)|( PKS Bae Kudus
Headlines News :

PKS Update

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Setelah Longmarch 30 Km, 100 Kader PKS Solo Bersih Kampung Mojosongo

Senin, 15 April 2013 | 14.30



image
Kader PKS bersih Kampung
Solo, - Bidang Kepanduan Olah Raga Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Surakarta mengadakan Mukhoyyam Pandu Keadilan Dasar (MPKD) di alun-alun utara. Mukhoyyam (Perkemahan) Kepanduan ini diikuti oleh 100 kader mula dan muda DPD PKS kota Surakarta,  selama dua hari, Sabtu-Minggu (13-14/4).

Agenda puncak kegiatan ini adalah Bakti Sosial dan Kerja Bakti bersama warga RT 02 RW 02, Debegan, Mojosongo, Surakarta untuk membersihkan masjid, bantaran kali Pepe dan selokan sekitar kampung.

Hari pertama, Sabtu (13/4) Mukhoyyam dibuka oleh wakil ketua umum DPD PKS Surakarta, Abdul Ghofar Ismail. Kemudian agenda mukhoyyam diisi dengan materi ketahanan berbangsa dan bernegara yang disampaikan oleh pejabat Korem TNI AD Surakarta dan Kepolisian Resort Kota Surakarta. 

Malam hari peserta melakukan longmarch mengelilingi Kota Surakarta. Longmarh yang dilakukan menempuh jarak 30 km selama 13 jam. Dalam longmarch, kader PKS membagikan brosur dan stiker sosialisasi mengenai berbagai program partai. Termasuk pencalonan Hadi Prabowo dan Don Murdono yang maju sebagai calon gubernur dan wakil untuk provinsi Jawa Tengah 2013 - 2018.  

Rangkaian kegiatan MPKD Kota Surakarta ini diharapkan menjadi kebiasaan kader PKS dan masyarakat untuk peduli dengan kebersihan lingkungannya. Seperti yang disampaikan sekretaris Bagian Kepanduan, Saras Pramudya "Kegaiatan mukhoyam kader PKS selain sebagai sarana olah raga ini diharapkan bisa menjadi kebiasaan positif bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan di lingkungan rumah. Maka dari itu sebagai puncak kegiatan setelah longmarch, kader peserta mukhoyam melakukan kerja bakti bersih kampung bersama masyarakat" ujarnya.[DP/RS]

sumber:http://pksjateng.or.id/index.php/read/news/detail/988/Setelah-Longmarch-30-Km-100-Kader-PKS-Solo-Bersih-Kampung-Mojosongo

Anis Matta Titip Hadi Mulyadi Sejahterakan Pedagang Kecil

“SEJAK saat ini kita semua adalah saudara. Inilah saatnya kita menghadirkan cinta dalam kehidupan kita dalam seluruh aspek termasuk dalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya,” tegas Anis Matta.
Baginya hal tersebut adalah kemestian agar bisa mengubah wajah politik yang sudah terlalu keras menjadi jauh lebih lembut dan sopan. “Dengan cinta, kita bisa mengubah permusuhan menjadi persahabatan dan juga mengubah kompetisi menjadi kolaborasi,” jelas pria yang hobi jalan kaki untuk menyapa masyarakat tersebut.
Anis Matta memberikan ilustrasi kehidupan seperti sebuah taman. “Kita hidup seperti bunga-bunga dalam sebuah taman, di mana perbedaan itu menjadi sumber keindahan bagi taman itu. Sebab, taman menjadi indah karena warna-warna bunga yang ada dalam taman,” terangnya. Ia tidak bisa membayangkan sebuah taman jika warna bunganya hanya satu. ”Jadi yang bisa membuat bunga-bunga itu tumbuh menjadi sebuah kumpulan yang indah adalah karena ada cinta yang menghiasinya dan mengikatnya,” ujar Anis Matta dengan senyumnya yang khas.
Selesai dari kegiatan Jalan Sehat, Anis Matta menyempatkan menyantap Coto Makassar bersama warga di Klandasan dan menyapa pedagang di Kebun Sayur. “Saya titip sama Pak Hadi Mulyadi (cagub dari PKS, Red.) untuk secara serius memperhatikan kepentingan pedagang kecil. Karena salah satu target PKS adalah meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” terang Anis di sela-sela bincang ringannya dengan seorang pedagang.  
Ada hal unik yang terjadi ketika di Klandasan, rombongan didatangi oleh seorang pengamen dan Anis Matta pun didaulat untuk ikut benyanyi bersama si pengamen. Jadilah suasana semakin akrab, karena tidak terlihat sekat sama sekali. Anis tidak menjaga jarak dengan seorang pengamen. Ia juga mudah membaur dengan pedagang kecil dan warga lain yang status sosialnya biasa-biasa saja

sumber:http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/17566/presiden-pks-titip-hadi-mulyadi-sejahterakan-pedagang-kecil.html

PKS Bubar Aja......

Minggu, 14 April 2013 | 15.35


Bismillahirrahmanirrahim…

Kita berbicara tentang sebuah partai politik di Indonesia kali ini, bukan Partai Demokrat sang pemenang pemilu 2009 atau pun Golkar pemenang pemilu 2004 atau PDIP pemenang pemilu tahun 1999, partai ini belum pernah menjadi pemenang pemilu, prestasi terbaiknya “hanya” menduduki peringkat ke-4 di Pemilu 2009 dan belum berhasil mencapai target suara yang telah dicanangkan, yaitu 20 juta suara di Pemilu 2009.

Partai itu adalah Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Partai  yang didirikan di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 9 Jumadil ‘Ula 1423 bertepatan dengan 20 April 2002. PKS adalah kelanjutan dari Partai Keadilan yang didirikan pada hari Senin, tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1419 bertepatan dengan 20 Juli 1998.

Partai yang sudah melahirkan banyak tokoh dalam blantika politik Indonesia, seperti Nurmahmudi Ismail (mantan menteri Kehutanan dan sekarang Walikota Depok), Hidayat Nur Wahid (mantan ketua MPR) Tifatul Sembiring (Menkominfo), Gatot Pudjo Nugroho (Gubernur Sumatera Utara), Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat), Sa’aduddin (Bupati Bekasi) dan tokoh lainnya. Partai ini pun banyak menghasilkan  politisi muda yang cerdas, seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, Andi Rahmat, Mahfudz Sidiq, Nasir Djamil, Mustafa Kamal dan politisi muda lainnya. Barisan wanitanya pun tak kalah hebat terlahir dari Partai ini, seperti Yoyoh Yusroh, Nursanita Naustion, Ledya Hanifa serta lainnya. Bukan di bidang politik saja, Partai ini pun banyak menelurkan para sastrawan hebat seperti Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, M. Yulius dan lain-lain.

Tapi bukan kehebatannya yang akan kita bicarakan saat ini. Ini masalah nasib PKS saat ini yang terasa “memprihatinkan”. Lihat saja beberapa bulan lalu mereka dikejutkan dengan manuver dari mantan pendiri mereka, petinggi PKS dikatakan sebagai mantan mujahidin Afghanistan yang membuat para pemilih PKS yang tidak terlalu “ekstrem” dalam masalah jihad memikirkan ulang untuk memilih PKS karena takutnya PKS punya “hidden agenda” untuk Indonesia. Lalu dilaporkan ke BK DPR-RI karena menerima uang dari Jusuf Kalla yang sudah dibantah sendiri oleh JK. Sang pelapor tidak membawa bukti apa-apa, selain “katanya”. Yang lain pun dilaporkan ke KPK terkait dugaan penggelapan dana yang sudah di-clearkan juga karena jumlahnya berbeda dengan yang diaudit KPUD DKI kala itu. Belum lagi masalah kadernya yang poligami, lalu laporan ke polisi tentang presidennya dan polisi menolak laporan tersebut. Semua ini jelas terlihat bahwa memang PKS saat ini sedang memprihatinkan.

Lihat saja, mana ada liputan tentang pekerjaan para kadernya di tingkat grassroot, adakah liputan tentang Forsitma (Forum Silaturahmi Majelis Ta’lim) atau liputan bahwa kader-kader partainya selalu mengadakan bakti sosial di tiap 2 bulan?? Tidak ada, yang ada paling hanya cibiran bahwa mendekati majelis ta’lim karena ingin suara, “mengadakan baksos kok pake cerita-cerita, itu riya namanya”. Apalagi yang dibutuhkan masyarakat sekarang bukan ikan tapi pancing, baksos cuma buat masyarakat jadi manja tidak mau bekerja, semua ini PKS-lah penyebabnya!!!

Ketika RATUSAN RIBU kadernya turun ke jalan untuk menyuarakan keadilan untuk sesama di belahan bumi lainnya, media pun melakukan korupsi berita, paling hanya ditulis ratusan atau ribuan, dan komentar yang akan muncul hanya “PKS selalu membuat sulit warga Jakarta dengan demonya, buat macet aja!!!” semua ini PKS-lah penyebabnya!!!

Tak pernah ada juga liputan tentang kader-kadernya yang berjasa, mereka lupa perda larangan merokok lahir dari para anggota DPRD dari PKS, kenaikan gaji PNS dan Tunjangan Kinerja Daerah untuk PNS DKI pun lahir dari tangan-tangan mereka, yang ada hanya “larangan merokok melanggar hak manusia dan menaikkan tunjangan PNS hanya membuat sembako tambah melambung” semua ini PKS-lah penyebabnya!!

Bukan hanya dari kalangan external, dari kalangan umat Islam pun PKS seperti “pesakitan” mereka dianggap berdakwah dengan cara yang haram, demokrasi itu haram!!! Karena mayoritas ulama mengatakan itu (yang ketika ditanyakan siapa saja ulamanya, tidak pernah dijawab) padahal ini hanya masalah khilafiyah saja. PKS juga dianggap telah keluar dari ciri khas dakwah mereka, semuanya sekarang berjas dan naik mobil mewah, “biasanya tuh PKS jalan kaki, masak sekarang naik mobil, gak militan!!” Sudah keluar dari khithahnya, karena para petinggi nya sudah hubbuddunya (cinta dunia) maka para umat Islam hari ini pun semakin banyak yang mengejar dunia, semakin banyak membuat usaha biar dapat penghasilan yang banyak… semua ini PKS-lah penyebabnya!!!

Mereka pun sekarang serba salah, seperti cerita tentang poligami misalnya, ketika ada yang mengatakan bahwa poligami beberapa petinggi PKS bermasalah, maka semua mencaci…”astaghfirullah ustadz kok begitu, pada zina semua” tapi ketika ditegaskan tidak ada yang bermasalah, karena PKS tidak melarang poligami, semua mencaci juga ,“ustadz gatel, doyannya kawin doang”

Ketika berita keburukan mereka ada di suatu media, lihatlah link-link lainnya tentang berita itu, banyak sekali, jika kita buka satu persatu, inti pemberitaannya sama, cuma judulnya saja. Media sedang menggiring pembaca mau baca berita yang mana saja, media sedang menghidangkan para pembaca judul yang berbeda, terserah mau baca yang mana intinya PKS buruk citranya.

Kalian pasti pernah dengan berita bahwa anggota dewan PKS tertanggap main judi kan?? Pasti, karena berita itu dimuat di semua media. Tapi tahukah kalian bahwa anggota dewannya sudah dipecat?? Tahukah Anda bahwa anggota dewan tersebut berasal dari eksternal PKS? Yang dirangkul untuk memastikan bawah PKS memang partai terbuka?? Hhmm sepertinya itu bukan berita yang bagus buat media, kecuali beberapa saja. Karena “bad news tentang PKS” adalah “good news” untuk media.

Sekarang posisi mereka serba salah,  ketika era tanzhimi dulu, kader PKS dikatakan eksklusif, tidak membaur dan ini tidak akan memuluskan dakwahnya, karena Islam itu rahmatan lil alamin, tidak tersekat, semua harus bisa menerima manfaat dari Islam, karena Islam bukan hanya untuk kader saja tapi untuk seluruh lapisan masyarakat.

Tapi ketika PKS memproklamasikan bahwa mereka adalah partai terbuka, siapa saja boleh jadi anggotanya (bukan hanya kader) mereka pun dicaci, menghalalkan segala cara untuk dapat suara, berteman dengan kafir bahkan ada yang mengatakan semuanya akan masuk neraka (kayak neraka punya dia aja).

PKS, oh PKS, kasihan sekali nasib kalian, apapun yang kalian lakukan akan ada penentangnya, mending mundur sajalah, bubarkan partainya, kan enak tidak perlu mendengar cibiran banyak orang? Jangan nekad deh PKS. Ada bom buku di Utan Kayu aja, kalian kena getahnya. Jangan-jangan ketika misalkan kader kalian menjadi presiden suatu saat nanti, akan ada kudeta berdarah dari masyarakat, karena kalian tidak pernah disuka.

Tapi, ya kalau kalian tetap nekad, tetap kuat dengan cibiran semua pihak, tetap kokoh strukturnya, tetap membaca Qur’an walau buat acara di hotel, tetap membina ribuan halaqah yang di dalamnya membicarakan kebaikan, tetap banyak mendirikan sekolah islam terpadu dan pesantren-pesantren tahfizh, tetap kuat bekerja di grassroots, membina majelis ta’lim, membina pengajian kantoran, pengajian karang taruna, membina banyak majelis ta’lim membina rohis-rohis sekolah dan LDK kampus, ya sudah, saya tidak bisa banyak berkata, kau teruskan saja apa yang selama ini sudah kau lakukan, wahai PKS.

Dan izinkan aku ada di dalam barisan kalian, seraya meneriakkan takbir dan berkata “bekerja untuk Indonesia adalah ibadah”.

Fuad Aris

Acara Resik-resik Kubur


Dapil II PKS wilayah Bae, Mejobo, Undaan baru saja melaksanakan LT3B yang berlangsung hari ini, Ahad 14 April 2013 dipimpin oleh Ust. Abdul Wahid.

LT3B ini memang baru pertama kali dilangsungkan di Kecamatan Bae Kudus, tepatnya di desa Purworejo dukuh Bonggoro dan rencananya akan dilakukan secara bergilir di kecamatan yang lain.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan konsolidasi internal yang diharapkan dapat terwujud nyata dalam melayani dan membantu masyarakat sehingga benar-benar menjadi manfaat bagi masyarakat luas.

Pada acara kali ini diawali dengan liqo bersama dari pukul 08.00 sampai 10.00 WIB.


Kemudian dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan pemakaman warga dukuh Bonggoro desa Purworejo, Bae Kudus hingga masuk waktu Dhuhur.






Sehabis sholat dilanjutkan dengan makan siang bareng di rumah Ust. Abdul Wahid. Wah, sayang gak ada fotonya, pada sibuk makan rupanya.......

Pesona Cinta PKS


Dalam kamus besar bahasa Indonesia Cinta adalah ungkapan kata sifat yang menyatakan rasa suka dan rasa ketertarikan. Kerja merupakan kegiatan melakukan sesuatu. Sementara harmoni adalah pernyataan rasa, keselarasan, keserasian antara irama dan gerak. Jadi, dengan mengusung tagline Baru “Cinta, Kerja, dan Harmoni” PKS ingin memberikan warna baru bagi perpolitikan bernegara, pesona kecintaan. Hal ini tentu harus diapresiasi. 

PKS ingin menebarkan cinta pada setiap pekerjaan yang dilakukannya dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui pekerjaan yang dilakukan dengan cinta, tentu akan menghasilkan sebuah keselarasan antara irama dan gerak.

Dunia politik itu ibarat alat- alat music, dan para musisinya adalah para politisi itu sendiri. Jadi keindahan harmoni sebuah nada akan terasa indah ketika sang musisi memainkan nadanya dengan irama dan gerak yang seimbang. 

Dengan mengusung jargon baru ini, PKS ingin dan terus menciptakan politik yang indah, politik yang penuh dengan cinta, bukan politik “nakal yang membuat masyarakat apatis dengan politik. 

Bukan kah dengan cinta dan kasih, kita akan hidup saling menghargai,
Bukan kah dengan kerja yang dilakukan dengan cinta akan mampu memberikan rasa
Dan dengan keharmonisan maka akan menghasilkan sebuah karya besar. 

Semoga dengan cinta, kerja dan harmoni ini akan menghasiklan sebuah karya yang tidak hanya dirasakan oleh kader PKS, masyarakat Indonesia tapi juga mampu dirasakan oleh semesta.
Salam 3 Besar!!!


sumber:http://politik.kompasiana.com/2013/04/13/pesona-ala-pks-550963.html

Ternyata, "Penguasa" Ingin PKS Hancur


Ternyata, penangkapan LHI memang adalah rekayasa penguasa, sebagaimana ditunjukkan oleh video di bawah ini. Sang Penguasa terlihat begitu marah ketika para anak buahnya menyatakan bahwa tidak cukup bukti keterlibatan LHI dalam dugaan korupsi sapi. Anak buahnya yang datang melaporkan keberadaan LHI yang ditahan di rumah tahanan TNI di Guntur, harus menerima marah dari Sang Penguasa.

Tetapi, ternyata di antara orang-orang dekat penguasa sendiri, lebih banyak yang tidak percaya bahwa LHI terlibat dugaan menerima suap terkait impor daging sapi. Terbukti ketika Sang Penuasa mengatakan, “Siapa yang tidak percaya LHI korupsi, silahkan keluar”, hasilnya lebih banyak orang yang keluar dan hanya menyisakan empat orang. Dan dari mereka yang tetap berada di ruangan pun mengakui bahwa memang tidak cukup bukti bahwa LHI korupsi. Selengkapnya, silahkan ditonton videonya untuk hiburan.



sumber:http://politik.kompasiana.com/2013/04/13/ternyata-penguasa-ingin-pks-hancur-lebih-banyak-orang-tidak-percaya-lhi-korupsi-545960.html

PKS Ibarat Smartphone


Ditahun 2014 ini pemilu akan digelar kembali . rakyat akan dihadapkan pada pilihan-pilihan,Pemilu kali  ini ada 12 partai yang dinyatakan dapat bersaing di perhelatan akbar lima tahunan ini  selain partai daerah , partai apakah pilihan kita ??

Masing –masing orang sudah ada yang punya pilihan ,tetapi mayoritas  masyarakat Indonesia belum menentukan pilihan.

Saya tertarik membas PKS atau Partai Keadilan Sejahtera no.3 yang selalu menjadi buah bibir disemua kalangan, ada yang memuji dan mencintainya (lovers) ,ada yang netral, bahkan ada yg menghina dan menjatuhkannya (hater).

Fenomena PKS ini hampir sama dengan Smartphone (Handphone Pintar/Cerdas), selalu menjadi buah bibir disemua kalangan, ada yang memuji-mujinya dan membangga-banggakannya ketika ia memilikinya, ada juga yang netral, Namun tidak sedikit orang yang menghinanya dengan alasan yang beragam, mulai dari yang sakit hati karena tidak bisa beli kemudian ia caci  maki dan benci, ada juga yang menghinanya karena sudah membeli tapi tidak bisa menggunakannya, dan ada juga yang belum tahu sama sekali,yang dia tahu Handphone hanya yang dilihatnya sehari-hari.

Ya begitulah ada yang sudah melek informasi dan teknologi,mengikuti trend, tetapi ada juga yang tidak mau ikut, bahkan membenci dan menghina.

Sejak kelahirannya PKS memang sudah tekenal bersih dan peduli. Kalau saya ibaratkan Handphone (HP), PKS ini adalah SmartPhone ya Handphone pintar/cerdas, kenapa saya ibaratkan Smartphone, karena PKS  sejak kelahirannya sudah kelihatan cerdanya, selalu punya inovasi-inovasi terbaru. 

Partai lain belum terpikir Pks sudah melakukan, seperti rangkap jabatan, di PKS jika sudah menjadi Pejabat public seperti Mentri,Gubernur,Walikota/Bupati, tidak boleh lagi menjabat di partai smart bukan? ya Smart karena mereka peduli rakyat bukan hanya peduli Partai, karena Partai sudah ada  generasi cerdas baru yang mengurus.

Sebagaimana di Smartphone selalu ada kejutan –kejutan disetiap peluncurannya Dan begitu juga di PKS, selalu ada kejutan—kejutan disetiap momentum Partai ini, kejutan terbaru menyambut Milad ke 15 ini adalah ketika PKS merubah tagline mereka dengan “CINTA,KERJA,dan HARMONI “ sementara partai lain belum terpikir, mereka masih sibuk membuka  lowongan kerja untuk Caleg .

Sadi Rangkuti


sumber:http://politik.kompasiana.com/2013/04/13/pks-itu-ibarat-smartphone-551017.html

Apa Iya Baru PKS yang Punya Tagline?



Saya akan mencoba membuat perumpamaan tentang pemilu 2014 di Indonesia.
Bayangkanlah sebuah proyek besar di mana rakyat adalah pemegang keputusan sedangkan para partai itu adalah para pemborong.

Gampangnya nantinya pemilik proyek akan memilih pemborong yang berkwalitas. Karena pemilik proyek tak mau proyeknya semerawut atau gagal. Nah sebelum memilih tentu saja para pemborong tersebut di persilahkan unjuk kwalitas, unjuk ide, intinya promisi akan karyanya.

Pada akhirnya pemilik proyek itu akan menentukan siapa pemborongnya, tentu yang di pilih yang paling berkwalitas.

Seperti itulah gambaran saya akan pemilu mendatang. Rakyat adalah pemilik proyek yang akan menentukan siapa pemborong yang tepat? dan para partai itu pemborongnya, yang kini sedang presentasi.

2013-2014 adalah waktu partai partai unjuk kwalitas, unjuk kemampuan, unjuk karya. Dan pada ujungya nanti di pemilu 2014.

Saya sih berdoa saja semoga persaingan itu sehat, menang tak jumawa, kalah tak bikin ulah.
Sejauh ini saya baru tahu hanya PKS saja yang sudah menentukan tagline perjuangan-nya yaitu cinta, kerja dan harmoni. Dengan tagline baru itu PKS akan membawanya dalam perjuang membangun bangsa.

Partai lain apa ya tagline-nya?
ataukah partai lain belum berpikir ke arah sana? hmmm ingat bung.. kalau anda tak perlihatkan kwalitas anda bagaimana rakyat bisa yakin anda partai yang tepat untuk membangun taman bunga Indonesia ?

Aditya Nugroho

sumber:http://politik.kompasiana.com/2013/04/14/pemilu-2014-apa-iya-baru-pks-yang-punya-tagline-545926.html

Ghibah dan Dusta

Sabtu, 13 April 2013 | 08.22

Muslimah dialog simpatik


Ghibah dan dusta merupakan dua hal, yang hampir-hampir menjadi fenomena dalam lingkup kehidupan manusia. Seringkali, di manapun manusia berkumpul dan berbicara, tidak luput dari dua hal ini, atau minimal dengan salah satunya. Jika kita perhatikan di kantor, di pasar, di rumah, di kantin atau di manapun juga, baik laki-laki maupun perempuan, senantiasa minimal ghibah (baca; membicarakan orang lain) menjadi tema sentral pembicaraan mereka.

Padahal, Allah SWT memerintahkan kepada setiap insan untuk berkomunikasi dan berbicara dengan baik. Dalam salah satu ayatnya Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا*  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا*

"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (baik), niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar."

Ayat di atas menggambarkan kepada kita, adanya korelasi yang kuat antara keimanan (baca; ketakwaan) dengan perkataan yang baik. Seseorang yang memiliki keimanan yang baik, insya Allah secara otomatis akan berkomunikasi dan bertutur kata yang baik. Sementara ghibah apalagi dusta termasuk dalam kategori perkataan yang tidak baik. Bahkan dusta masuk dalam kategori dosa-dosa besar.

Antara Ghibah Dan Dusta
Dari segi bahasa, ghibah berasal dari kata bahasa Arab ‘Ghaba’, yang berarti ghaib (baca; tidak tampak), atau tidak terlihat:
الغيبة لغة مشتق من فعل غاب أو الغيب، وهو كل ما غاب عن الإنسان
Oleh karena itulah, dari segi bahasa, ghibah berarti membicarakan orang lain yang ghaib (baca; yang tidak hadir) di antara orang yang sedang membicarakannya. Baik pembicaraan tersebut mengenai hal-hal yang positif darinya, ataupun yang bersifat negatif.

Adapun dari segi istilah, ghibah adalah pembicaraan yang dilakukan seorang muslim mengenai saudaranya sesama muslim lainnya dalam hal-hal yang bersifat keburukan dan kejelekannya, atau hal-hal yang tidak disukainya.

Sedangkan dusta, adalah kita membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri seseorang yang sesungguhnya sesuatu itu tidak terdapat dalam diri saudara kita tersebut. Sehingga dari sini, perbedaan antara ghibah dengan dusta terletak pada obyek pembicaraan yang kita lakukan. Dalam ghibah, yang kita bicarakan itu memang benar-benar ada dan melekat pada diri orang yang menjadi obyek pembicaraan kita. Sedangkan dalam dusta, sesuatu yang kita bicarakan tersebut, ternyata tidak terdapat pada diri seseorang yang kita bicarakan. Hal ini secara jelas pernah digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tahukah kalian, apakah itu ghibah? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘engkau membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri saudaramu mengenai sesuatu yang tidak dia sukai. Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku? Rasulullah SAW menjawab, jika yang kau bicarakan ada pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mengghibahinya. Sedangkan jika yang engkau bicarakan tidak terdapat pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mendustakannya. (HR. Muslim)

Dusta dan Ghibah Dalam pandangan Islam
Baik ghibah maupun dusta, sesungguhnya merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah SAW:
Mengenai dusta, Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 22: 30):

فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ*

‘Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.’
Bahkan dusta ini masuk dalam kategori dosa-dosa besar yang senantiasa harus dijauhi oleh setiap mukmin. Dalam satu riwayat, Rasulullah SAW pernah mengatakan:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ قُلْنَا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ أَلاَ وَقَوْلُ الزُّورِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ أَلاَ وَقَوْلُ الزُّورِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ فَمَا زَالَ يَقُولُهَا حَتَّى قُلْتُ لاَ يَسْكُتُ (رواه البخاري)

“Dari Abu Bakrah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Maukah kalian aku beritahu tentang dosa-dosa yang paling besar di antara dosa-dosa besar? Kami menjawab, tentu wahai Rasulullah SAW. Rasulullah SAW mengatakan, ‘Yaitu, menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua.’ Beliau berdiri, kemudian duduk, lalu mengatakan lagi, ‘dan perkataan dusta serta persaksian dusta… perkataan dusta dan persaksian dusta….’ Beliau terus mengucapkan itu, hingga aku katakan bahwa beliau tidak berhenti mengucapkannya.” (HR. Bukhari)

Ayat-ayat dan hadits-hadits lainnya yang membicarakan masalah ghibah masih cukup banyak. Namun dari kedua dalil di atas, kita sudah dapat mengambil kesimpulan bahwa dusta merupakan perbuatan tercela yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah SAW. Bahkan Rasulullah SAW secara langsung mengkategorikannya pada perbuatan dosa-dosa besar yang paling besar.

Sedangkan mengenai ghibah, sebagaimana dusta, banyak ayat-ayat maupun hadits-hadits yang melarangnya. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam (QS. 49: 12):

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ*

‘Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.’

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ أَرْبَى الرِّبَا الاِسْتِطَالَةَ فِي عِرْضِ الْمُسْلِمِ بِغَيْرِ حَقٍّ (رواه أبو داود)

Dari Said bin Zaid RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya riba yang paling bahaya adalah berpanjang kalam dalam membicarakan (keburukan) seorang muslim dengan (cara) yang tidak benar. (HR. Abu Daud)

Kedua dalil di atas telah cukup menunjukkan kepada kita mengenai bahaya ghibah. Dalam ayat (QS. 49: 12) Allah mengumpamakan ghibah seperti orang yang memakan daging saudaranya sendiri yang telah meninggal. Sedangkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Rasulullah SAW mengumpamakannya dengan riba yang paling berat dan berbahaya. Oleh karena itulah, bagi setiap muslim harus berusaha secara maksimal untuk meninggalkan kedua penyakit lisan yang ternyata sangat berbahaya ini. Kita dapat membayangkan, sekiranya setiap hari kita diumpamakan seperti menyantap makanan yang terbuat dari daging saudara kita sendiri? Selain itu kita juga diumpakan selalu berinteraksi dengan riba yang paling berbahaya dan paling besar dosanya di sisi Allah SWT? Na’udzu billah min dzalik.

Kondisi Diperbolehkannya Ghibah dan Dusta
Meskipun demikian, memang ada beberapa kondisi tertentu di mana kita diperbolehkan untuk dusta dan ghibah.

1. Kondisi diperbolehkannya dusta
Dalam hadits dijelaskan oleh Rasulullah SAW mengenai beberapa keadaan di mana seseorang dihalalkan untuk berdusta, berdasarkan hadits berikut:

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لاَ يَحِلُّ الْكَذِبُ إِلاَّ فِي ثَلاَثٍ يُحَدِّثُ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ لِيُرْضِيَهَا وَالْكَذِبُ فِي الْحَرْبِ وَالْكَذِبُ لِيُصْلِحَ بَيْنَ النَّاسِ (رواه الترمذى)

“Dari Asma’ binti Yazid RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Dusta tidak diperkenankan melainkan dalam tiga hal; seorang suami berbicara kepada istrinya agar istrinya (lebih mencintainya), dusta dalam peperangan dan dusta untuk mendamaikan di antara manusia (yang sedang bertikai)” (HR. Turmudzi)

2. Kondisi diperbolehkannya ghibah
Dr. Sayid Muhammad Nuh dalam Afat Ala al-Thariq (1996: III/ 52) mengungkapkan ada enam hal, di mana seseorang diperbolehkan untuk ghibah, yaitu:

1. Tadzalum.
Yaitu orang yang teraniaya, kemudian mengadukan derita yang diterimanya kepada hakim, ulama dan penguasa agar dapat mengatasi problematika yang sedang dialaminya. Dalam pengaduan tersebut tentu ia akan menceritakan keburukan orang yang menganiaya dirinya. Dan hal seperti ini diperbolehkan. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:

لاَ يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا*

“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

2. Meminta bantuan untuk merubah kemungkaran & mengembalikan orang yang maksiat menjadi taat kepada Allah SWT, kepada orang yang dirasa mampu untuk melakukannya. Seperti ulama, ustadz atau psikolog. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda,
‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka dengan hatinya. (HR. Muslim).
Sementara meminta bantuan kepada orang yang lebih mampu, masuk dalam kategori merubah kemungkaran dengan lisan.

3. Meminta fatwa.
Seperti seseorang yang meminta fatwa kepada ulama dan ustadz, bahwa saudaraku misalnya menzhalimiku seperti ini, maka bagaimana hukumnya bagi diriku maupun bagi saudaraku tersebut.
Dalam salah satu riwayat pernah digambarkan, bahwa Hindun binti Utbah (istri Abu Sufyan) mengadu kepada Rasulullah SAW dan mengatakan, wahai Rasulullah SAW, suamiku adalah seorang yang bakhil. Dia tidak memberikan padaku uang yang cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga kami, kecuali yang aku ambil dari simpanannya dan dia tidak mengetahuinya. Apakah perbuatanku itu dosa? Rasulullah SAW menjawab, ambillah darinya sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan cara yang baik (baca; ma’ruf)” (HR. Bukhari)

4. Peringatan terhadap keburukan atau bahaya.
Seperti ketika Fatimah binti Qais RA datang kepada Rasulullah SAW dan memberitahukan bahwa ada dua orang pemuda yang akan meminangnya, yaitu Muawiyah dan Abu Jahm. Rasulullah SAW mengatakan, ‘Adapun Muawiyah, ia adalah seseorang yang sangat miskin, sedangkan Abu Jahm, adalah seseorang yang ringan tangan (suka memukul wanita).” (HR. Muslim)

5. Terhadap orang yang menampakkan kefasikan & kemaksiatannya, seperti minum khamer, berzina, judi, mencuri, dan membunuh. Terhadap orang yang seperti ini kita boleh ghibah. Apalagi terhadap orang yang menampakkan permusuhannya kepada agama Islam dan kaum muslimin.

6. Untuk pengenalan.
Adakalanya seseorang telah dikenal dengan julukan tertentu yang terkesan negatif, seperti para periwayat hadits ada yang dikenal dengan sebutan A’masy (si rabun), A’raj (pincang), Asham (tuli), A’ma (buta) dsb. Mereka semua sangat dikenal dengan nama tersebut. Jika disebut nama lain bahkan banyak perawi lainnya yang kurang mengenalnya. Meskipun demikian, tetap menggunakan nama aslinya adalah lebih baik. Bahkan jika dengan namanya tersebut dia telah dikenal, maka tidak boleh menggunakan julukan yang terkesan negatif.

Cara Untuk Menghindari Dusta dan Ghibah
Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap penyakit tentu ada obatnya. Demikian juga dengan penyakit hati dan lisan, seperti dusta dan ghibah. Allah memberikan berbagai jalan untuk manusia agar dapat mengobati dirinya dari penyakit-penyakit seperti ini, di antaranya adalah:

1. Dengan meningkatkan rasa ‘muraqabatullah’ yaitu sebuah rasa di mana kita senantiasa tahu, bahwa Allah sangat mengetahui segala tindak tanduk yang kita lakukan, baik ketika seorang diri maupun di saat bersama-sama. Baik ketika orang yang kita bicarakan ada di antara kita ataupun tidak ada. Allah pasti mengetahuinya.

2. Meningkatkan keyakinan kita bahwa setiap orang yang kita bicarakan, pasti akan dimintai pertanggungjawabannya dari Allah SWT kelak. Dalam salah satu ayatnya, Allah berfirman (QS. 50: 18):

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ*

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

3. Menahan emosi dan mencegah amarah. Karena keduanya merupakan faktor yang dapat membawa seseorang pada ghibah dan dusta.

4. Tabayun (baca; mengecek) terhadap informasi yang datang dari seseorang, sebelum membicarakannya pada orang lain. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 49: 6)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ*

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

5. Beramal & berusaha untuk dapat menciptakan suasana yang ‘Islami’, di lingkungan kerja, di rumah, di kantin dsb, dengan membuat kesepakatan dan ketauladanan untuk tidak membicarakan kejelekan orang lain, apalagi berbohong. Di samping itu juga keharusan adanya teguran, kepada orang yang secara sengaja atau tidak dalam membicarakan orang lain.

6. Jika kita merupakan orang yang menjadi obyek pembicaraan, kita pun harus menanggapinya dengan akhlak yang baik dan bijaksana. Kita mencek kembali, mengapa mereka membicarakan kita, siapa saksinya kemudian diselesaikan dengan baik.

7. Himbauan secara khusus kepada orang-orang yang menjadi panutan, baik dalam kantornya, masyarakatnya atau di mana saja, untuk menjauhi hal ini (ghibah dan dusta), supaya mereka yang berada di bawahnya dapat mencontoh. Karena apabila para panutan ini memberikan keteladanan yang buruk, maka para bawahannya pun akan mengikutinya.

8. Membiasakan diri untuk bertanya sesegera mungkin manakala melihat adanya fenomena seseorang yang berbuat sesuatu yang melanggar syariat, hingga kita tidak terjerumus pada keghibahan.

9. Mengajak umat secara keseluruhan untuk menghindari diri dari penyakit ini, dengan cara tidak membicarakan orang lain, tidak mendengarkan jika ada orang yang membicarakan orang lain, memberikan teguran dan lain sebagainya.

10. Mengingat-ingat kembali, tentang hukum dusta dan ghibah serta akibat yang akan ditimbulkan dari adanya hal seperti ini.

Penutup
Kita yakin bahwa setiap insan pasti pernah terjerumus dalam perbuatan maksiat. Dan kemaksiatan yang paling mudah menjerumuskan setiap insan adalah maksiat mata dan maksiat lisan. Dan di antara kemaksiatan lisan adalah dusta dan ghibah. Padahal kedua kemaksiatan ini (ghibah dan dusta) adalah termasuk dalam kategori dosa-dosa besar. Dusta, adalah dosa besar yang paling besar, yang disejajarkan dengan syirik dan durhaka pada orang tua. Sementara ghibah Allah umpamakan seperti memakan bangkai saudara kita sendiri yang telah mati. Atau seperti orang yang melakukan riba yang paling berat dan berbahaya. Jadi betapa besarnya dosa kita jika setiap hari kita ‘mengkonsumsi’ dusta dan ghibah?

Oleh karena itulah, hendaknya kita memperbaharui taubat kita kepada Allah SWT serta berjanji untuk tidak terjerumus kembali pada ghibah & dusta, semampu kita. Apalagi jika kita merenungi bahwa salah satu sifat mukmin adalah sebagaimana yang digambarkan dalam hadits berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ (رواه البخاري)

Dari Abdullah bin Amru RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim adalah seseorang yang menjadikan muslim lainnya selamat (terjaga) dari lisan dan tangannya. Sedangkan muhajir adalah orang yang meninggalkan sesuatu yang dilarang Allah SWT. (HR. Bukhari)

Wallahu A’lam Bis Shawab.

Ke KPU Naik Becak Cinta

PKS daftarkan caleg pakai becak cinta - Jelang Pileg Jatim 2014 - Rombongan PKS menggunakan becak cinta ke KPU Jatim


Ada yang unik dengan kedatangan mereka ini, karena mereka menggunakan becak, yang diberi nama becak cinta. “Kami datang dengan becak cinta, yakni becak yang dimodifikasi dan digenjot oleh beberapa orang secara bersama-sama,” ungkap Ketua DPW PKS Jatim, Hamy Wahjunianto pada LICOM, Jumat (12/4).

Hamy menjelaskan, becak cinta yang diusungnya ini jadi semacam simbol bahwa PKS punya misi menebar cinta untuk rakyat Indonesia. “Kami ingin merubah paradigma politik yang selama ini dikenal sebagai arena pertarungan yang keras, menjadi sarana menebar kebaikan bagi masyarakat luas”, katanya.

Kedatangan puluhan kader PKS ini diterima oleh Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu KPU Jatim, Agus M. Fauzi. Agus mengatakan bahwa pendaftaran caleg untuk setiap partai waktunya hanya satu hari.

“Kalau PKS mendaftarkan hari ini, berarti sudah tidak bisa lagi menambahkan daftarnya calegnya. Kami hanya menerima kalau ada perbaikan data saja dan bukan diubah,” tegasnya di hadapan rombongan PKS.

Sementara, Hamy menjelaskan pihaknya memang memilih hari Jumat mendaftarkan berkas calegnya untuk DPRD Provinsi Jatim. “Insya Allah semuanya sudah lengkap sesuai aturan KPU yang sudah disosialisasikan.

Dan dari 100 anggota caleg yang kami ajukan, ada 38 caleg perempuan. Ini jelas memenuhi persyaratan. Karena itulah kami berani hari ini mendaftarkan pejuang kami untuk jadi anggota DPRS Jatim,” imbuhnya.
Sesudah penyerahan berkas secara simbolik, tim KPU Jatim langsung memeriksa kelengkapan berkas yang diserahkan oleh DPW PKS Jatim.

sumber:http://www.lensaindonesia.com/2013/04/12/pks-daftarkan-caleg-pakai-becak-cinta.html

Pemilik TV Tak Boleh Kampanye Semena-mena

 


JAKARTA -- Mahkamah Konstitusi (MK) ikut menyoroti kontroversi Pasal 46 huruf f Peraturan KPU (PKPU) Nomor 1/2013 tentang Kampanye. Ini terkait pencabutan izin terhadap peyelenggaraan penyiaran atau penerbitan media cetak. Menurut Ketua MK Akil Mochtar, aturan pencabutan itu memang dibolehkan, tapi merupakan ancaman maksimal. 

Kalau melakukan pelanggaran pertama, sanksinya dimulai dengan teguran. Kalau sudah melanggar berkali-kali sangat mungkin dilakukan pencabutan. Dengan catatan, yang dilakukan bukan sampai pencabutan izin perusahaan, melainkan siarannya saja.

Ia mencontohkan salah satu stasiun televisi swasta yang pemiliknya merupakan ketua umum partai dan setiap hari tampil melakukan kampanye. "Nah, itu dia bisa dicabut. Kalau tidak begitu, stasiun televisinya tidak takut-takut. Tapi, itu kelasnya peraturan KPU," ujar Akil, Jumat (12/4).

Ia mengusulkan, kalau aturan itu dibolehkan Dewan Pers. Namun, dianggap tidak berkenan dan diminta diuji ke pengadilan umum atau pengadilan tata usaha negara (PTUN). Sehingga, kalau ke MK itu terlalu tinggi, karena bukan undang-undang.

Menurut Akil, prinsipnya yang harus disadari jangan sampai mengekang kebebasan pers dan hak orang untuk mendapatkan informasi yang cukup. Meski begitu, sambungnya, kebebasan itu jangan sampai dijadikan alasan untuk bisa semena-mena.

"Jangan dilihat dari perspektif peraturannya saja, tapi dilihat dari perspektif keadilannya," ujar Akil.

sumber:http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/04/12/ml55hs-mk-pencabutan-hanya-izin-siaran-bukan-perusahaan

Ekspatriat AS Syahadat di Depan Anis Matta

Jumat, 12 April 2013 | 16.52



BALIKPAPAN -- Soal hidayah itu memang sepenuhnya menjadi prerogatif Allah SWT. Tak seorang pun tahu kapan dan bagaimana hidayah Islam merasuk ke dalam jiwa manusia.

Orang yang saat ini sangat membenci bahkan menjadi musuh Islam, bisa jadi sebelum akhir hayatnya kelak menjadi orang terdepan dalam membela agama Allah. Itu bisa terjadi setelah hidayah menyentuh fitrah jiwanya. Begitupun sebaliknya. Orang yang saat ini hidup dalam naungan Islam, bisa jadi ketika hidayah terlepas dari fitrahnya, suatu saat dia menjadi orang yang bersuara lantang menentang Islam.

Fenomena ini yang terjadi pada seorang ekspatriat asal Amerika Serikat bernama Antony Todd Foster. Hidayah Allah menjemput fitrah jiwanya tepat Jumat (12/4). Foster sedang berada di Balikpapan ketika bertemu dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta.

Usai menunaikan shalat dan menjadi khatib di Masjid Istiqomah, Balikpapan, Anis diminta kesediaannya oleh pengurus masjid untuk memandu proses Islamisasi Foster. Proses mualaf Foster disaksikan ratusan jamaah di masjid raya tersebut.

Perlahan-lahan mantan wakil ketua DPR tersebut membimbing Foster untuk mengucap dua kalimat syahadat. Terbata-bata, Foster berupaya mengucap kalimat itu dengan baik. Begitu selesai mengucap kalimat syahadat, takbir dari ratusan jamaah yang menjadi saksi bergema.

Tak hanya membimbing proses keislaman Foster, Anis juga menghadiahi nama baru untuk Foster. Yaitu dengan menambahi kata 'Muhammad' di depan namanya yang terakhir.

Dalam bahasa Inggris, Anis lalu menyampaikan sejumlah pesan dan nasehat kepada Foster tentang kewajiban dan hak yang baru bagi seorang Muslim mualaf.

sumber:http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/04/12/ml4u3w-usai-khotbah-jumat-presiden-pks-islamkan-ekspatriat-as

Pimpinan KPK Inisial BW Tutupi Kasus Century

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto

JAKARTA - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Century, Fahri Hamzah menyebut pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) inisial BW sengaja menutupi kasus bailout Bank Century. Tudingan itu muncul karena BW pernah menjadi kuasa hukum Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Bagaimana kasus ini disembunyikan dalam KPK, karena dalam pimpinan KPK ada bekas lawyer LPS, BW," kata Fahri, di sela acara Milad ke-15 PKS, di Aula Birawa, Komplek Bidakara, Pancoran, Jakarta, Kamis (11/4/2013) malam.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan, dugaan adanya pelanggaran bisa dilihat dari Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) yang diberikan Bank Indonesia.

"Kita lihat saja konstruksinya 14 November 2008. Mungkinkah uang mengalir dari BI tanpa permintaan, kan disitu tidak ada permintaan. Uang keluar dari kas negara itu ada aturannya dong," paparnya.

Indikasi adanya pelanggaran, tambahnya, karena waktu pencairan dana juga sangat singkat. Padahal, dana yang dikeluarkan juga bukan sedikit. "Penyerahan uang sudah muncul dalam waktu 5 jam 30 menit. Ngurus kredit dimana yang bisa secepat itu?," tanyanya.

Atas temuan-temuan itu, Fahri menilai, ada upaya dari oknum pimpinan KPK untuk sengaja menutup dan melupakan kasus Bank Century. "Saya mengindikasikan KPK bekerja sedang menutup dan melupakan kasus ini. Itu paling real," tegasnya.

sumber:http://news.okezone.com/read/2013/04/11/339/790180/pimpinan-kpk-inisial-bw-tutupi-kasus-century

Ini Cara PKS Cari Capres

Politisi PKS Mahfudz Siddiq


Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq mengatakan, partainya tidak tertarik menggunakan mekanisme konvensi untuk menjaring calon presiden dan wakil presiden. Meski, beberapa partai tertarik memakai konvensi, seperti Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan.

PKS memiliki mekanisme sendiri untuk menjaring calon presiden dan wakil presiden. Pertama, kata Mahfudz, capres dan cawapres dibahas terlebih dahulu di Majelis Syuro PKS dengan kandidat yang berasal dari kader atau luar partai.

"Calon dari luar, PKS biasanya menggunakan pola hunting. Partai melakukan mapping dari tokoh-tokoh nasional dan dikaji, dan komunikasi terhadap tokoh-tokoh itu," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jumat 12 April 2013.

Tapi, PKS tidak menutup kesempatan seseorang untuk mendaftarkan diri sebagai capres di PKS. "Kalau ada yang melamar boleh saja, tapi kami tidak gunakan mekanisme konvensi," ujar dia.

Tapi, kata dia, saat ini PKS belum membicarakan masalah capres. "Masih fokus pada pileg," katanya.

sumber:http://us.politik.news.viva.co.id/news/read/404621-cara-pks-cari-capres-untuk-pemilu-2014

Tagline Baru PKS - Cinta, Kerja, dan Harmoni.....


SEMARANG, — Sepekan jelang Milad yang ke-15 yang akan digelar di Semarang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Secara resmi mengusung tagline baru yakni cinta, kerja, dan Harmoni. Awalnya, tagline bersih, peduli, dan profesional digunakan PKS sejak beberapa periode terakhir setelah sebelumnya mengusung tagline bersih dan peduli.

Adanya kata cinta dalam tagline PKS kali ini sejalan dengan misi yang dibawa oleh Presiden PKS, Muhammad Anis Matta di mana dia membawa politik cinta ke dalam ranah demokrasi. Melalui akun twitternya, politisi PKS Fahri Hamzah menjelaskan politik cinta yang dibawa oleh Anis Matta.

“Presiden @anismatta telah menulis banyak tentang cinta. Dan kini ia ingin membawanya ke dalam politik,”katanya dalam akun @Fahrihamzah.
Dalam beberapa kesempatan temu kader dan konsolidasi di berbagai wilayah, Anis Matta sering mengungkapkan bahwa cinta harus dibawa ke dalam dunia politik, karena tanpa cinta politik akan terasa galak.

“Justru karena keadaan kita seperti itu di mana politik menjadi permainan yang berbahaya, cinta harus hadir. Justru karena politik semakin keras dan kejam maka cinta harus hadir. Justru karena kekuasaan semakin mendominasi makna politik, maka cinta harus melembutkan nya,” kata Anis Matta dalam berbagai forum internal PKS.

Dengan tagline baru ini, dipastikan PKS akan membawa semangat dan ruh perjuangan baru untuk mewujudkan target pencapaian 3 besar di Pemilu 2014 mendatang.

sumber:http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/04/12/152687/PKS-Usung-Tagline-Baru

Post Terpopuler

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. )|( PKS Bae Kudus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger