskan KPK
    
    14. Kasus korupsi Ratu Atut sedikitnya 9 kasus rugikan negara ratusan M. Manceeet..KPK takut disantet hehe
    
    15. Kasus korupsi Hambalang sesuai LHP BPK & BAKN DPR atas 25 Pejabat. Hanya pejabat kemenpora yg sdh diusut. Lainnya? Kelauut !!
    
    16. Kasus Nazaruddin di 30 kasus korupsi. Dipetieskan KPK karena deal2 khusus dgn istana ??
    
    17. Kasus TPPU Nazaruddin dan sandiuno di Saham Garuda 300.8 M. Sdh 4 bulan Nazar jadi TSK, KPK pura2 buta hehe
    
    18. Kasus korupsi azis syamsuddin cs di Gedung Adyaksa puluhan milyar, senyaaaaap ...gelaaap hhee
    
    19. Kasus korupsi pengadaan gerbong kereta api dari Jepang yg disebut2 libatkan Hatta Rajasa cs...hnya Sumino yg disidangkan..lainnya? Emboh
    
    20. Kasus Choel M yg jadi mafia proyek di Kemenpora, sudah ngaku terima suap, KPK tak berani jadikan dia TSK. Kenapa? Tanya @Tuhan ?
    
    21. Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Merpati MA60 yg rugikan negara US$ 45 juta (440 M) libatkan ex mendag MEP & suaminya... Eh kelaut !
    
    22. Kasus korupsi Pertani, SHS dan Berdikari yg rugikan negara ratusan M, dipetieskan KPK krna ada setoran ke Ditdumas KPK milyaran..suaap !
    
    23. Oh ya ingat ...kasus korupsi Jhony Allen Marbun pada Dana Percepatan Infrastruktur Intim. KPK janji tangkap JAM jika resco tertangkap
       
    24. Kasus korupsi Max Sopcua pada alkes di Kemenkokesra ..gelap gulita karena KPK masuk anjing eh masuk angin hehehe
    
    25. Kasus korupsi Dana PON yg disebut2 libatkan menkokesra agung laksono cs, kenapa berhenti pada rusli zainal saja ? Tanya @Tuhan ? Hehe
    
    26. Kasus CENTURY hahaha ..,ga usah deh..@KPK_RI terkencing2 dengar kasus ini..keterlibatan PT. GNU Gita Wirjawan aja deh usut ..berani?
    
    27. Kasus rekening gendut polisi dan PNS ...mana? Kok cuma sampai Dhana doank ??? KPK disuap berapa ? Ngakuuuuu !! hehe
    
    28. ini juga deh hehe @irvanrahardjo: KORUPSI PREMI ASURANSI GIA USD 100 JUTA OLEH PT JASINDO http://t.co/cpum2ddGRX @KPK_RI @iskan_dahlan
    
    29. Kasus korupsi mark up bunga pinjaman 280 M di Garuda Indonesia ...mana @KPK_RI ? mandul ?? #sodorinvitaminEsebaskom
    
    30. Kasus korupsi 36.7 TRILIUN oleh @Iskan_dahlan di PLN ..mana @KPK_RI ? Komisi VII sdh bancaan dapat suap dari dahlan.. KPK ketinggalan?
    
    31 kasus korupsi yg tak diurus @KPK_RI saja dulu..kita ga usah sebut nama Ibas, any R, agus marto, joyo winoto dll...bisa semaput KPK !!!
    
    Content from Twitter

Fahri Hamzah: Ungkap SOP, ICW Jerumuskan KPK

 fahri hamzah


PKS akan melaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Mabes Polri dengan berbekal Standar Operasional Prosedur (SOP) penyitaan yang ditandatangani mantan Deputi Penindakan KPK, Ade Raharja.

Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah mengaku pihaknya telah memperoleh kopi SOP penyitaan KPK. Di dalamnya, kata Fahri, dipaparkan secara jelas prosedur penyitaan KPK.

“Kopi SOP KPK menjadi bahan untuk laporan kami besok ke Mabes Polri. SOP berlaku mulai 29 Oktober 2007. Jelas di situ bahwa prosedur penyitaan KPK mengakomodir sepenuhnya prosedur yang ada dalam KUHAP,” papar Fahri.

Fahri pun menuding Indonesia Corruption Watch (ICW) telah membohongi publik dengan menyatakan KPK memiliki prosedur sendiri dalam hal penyitaan. “Kalau ICW bilang bgitu (KPK punya prosedur sendiri), ICW menjerumuskan KPK ke lumpur. Ternyata SOP KPK sama dengan KUHAP,” tegas Fahri.

Dijelaskan, berdasarkan kopi SOP, setiap unsur-unsur atau setiap tindakan penyitaan harus dilakukan secara prosedural dan memperkenalkan diri dengan menyertakan surat tugas kemudian bertemu dengan pemiliknya.
“Setelah semua barang dibungkus dan sebagainya, ditandatanganilah berita acara , seperti yang ada di KUHAP.

Jadi menurut KUHP, 10 Penyidik KPK jelas melanggar. Tidak membawa surat tugas, tidak memperkenalkn diri, tidak membawa surat perintah, marah-marah di dalam, menggertak teman-teman security,” tuding Fahri.

sumber:http://www.suaranews.com/2013/05/fahri-hamzah-ungkap-sop-benarkah.html

Pengamat Hukum: PKS Tidak Salah Dan Abraham Samad Tak Mengerti Hukum Acara



Pengamat hukum Chaerul Huda tidak memandang tindakan Partai Keadilan Sejahtera sebagai sebuah upaya menghalangi penyitaan.

Menurut Chaerul, tindakan tersebut merupakan kewajaran. "PKS tidak salah," kata Chaerul saat dihubungi Minggu, 12 Mei 2013.

Dia mengatakan, KPK seharusnya melakukan konfirmasi kepada pejabat berwenang di DPP PKS. "Karena yang didatangi KPK adalah kantor partai yang dimiliki lembaga, bukan perseorangan," ujar Chaerul.

Menurut Chaerul, koordinasi dengan pejabat berwenang partai perlu dilakukan karena mobil-mobil tersebut terparkir di wilayah kantor DPP PKS. "Tidak bisa KPK hanya memberikan surat penyitaan hanya kepada satpam," kata Chaerul.

Namun, ujar Chaerul, harus diketahui lebih dulu kronologi penyitaan mulai dari KPK datang sampai upaya PKS yang dinilai menghalangi. "Baru kemudian dinilai itu masuk penghalangan atau tidak," katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi pada Senin dan Selasa lalu datang ke Kantor DPP PKS untuk menyita mobil-mobil yang diduga teraliri dana korupsi mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Namun, KPK gagal melakukan penyitaan dan hanya mampu menyegel mobil dengan garis merah. PKS dinilai telah melakukan upaya penghalangan terhadap penyitaan tersebut.

Sebelumnya, tahun lalu (21 November 2012) Pengamat Hukum Chaerul Huda juga menyatakan bahwa Abraham Samad tidak mengerti Hukum Acara.

Pengamat Hukum Universitas Muhammadiyah, Chairul Huda menilai penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana talangan Bank Century oleh Komisi Pemberatasan Korupsi hanya memenuhi desakan publik.

Padahal, kata dia, tak seharusnya KPK memenuhi desakan publik itu untuk menetapkan tersangka dalam kasus itu. Menurut Chairul, KPK semestinya bersabar mengumpulkan bukti terlebih dulu. Tidak menetapkan tersangka tanpa surat perintah penyidikan.

Karena itu, dia pun memberikan kritik pedas kepada Ketua KPK, Abraham Samad. Karena menyatakan soal Sprindik hanyalah persoalan adminsitrasi saja. Dia bahkan menuding Abraham tidak mengerti hukum acara.

Karena tidak ada sejarahnya proses penetapan tersangka tanpa menggunakan proses penyidikan. "Kalau alasan Sprindik hanya persoalan administrasi, belajar di mana itu dia ilmu hukumnya," kata Chairul pada saat dihubungi, Rabu (21/11).

Menurut Chairul, tindakan Abraham malah memberikan peluang kepada dua tersangka kasus Century untuk mempersoalkan hal tersebut. Mereka bisa mengajukan proses pra peradilan.

"Mana bisa itu orang ditetapkan sebagai tersangka kalau tidak ada sprindik. Itu kan bisa membuat nama baik mereka menjadi tercemar," kata dia.

Abraham harus mengkoreksi keputusannya yang menetapkan dua orang tersangka dalam kasus Century. Pasalnya tak tertutup kemungkinan hal serupa bisa saja terjadi kembali.

KPK telah menetapkan dua orang tersangka kasus Century yakni BM dan SCF. Keduanya merupakan pejabat bank Indonesia. Mereka kemungkinan dikenakan Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

"Nanti dalam Sprindik akan dirumuskan mengenai perannya," kata Abraham.
Meski telah menetapkan BM dan SCF sebagai tersangka, namun KPK belum mengeluarkan surat perintah penyidikan. Bahkan menurut Abraham, masalah sprindik hanyalah administrasi saja yang tidak perlu diperdebatkan.

SCF adalah Siti Chalimah Fadjrijah merupakan Deputi Bidang IV Pengelolaan Moneter Devisa Bank Indonesia saat kasus terjadi. Sementara BM adalah Budi Mulya yang merupakan Deputi V Bidang Pengawasan Bank Indonesia.

sumber:http://www.suaranews.com/2013/05/pengamat-hukum-nyatakan-bahwa-pks-tidak.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Rapat Dewan Syuro PKS Membahas Permasalahan Bangsa


Rapat Majelis Syuro (MS) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berlangsung sejak Sabtu (11/5) hingga hari Minggu (12/5) membahas beragam persoalan aktual seperti rencana kenaikan BBM, masalah ikatan sosial di tengah masyarakat yang makin rapuh, hingga soal Pilkada yang diikuti partai tersebut.

"Tidak hanya soal tindakan KPK yang membesar-besarkan soal penyitaan mobil, tapi juga soal rencana kenaikan BBM dan soal keretakan sosial yang melanda Indonesia belakangan ini," ujar Ketua Bidang Humas Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu.
Mardani mengatakan rapat MS

PKS banyak membahas proposal pemerintah dalam menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disertai dengan pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) jilid 2.

"Banyak peserta Majelis Syuro menyayangkan pemerintah yang tidak memanfaatkan momentum situasi ekonomi yang positif di akhir tahun 2012 dan awal 2013 untuk menaikkan harga BBM," ujarnya.

Saat ini, menurut dia rakyat akan menghadapi masa liburan dan masuk sekolah yang diikuti puasa dan lebaran, sehingga kenaikan BBM akan sangat memberatkan rakyat.

BLSM, ujar Mardani, dalam penilaian PKS sangat politis dan tidak memberikan solusi jangka panjang. 
"Tidak jelasnya kebijakan energi nasional dalam 9 tahun ini menyebabkan rakyat harus menanggung beban yang berat. Kenaikan harga BBM hanya akan memicu inflasi dan kenaikan harga yang tidak terkendali, saat itu terjadi, BLSM cuma jadi program pencitraan penguasa kepada rakyatnya," katanya.

sumber:http://www.suaranews.com/2013/05/rapat-dewan-syuro-pks-membahas-lebih.html

Efek Serangan 'Bulliers' Bagi PKS



by @ridlwanjogja 

 1.    Diskusi pagi dengan senior jurnalis, arahnya makin jelas, ujungnya adalah : pembubaran PKS.

2.    Tersenyum saja sahabat, kemenangan malah makin dekat . Salut !

3.    Ini lho yg tadi nanya gimana cara PKS dibubarkan, ICW bicara » http://t.co/hcqhJJq8B0

4.    Jangan kaget kalau justru orang orang "lama" yang terserak akan kembali pulang. Sarang tempat lahirnya sedang akan dibakar soalnya...

5.    Kalau anda dengar Ibu anda , rahim yang melahirkan anda, diganggu orang . Apa yang akan dilakukan ?

6.    Waspadai energi orang-orang yang mempertahankan rahim, sarang tumpah darah, unlimited paketnya. Kalo sy lawannya mending mlipir

7.    Tapi, jgn mendidih dulu. Mengapa tadi pagi saya ajak antum tersenyum. Karena mereka lupa, PKS itu hanya nama partai...hehe

8.    Mereka mengira ketika itu beku. Bubar. Maka dakwah dan perjuangan beku dan bubar ? Hehe. Senyuum..

9.    Mereka usahakan patah dan rusak di 2014. Tapi mereka lupa siapa pembalas makar ?

10.    Maka saya bilang. Tersenyum sahabat, kemenangan makin dekat. Dekat sekali..saya aja ngerasa apalagi antum..

11.    hari minggu apa yo masih pada asyik bully PKS... Opo menarike too partai ini ? mbok dolan wae kono, manciiing iwak

12.    Hepii banget atau gemees banget karena kader kader PKS tetap solid setelah kasus LHI ?

13.    Partai liyo kayaknya nggak ada deh kadernya yang sepeduli ini dengan isu partainya. Kayaknya lho ya...

14.    Mengapa PKS dipaksa paksa mengakui AF sebagai kadernya. Kalau bukan, apa ya harus bilang iya ? Demi apa ?

15.    Coba diteliti sendiri aja, toh jejak kader PKS baunya jelas, gampang diinvestigasi, kader atau bukan. Verifikasilah sendiri kalo g prcy

16.    Yang tahu PKS faham betul, sistem kaderisasi PKS , catatannya rapi, track record kader kasat mata. Nggak bisa ngaku ngaku di partai ini.

17.    Tanya deh pengamat independen mas @BurhanMuhtadi soal kaderisasi di PKS, beliau faham benar. Ya kan mas ?

18.    Selain administrasi, tiap kader juga ada pembinanya, wujudnya manusia, gampang dicek dan dilacak. Pembina punya datanya.

19.    Orang yg mengaku kader PKS gampang ceknya, tanya saja liqo di wilayah mana, atau siapa pembinanya.

20.    Semalam di Tvone ada Margono nelp ngaku kader dari Jatim. Yakin lu ? Bedakan kader dengan simpatisan.

21.    Sebut kecamatannya aja deh, atau kabupatennya. Nanti pasti gampang dilacak. Hitungan jam ketemu deh kalau beneran ada.

22.    Syakhsiyah atau kepribadian kader PKS dikontrol mingguan oleh pembinanya. Lu gak tilawah aja ketahuan.

23.    Berapa infaq anda, iuran ke kas atau belum, tilawah ndak, sholat malam ndak, subuhnya jamaah ndak,dll ketahuaann om.

24.    Seorang kader, kesehariannya tercelup dengan aktivitas dakwah. Di keluarga, dg suami/ istrinya .

25.    Kader yang belum menikah, dicarikan jalan agar menikah dengan sesama kader.

26.    Yg gabung setelah nikah, istri jg diberi pemahaman. Didakwahi, gabung bareng.

27.    PKS hanya sarana, berjamaah menjalankan tugas seorang muslim. Bagi diri, keluarga dan masyarakat.

28.    Karena itulah 24 jam orang PKS berusaha semaksimalnya mencelupkan diri dalam sistem Islam. 24 jam. Berusaha memaksimalkan.

29.    Istri AF sudah bicara tak ada jejak ke PKS an sedikitpun di rumah dan suaminya. Aku dengar langsung . tetap aja kita nggak percaya ?

30.    AF hobi nyawer wanita, sopir bilang bolos salat Jumat. Tetap aja kita nggak percaya dia bukan kader PKS ?

31.    Ah yang bagus di PKS tinggal kader bawah, elitnya kan berubah. Begitu kata mereka.

32.    Fyi aja, naik jenjang ke elit PKS itu ada muwashofat namanya. Ini ukuran lebih ketat dari parameter naik pangkat pns . Gak bs kuceritain

33.    So, it is impossible jadi elit di PKS tanpa lolos screening muwashofat itu. Bedain dg partai lain, punya TV langsung jd Dewan Pembina deh

34.    Penasaran apa itu muwashofat ? Coba gugle2 dikit, atau nanya ke kantor DPC terdekat deh.

35.    Setelah 911, ribuan orang AS penasaran dg Islam, sebagian besar jadi mualaf.

36.    Setelah kasus LHI, apakah ribuan orang jd penasaran dg PKS dan jadi anggota baru ? Hehe.

37.    Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak adil. Berbuat adil lah, karena adil dekat dengan taqwa

Content from Twitter

Melawan lupa - Hari Ini 15 th Yang Lalu

 



by @frans_surya

    Saya tdk berpolitik. Tp saya dukung @Fahrihamzah di TV One. Dia salah satu penumbang Rezim Soeharto. Dimana Johan Budi thn 98?
    
    Terlepas statement @Fahrihamzah yg kadang2 kontoversi, tp dia berani bersikap thd KPK yg otoriter. Spt Kopkamtib jaman Soeharto.
    
    Mantap Johan Budi dicomply dgn @Fahrihamzah di TV One.
    
    Johan Budi msh punya nyali juga debat dgn @Fahrihamzah
    
    Johan Budi tdk menjawab pernyataan @Fahrihamzah yg menyatakan penyidik KPK yg menyita tanpa surat.
    
    Saya dukung Fahri dlm konteks hukum, bukan politik. Sbg warga negara yg demokrasi, masak ngetwit saya diatur2. Suka2 saya lah.
    
    Kemarin ada yg mempertanyakan sy, kenapa sy belain Fahri, lbh baik ngetwit anti JIL aja. | Sy sdg bicara ttg hukum.
    
    Tapi mmg sosok Fahri Hamzah sll ada dlm peristiwa penting negeri ini. Skl lagi sy tdk b'politik. Bukan konteks politik yg sy bicarakan.
    
    Saya akan mini kultwit ttg #reformasi 16 thn lalu. Menarik agar kita #menolakLupa tokoh2 yg terlibat pd waktu, skr spt pahlawan kesiangan.
    
    1. Dlm rezim otoriter Orba yg dipimpin Soeharto, nyaris tdk ada freefom of speech. Semua Warga Negara dibungkam. #reformasi
    
    2. Jaman Orba kt tdk bisa bicara ttg anti Pancasila spt anak2 JIL skr. #reformasi
    
    3. Jaman Orba kt jga tdk bisa bicara ttg anti demokrasi spt anak2 Andem skr. #reformasi
    
    4. Bicara anti Pancasila, langsung dicap ekstrem kanan. Spt Tony Ardi. Msh ada yg ingat? #reformasi
    
    5. Bicara anti Pancasila, langsung dicap ekstrem kiri. Spt anak2 PRD. Tp sebagian dr mrk skr jd bagian dr pemerintah. #reformasi
    
    6. Lalu siapa mrk yg dulu bagian dr rezim Orba? Nih fotonya. #reformasi http://t.co/zZ2bioocyN
    
    7. Sebagian dr mrk dulu pendukung Soeharto. Terlibat penculikan mhsw. #reformasi http://t.co/zZ2bioocyN
    
    8. Besok 15 thn lalu, Wiranto adl org yg paling b'tanggung jwb thd penembakan mhsw Trisakti. #reformasi http://t.co/zZ2bioocyN
    
    9. 12 mei 1998 msw Trisakti ditembak. Saat itu Wiranto jd Panglima ABRI, kader Golkar. #reformasi http://t.co/zZ2bioocyN
    
    10. 12 Mei 1998 #reformasi #menolakLupa http://t.co/zZ2bioocyN http://t.co/454JhON0lL
    
    11. Msh ada yg ingat peristiwa ini? #reformasi http://t.co/454JhON0lL http://t.co/ieFiGUzajY
    
    12. Skr Wiranto org yg paling b'tanggung jawab thd tragedi Mei spt phlawan #reformasi http://t.co/3VGLxkwg5W http://t.co/eK7XCAcxlA
    
    13. Siapa tokoh yg terlibat penculikan mhsw? Prabowo. Cc: @Gerindra #reformasi #menolakLupa http://t.co/eK7XCAcxlA
    
    14. Mungkin @fahrihamzah msh ingat siapa org2 yg terlibat tragedi Mei 98 #reformasi #menolakLupa http://t.co/eK7XCAcxlA
    
    15. @fahrihamzah adl ketua KAMMI yg pertama. Dia ikut tumbangkan rezim org2 dlm foto ini. #reformasi #menolakLupa http://t.co/eK7XCAcxlA
    
    16. Skr org2 dlm foto ini spt pahlawan kesiangan. Cc: @fahrihamzah #reformasi #menolakLupa http://t.co/eK7XCAcxlA http://t.co/EH9wRkafnI
    
    17. Ada juga Rama Pratama. Ketua Senat UI & FKSMJ. Dia pimpin mhsw duduki Ged. MPR sampai Soeharto mundur. #reformasi #menolakLupa
    
    18. Ada Surya Paloh pemimpin Media Group @Metro_TV ,TV yg bilang Rohis teroris. #reformasi http://t.co/jZ7wZKngHK
    
    19. Ada ARB, pemilik TV One. TV yg paling getol serang partainya Fahri Hamzah. #reformasi http://t.co/jZ7wZKngHK
    
    20. Skr org2 ini teriak2 anti korupsi lwt media/TV masing2. Jaman Soeharto kemana aja. #reformasi http://t.co/jZ7wZKngHK
    
    21. Skr Wiranto/Hanura. Prabowo/Gerindra. ARB/Golkar. Surya Paloh/Nasdem. Skr media2 mrk serang partainya @fahrihamzah #reformasi
    
    22. Skl lagi sy tdk dukung partainya @fahrihamzah tapi yg ingin sadarkan, dulu org2 yg terlibat penculikan & pembunuhan mhsw skr jd pahlawan
    
    23. Dulu org2 yg dukung korupsi Soeharto, culik & bunuh mhsw. Skr teriak2 anti korupsi. #reformasi #menolakLupa @fahrihamzah
    
    24. @fahrihamzah adl tokoh yg dulu menumbangkan rezim Soeharto. Skr antek2nya Soeharo spt pahlawan #reformasi #menolakLupa
    
    25. Dunia skr sdg berputar. Dulu jd pesakitan, skr jd pahlawan. Pimpin partai u/ jd presiden. #reformasi #menolakLupa
    
    Content from Twitter

Mungkinkah Satpam Dalam Posisi Salah Bisa Menolak KPK



by @alejandro_law17
 
1.    Coba rekontruksi Penyegelan mobil yg diduga milik LHI di DPP PKS. Pasti anda semua lihat ada yang janggal dgn apa yg terjadi saat penyitaan

2.    Permasalahan yg muncul pada saat penyitaan mobil tersebut adalah nggak ditunjukannya surat perintah sita oleh penyidik yg datang ke DPP PKS

3.    Sebenarnya, ada atau nggak surat perintah sita tersebut? Pihak KPK mengklaim penyidik lengkap membawa surat perintah penyitaan.

4.    Protap standar pada saat penyitaan adalah pihak yg mensita tsb memakai nametag atau atribut penyita lengkap dengan surat perintah penyitaan

5.    Kita semua tahu, khusus untuk KPK adanya surat izin penyitaan dari pengadilan nggak diperlukan pada saat KPK melakukan sita barang bukti

6.    Dari sini logika bisa dimainkan. Jika KPK datang dengan atribut lengkap dengan surat perintah penyitaan, apa benar SG mampu menghalangi?

7.    Tentunya, sekelas SG nggak akan mampu berdebat panjang lebar dengan penyidik KPK jika mrk melakukan penyitaan sesuai prosedur standar

8.    Jika memang surat perintah sita ada, kenapa gak ditunjukan ke SG?KPK mengklaim bawa surat perintah sita dianggap tiada jika mrk gak tunjukan

9.    Kedatangan penyidik yg hendak menyita tanpa nunjukin surat perintah sita padahal mrk klaim membawanya patut dicurigai sebagai aksi politis

10.    Ada beberapa kemungkinan mengenai kisruh penyitaan ini sehingga menimbulkan polemik dan konflik antara KPK dengan PKS

11.    Kemungkinan pertama, KPK datang memang tanpa atribut lengkap tanpa surat perintah penyitaan. Ini jelas menyalahi aturan dan KPK salah

12.    kedua, KPK datang dengan membawa surat perintah dan menunjukan ke SG namun pihak SG DPP PKS berbohong mangatakan nggak bawa. Nggak mungkin!!

13.    ketiga, KPK datang dgn membawa surat perintah namun nggak ditunjukin ke SG. Kemungkinan ini yang perlu dicurigai bermuatan politis

14.    Dgn make asumsi kemungkinan ke-3, Maka KPK nggak akan dipersalahkan karena memakai prosedur yg benar jika nanti penyitaan dipermasalahkn

15.    KPK dianggap benar dan target kepentingan politis mrk berhasil yaitu semakin menyudutkan PKS seolah PKS nggak koperatif dan melawan KPK

16.    Mudah membaca skenario jika kemungkinan ke-3 terjadi. Targetnya adalah PKS jd public enemy yg melawan KPK sedang KPK akan dianggap benar

17.    Inikah yg disebut kriminalisasi? Inikah yang politisasi sebuah proses hukum? Sangat mungkin ini adalah bagian dari skenario pembusukan PKS

18.    Pertanyaan yg muncul dari sebuah logika sederhana adalah SG nggak mungkin akan melawan jika KPK telah bekerja sesuai prosedur. betul nggak?

19.    Faktanya sekelas SG bisa mengusir penyidik KPK yg kompetensi hukum dan jabatan mrk jauh lebih tinggi dari SG. Ini pasti karena ada yg salah

20.    Jika nanti PKS menggugat masalah ini secara hukum ke Polri, KPK akan tenang menghadapi PKS karena mrk punya bukti kelengkapan prosedur

21.    PKS akan kalah dalam proses perlawanan hukum. Stigmatisasi busuk trhdp PKS semakin nyata. Bisa anda rasakan sejak penyitaan itu terjadi

22.    Gimana andai nanti terjadi gugatan hukum lalu dimenangkan oleh KPK? PKS semakin dicitrakan sebagai partai yg melawan KPK yg dicintai rakyat

23.    Jika benar skenario ke3 ini dimunculkan oleh pihak yg berkepntingan membusukan PKS melalui KPK, maka pihak tersebut sangat dzalim! Biadab!!!

24.    Rangkaian skenario-nya dimata saya sangat jelas. Mudah dianalisis dengan mata telanjang. Ini adalah skenario ke sekian yg sangat janggal

25.    IMHO rangkaian berbagai kejadian ini menurut saya bukan kebetulan. Tapi memang telah diatur sedemikian rupa untuk membusukan PKS. Fyuhhhh

26.    Content from Twitter

27.    Maka sikap yg perlu diwasapadai oleh PKS adalah bersikap hati2 dalam melawan KPK. cermati setiap frame kejadian yg ada. Jgn mikir normatif.

28.    Oh iya.. Tambahan. Kita nggak nggak mempermasalahkan berita acara penyitaan karena kita tahu BAP sita dilakukan pasca penyitaan

29.    Mari kita sama-sama menyebarkan berbagai kemungkinan ini supaya rakyat terbuka thd berbagai kemungkinan yg terjadi dengan PKS. BRAVO PKS!!!

    
    Content from Twitter

Uangnya Tidak Ada, Apa Yang Mau Dicuci?

 


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan terhadap mantan Presidennya, Luthfi Hasan Ishaaq sangat sumir.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Politisi PKS yang juga Anggota Komisi III DPR RI, Indra dalam diskusi bertajuk "Uang Dicuri, Uang Dicuci" di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu, (11/9).

Indra berpendapat, penerapan pasal TPPU terhadap Luthfi yang terjerat dalam kasus korupsi impor daging sapi tersebut dinilai sumir, karena Luthfi tidak menerima uang suap tersebut.

"Ini menarik, kalau kasus Waode jelas predikat crime dapat dan TPPU-nya terbukti, tapi jangan sampai, orang dikenakan TPPU, tapi predikat crime-nya tidak ada atau tidak terbukti. Umpamanya, orang dianggap terima uang, padahal uangnya tidak ada, apa yang mau dicuci?" beber Indra.

Dalam kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menatapkan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang. Hal itu berdasarkan hasil ekspose penyidik, dan menemukan dua alat bukti pencucian uang Luthfi dari pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

sumber:http://www.suaranews.com/2013/05/kasus-lhi-paling-aneh-belum-terima-suap.html

7 Dosa Besar Media

Sabtu, 11 Mei 2013 | 23.46


 by @gekajabar

    Selamat siang, bada zuhur ini, insyaallah kami akan kultwit intisari dari tulisan Paul Johnson, pd konferensi media dunia, thn 1992
    
    1. Apa yang salah dengan media? Menurut Paul Johnson, ada 7 kesalahan media atau 7 dosa besar media massa
    
    2. Dosa besar yg pertama adalah distorsi. Bukan berbohong. Tapi distorsi, secara disengaja atau tidak. Distorsi informasi ini banyak caranya
    
    3. Distorsi bisa dilakukan dng mengutip hanya sebagian perkataan, menghilangkan bagian2 tertentu, menghubung2kan yang tak terhubung!
    
    4. Distorsi informasi jg sering dilakukan dng cara memilih judul yg sangat tidak nyambung dng isi tulisan/pemberitaan! Ini sering terjadu
    
    5. Dosa besar media yg KEDUA adalah memberikan gambar/ilustrasi palsu. Surat kabar dan televisi sering melakukannya
    
    6. Srt kabar sering mmbuat ilustrasi/karikatur yg tendensius. Bbrp karikatur diluar negri, menggambarkan teroris dng menggunakan sorban
    
    7. Demikian pula media di Indonesia, ada yg mmbuat karikatur LHI, AF, dan wanita2 sdg berada dlm 1 mobil. Tendesius! Dosa besar media!
    
    8. Dalam media TV dosa KEDUA ini sgt sering. TV sering menyandingkan 2 video yg tdk berhubungan, utk menciptakan asumsi-asumsi
    
    9. Cthnya : ketika @Fahrihamzah sdg berbicara, tvone menyandingkan wawancara fahri dng video maharani keluar dr KPK! Maksudnya apa?
    
    10. Atau video penangkapan AF, disandingkan dng video Anis Matta, Ustd Hilmi, dll. Maksudnya apa? Jelas tendesius!
    
    11. Gambar/ilustrasi yg tdr relevan ini jg sering digubakan sbg background di blkng pembawa acara. Ilustrasinya kemana, faktanya kemana...
    
    12. Dosa besar yg KETIGA adlh pencurian privasi / menerobos kehidupan pribadi! Media massa merusak batasan privasi!
    
    13. Bgmana kehidupan seorg wanita diobok2! Wartawan tdk peduli dng kondisi jiwanya. Pertanyaan2 yg tdk relevan disiarkan secara live!
    
    14. Kehidupan pribadi istrinya diumbar, anaknya diumbar, sampai2 anaknya tidak berani lg ke sekolah
    
    15. Stasiun televisi ribut berlomba membuka aib org lain, tapi aib BOS nya sendiri tdk pernah diliput! Apakah benar jurnalis seimbang?
    
    16. Seorg istri diwawancara secara live, ditanyakan ttg hub suaminya dng wanita2 lain! Apakah itu beretika? Apakah relevan dng pemberitaan?
    
    17. Dosa besar yg KEEMPAT adalah pembunuhan karakter! Contohnya? Menggunakan media utk mempublikasikan secara berlebihan!
    
    18. Dikit2 bawa media, dikit2 bawa media. Kemudian diberitakan masif, seakan2 mereka yg dlm posisi teraniaya
    
    19. Mereka yg punya uang, dekat dng media,terus disanjung2! Korupsi triliyunan,tdk ada beritanya. Yg disangka terima duit, diberitakan masif
    
    20. Media massa berdosa atas kesalahan-kesalahan pembaca/penonton terhadap karakter tertentu, disengaja atau tidak!
    
    21. Dosa besar yg KELIMA adalah mengeksploitasi seks demi rating! Sungguh hina! Seakan-akan hal ini sudah biasa dan boleh-boleh saja
    
    22. Lihat saja gambar/foto yg digunakan televisi! Adegan porno ditayangkan (meskipun di blur)! Apa kata dunia!?! Demi rating???
    
    23. Lihat juga judul yg dipilih utk liputan di media online atau pun surat kabar! Kata-kata vulgar digunakan sbg judul berita!
    
    24. 'Tak Tahan Lihat Rok Korban Tersingkap, Pemuda Pengangguran Nekad Memperkosa' ~> pantaskah dijadikan judul berita???
    
    Content from Twitter

    25. 'Bocah Tujuh Tahun Disodomi Gurunya, Katanya Biar Pintar' > pantaskah jadi judul berita????!?
    
    26. Dosa besar media yg KEENAM adalah Meracuni Pikiran Anak2. Tidak peduli dengan pembentukan karakter, yg penting rating naik!
    
    27. Relakah Anda jika anak anda menonton berita yg ada di televisi? Atw relakah presenter klw anaknya mnnton berita yg dibawakannya??
    
    28. Apa dampak kpd anak2, trkait pemberitaan Eyang Subur yg heboh dmn2? Apa dampaknya klw anak2 mnonton live penggerebekan teroris slma 4jm?
    
    29. Pantaskan televisi menayangkan video korban2 pembunuhan yg bisa mempengaruhi psikologis anak??
    
    30. Dosa besar media yg KETUJUH adalah penyalahgunaan media utk mencapai tujuan tertentu!
    
    31. Media massa skrng ini, digunakan utk mencapai tujuan tertentu oleh penguasa media tsb. Lihat saja, contohnya banyak..
    
    32. Bgmana berita lapindo versi MetroTV? Bagaimana jg yg versi TVone???
    
    33. Bgmana berita kisruh PSSI versi anTV? Bgmana pula berita versi TV lain?
    
    34. Etiskah kalau slruh channel MNCtv menyiarkan deklarasi ormas tertentu?
    
    35. Dan banyak contoh lainnya. Tugas media massa sbgai alat kontrol dan penyeimbang sudah dilupakan! Media justru menggeser kseimbangan
    
    36. Demikian 7 dosa besar media, atau yg oleh Paul Johnson disebut 7 dosa yang mematikan.
    
    37. Dan ternyata, ketujuh dosa tersebut terlihat gamblang di media mainstream yg ada skrng ini
    
    38. Mari lebih bijak. Mari menganalisa informasi yg diberikan. Gunakan filter berlapis2, dan tinggalkanlah tontonan yg tidak perlu
    
    Content from Twitter

Post Terpopuler

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. )|( PKS Bae Kudus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger