)|( PKS Bae Kudus
Headlines News :

PKS Update

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Ghibah dan Dusta

Sabtu, 13 April 2013 | 08.22

Muslimah dialog simpatik


Ghibah dan dusta merupakan dua hal, yang hampir-hampir menjadi fenomena dalam lingkup kehidupan manusia. Seringkali, di manapun manusia berkumpul dan berbicara, tidak luput dari dua hal ini, atau minimal dengan salah satunya. Jika kita perhatikan di kantor, di pasar, di rumah, di kantin atau di manapun juga, baik laki-laki maupun perempuan, senantiasa minimal ghibah (baca; membicarakan orang lain) menjadi tema sentral pembicaraan mereka.

Padahal, Allah SWT memerintahkan kepada setiap insan untuk berkomunikasi dan berbicara dengan baik. Dalam salah satu ayatnya Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا*  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا*

"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (baik), niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar."

Ayat di atas menggambarkan kepada kita, adanya korelasi yang kuat antara keimanan (baca; ketakwaan) dengan perkataan yang baik. Seseorang yang memiliki keimanan yang baik, insya Allah secara otomatis akan berkomunikasi dan bertutur kata yang baik. Sementara ghibah apalagi dusta termasuk dalam kategori perkataan yang tidak baik. Bahkan dusta masuk dalam kategori dosa-dosa besar.

Antara Ghibah Dan Dusta
Dari segi bahasa, ghibah berasal dari kata bahasa Arab ‘Ghaba’, yang berarti ghaib (baca; tidak tampak), atau tidak terlihat:
الغيبة لغة مشتق من فعل غاب أو الغيب، وهو كل ما غاب عن الإنسان
Oleh karena itulah, dari segi bahasa, ghibah berarti membicarakan orang lain yang ghaib (baca; yang tidak hadir) di antara orang yang sedang membicarakannya. Baik pembicaraan tersebut mengenai hal-hal yang positif darinya, ataupun yang bersifat negatif.

Adapun dari segi istilah, ghibah adalah pembicaraan yang dilakukan seorang muslim mengenai saudaranya sesama muslim lainnya dalam hal-hal yang bersifat keburukan dan kejelekannya, atau hal-hal yang tidak disukainya.

Sedangkan dusta, adalah kita membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri seseorang yang sesungguhnya sesuatu itu tidak terdapat dalam diri saudara kita tersebut. Sehingga dari sini, perbedaan antara ghibah dengan dusta terletak pada obyek pembicaraan yang kita lakukan. Dalam ghibah, yang kita bicarakan itu memang benar-benar ada dan melekat pada diri orang yang menjadi obyek pembicaraan kita. Sedangkan dalam dusta, sesuatu yang kita bicarakan tersebut, ternyata tidak terdapat pada diri seseorang yang kita bicarakan. Hal ini secara jelas pernah digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tahukah kalian, apakah itu ghibah? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘engkau membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri saudaramu mengenai sesuatu yang tidak dia sukai. Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku? Rasulullah SAW menjawab, jika yang kau bicarakan ada pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mengghibahinya. Sedangkan jika yang engkau bicarakan tidak terdapat pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mendustakannya. (HR. Muslim)

Dusta dan Ghibah Dalam pandangan Islam
Baik ghibah maupun dusta, sesungguhnya merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah SAW:
Mengenai dusta, Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 22: 30):

فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ*

‘Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.’
Bahkan dusta ini masuk dalam kategori dosa-dosa besar yang senantiasa harus dijauhi oleh setiap mukmin. Dalam satu riwayat, Rasulullah SAW pernah mengatakan:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ قُلْنَا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ أَلاَ وَقَوْلُ الزُّورِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ أَلاَ وَقَوْلُ الزُّورِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ فَمَا زَالَ يَقُولُهَا حَتَّى قُلْتُ لاَ يَسْكُتُ (رواه البخاري)

“Dari Abu Bakrah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Maukah kalian aku beritahu tentang dosa-dosa yang paling besar di antara dosa-dosa besar? Kami menjawab, tentu wahai Rasulullah SAW. Rasulullah SAW mengatakan, ‘Yaitu, menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua.’ Beliau berdiri, kemudian duduk, lalu mengatakan lagi, ‘dan perkataan dusta serta persaksian dusta… perkataan dusta dan persaksian dusta….’ Beliau terus mengucapkan itu, hingga aku katakan bahwa beliau tidak berhenti mengucapkannya.” (HR. Bukhari)

Ayat-ayat dan hadits-hadits lainnya yang membicarakan masalah ghibah masih cukup banyak. Namun dari kedua dalil di atas, kita sudah dapat mengambil kesimpulan bahwa dusta merupakan perbuatan tercela yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah SAW. Bahkan Rasulullah SAW secara langsung mengkategorikannya pada perbuatan dosa-dosa besar yang paling besar.

Sedangkan mengenai ghibah, sebagaimana dusta, banyak ayat-ayat maupun hadits-hadits yang melarangnya. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam (QS. 49: 12):

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ*

‘Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.’

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ أَرْبَى الرِّبَا الاِسْتِطَالَةَ فِي عِرْضِ الْمُسْلِمِ بِغَيْرِ حَقٍّ (رواه أبو داود)

Dari Said bin Zaid RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya riba yang paling bahaya adalah berpanjang kalam dalam membicarakan (keburukan) seorang muslim dengan (cara) yang tidak benar. (HR. Abu Daud)

Kedua dalil di atas telah cukup menunjukkan kepada kita mengenai bahaya ghibah. Dalam ayat (QS. 49: 12) Allah mengumpamakan ghibah seperti orang yang memakan daging saudaranya sendiri yang telah meninggal. Sedangkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Rasulullah SAW mengumpamakannya dengan riba yang paling berat dan berbahaya. Oleh karena itulah, bagi setiap muslim harus berusaha secara maksimal untuk meninggalkan kedua penyakit lisan yang ternyata sangat berbahaya ini. Kita dapat membayangkan, sekiranya setiap hari kita diumpamakan seperti menyantap makanan yang terbuat dari daging saudara kita sendiri? Selain itu kita juga diumpakan selalu berinteraksi dengan riba yang paling berbahaya dan paling besar dosanya di sisi Allah SWT? Na’udzu billah min dzalik.

Kondisi Diperbolehkannya Ghibah dan Dusta
Meskipun demikian, memang ada beberapa kondisi tertentu di mana kita diperbolehkan untuk dusta dan ghibah.

1. Kondisi diperbolehkannya dusta
Dalam hadits dijelaskan oleh Rasulullah SAW mengenai beberapa keadaan di mana seseorang dihalalkan untuk berdusta, berdasarkan hadits berikut:

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لاَ يَحِلُّ الْكَذِبُ إِلاَّ فِي ثَلاَثٍ يُحَدِّثُ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ لِيُرْضِيَهَا وَالْكَذِبُ فِي الْحَرْبِ وَالْكَذِبُ لِيُصْلِحَ بَيْنَ النَّاسِ (رواه الترمذى)

“Dari Asma’ binti Yazid RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Dusta tidak diperkenankan melainkan dalam tiga hal; seorang suami berbicara kepada istrinya agar istrinya (lebih mencintainya), dusta dalam peperangan dan dusta untuk mendamaikan di antara manusia (yang sedang bertikai)” (HR. Turmudzi)

2. Kondisi diperbolehkannya ghibah
Dr. Sayid Muhammad Nuh dalam Afat Ala al-Thariq (1996: III/ 52) mengungkapkan ada enam hal, di mana seseorang diperbolehkan untuk ghibah, yaitu:

1. Tadzalum.
Yaitu orang yang teraniaya, kemudian mengadukan derita yang diterimanya kepada hakim, ulama dan penguasa agar dapat mengatasi problematika yang sedang dialaminya. Dalam pengaduan tersebut tentu ia akan menceritakan keburukan orang yang menganiaya dirinya. Dan hal seperti ini diperbolehkan. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:

لاَ يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا*

“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

2. Meminta bantuan untuk merubah kemungkaran & mengembalikan orang yang maksiat menjadi taat kepada Allah SWT, kepada orang yang dirasa mampu untuk melakukannya. Seperti ulama, ustadz atau psikolog. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda,
‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka dengan hatinya. (HR. Muslim).
Sementara meminta bantuan kepada orang yang lebih mampu, masuk dalam kategori merubah kemungkaran dengan lisan.

3. Meminta fatwa.
Seperti seseorang yang meminta fatwa kepada ulama dan ustadz, bahwa saudaraku misalnya menzhalimiku seperti ini, maka bagaimana hukumnya bagi diriku maupun bagi saudaraku tersebut.
Dalam salah satu riwayat pernah digambarkan, bahwa Hindun binti Utbah (istri Abu Sufyan) mengadu kepada Rasulullah SAW dan mengatakan, wahai Rasulullah SAW, suamiku adalah seorang yang bakhil. Dia tidak memberikan padaku uang yang cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga kami, kecuali yang aku ambil dari simpanannya dan dia tidak mengetahuinya. Apakah perbuatanku itu dosa? Rasulullah SAW menjawab, ambillah darinya sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan cara yang baik (baca; ma’ruf)” (HR. Bukhari)

4. Peringatan terhadap keburukan atau bahaya.
Seperti ketika Fatimah binti Qais RA datang kepada Rasulullah SAW dan memberitahukan bahwa ada dua orang pemuda yang akan meminangnya, yaitu Muawiyah dan Abu Jahm. Rasulullah SAW mengatakan, ‘Adapun Muawiyah, ia adalah seseorang yang sangat miskin, sedangkan Abu Jahm, adalah seseorang yang ringan tangan (suka memukul wanita).” (HR. Muslim)

5. Terhadap orang yang menampakkan kefasikan & kemaksiatannya, seperti minum khamer, berzina, judi, mencuri, dan membunuh. Terhadap orang yang seperti ini kita boleh ghibah. Apalagi terhadap orang yang menampakkan permusuhannya kepada agama Islam dan kaum muslimin.

6. Untuk pengenalan.
Adakalanya seseorang telah dikenal dengan julukan tertentu yang terkesan negatif, seperti para periwayat hadits ada yang dikenal dengan sebutan A’masy (si rabun), A’raj (pincang), Asham (tuli), A’ma (buta) dsb. Mereka semua sangat dikenal dengan nama tersebut. Jika disebut nama lain bahkan banyak perawi lainnya yang kurang mengenalnya. Meskipun demikian, tetap menggunakan nama aslinya adalah lebih baik. Bahkan jika dengan namanya tersebut dia telah dikenal, maka tidak boleh menggunakan julukan yang terkesan negatif.

Cara Untuk Menghindari Dusta dan Ghibah
Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap penyakit tentu ada obatnya. Demikian juga dengan penyakit hati dan lisan, seperti dusta dan ghibah. Allah memberikan berbagai jalan untuk manusia agar dapat mengobati dirinya dari penyakit-penyakit seperti ini, di antaranya adalah:

1. Dengan meningkatkan rasa ‘muraqabatullah’ yaitu sebuah rasa di mana kita senantiasa tahu, bahwa Allah sangat mengetahui segala tindak tanduk yang kita lakukan, baik ketika seorang diri maupun di saat bersama-sama. Baik ketika orang yang kita bicarakan ada di antara kita ataupun tidak ada. Allah pasti mengetahuinya.

2. Meningkatkan keyakinan kita bahwa setiap orang yang kita bicarakan, pasti akan dimintai pertanggungjawabannya dari Allah SWT kelak. Dalam salah satu ayatnya, Allah berfirman (QS. 50: 18):

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ*

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

3. Menahan emosi dan mencegah amarah. Karena keduanya merupakan faktor yang dapat membawa seseorang pada ghibah dan dusta.

4. Tabayun (baca; mengecek) terhadap informasi yang datang dari seseorang, sebelum membicarakannya pada orang lain. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 49: 6)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ*

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

5. Beramal & berusaha untuk dapat menciptakan suasana yang ‘Islami’, di lingkungan kerja, di rumah, di kantin dsb, dengan membuat kesepakatan dan ketauladanan untuk tidak membicarakan kejelekan orang lain, apalagi berbohong. Di samping itu juga keharusan adanya teguran, kepada orang yang secara sengaja atau tidak dalam membicarakan orang lain.

6. Jika kita merupakan orang yang menjadi obyek pembicaraan, kita pun harus menanggapinya dengan akhlak yang baik dan bijaksana. Kita mencek kembali, mengapa mereka membicarakan kita, siapa saksinya kemudian diselesaikan dengan baik.

7. Himbauan secara khusus kepada orang-orang yang menjadi panutan, baik dalam kantornya, masyarakatnya atau di mana saja, untuk menjauhi hal ini (ghibah dan dusta), supaya mereka yang berada di bawahnya dapat mencontoh. Karena apabila para panutan ini memberikan keteladanan yang buruk, maka para bawahannya pun akan mengikutinya.

8. Membiasakan diri untuk bertanya sesegera mungkin manakala melihat adanya fenomena seseorang yang berbuat sesuatu yang melanggar syariat, hingga kita tidak terjerumus pada keghibahan.

9. Mengajak umat secara keseluruhan untuk menghindari diri dari penyakit ini, dengan cara tidak membicarakan orang lain, tidak mendengarkan jika ada orang yang membicarakan orang lain, memberikan teguran dan lain sebagainya.

10. Mengingat-ingat kembali, tentang hukum dusta dan ghibah serta akibat yang akan ditimbulkan dari adanya hal seperti ini.

Penutup
Kita yakin bahwa setiap insan pasti pernah terjerumus dalam perbuatan maksiat. Dan kemaksiatan yang paling mudah menjerumuskan setiap insan adalah maksiat mata dan maksiat lisan. Dan di antara kemaksiatan lisan adalah dusta dan ghibah. Padahal kedua kemaksiatan ini (ghibah dan dusta) adalah termasuk dalam kategori dosa-dosa besar. Dusta, adalah dosa besar yang paling besar, yang disejajarkan dengan syirik dan durhaka pada orang tua. Sementara ghibah Allah umpamakan seperti memakan bangkai saudara kita sendiri yang telah mati. Atau seperti orang yang melakukan riba yang paling berat dan berbahaya. Jadi betapa besarnya dosa kita jika setiap hari kita ‘mengkonsumsi’ dusta dan ghibah?

Oleh karena itulah, hendaknya kita memperbaharui taubat kita kepada Allah SWT serta berjanji untuk tidak terjerumus kembali pada ghibah & dusta, semampu kita. Apalagi jika kita merenungi bahwa salah satu sifat mukmin adalah sebagaimana yang digambarkan dalam hadits berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ (رواه البخاري)

Dari Abdullah bin Amru RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim adalah seseorang yang menjadikan muslim lainnya selamat (terjaga) dari lisan dan tangannya. Sedangkan muhajir adalah orang yang meninggalkan sesuatu yang dilarang Allah SWT. (HR. Bukhari)

Wallahu A’lam Bis Shawab.

Ke KPU Naik Becak Cinta

PKS daftarkan caleg pakai becak cinta - Jelang Pileg Jatim 2014 - Rombongan PKS menggunakan becak cinta ke KPU Jatim


Ada yang unik dengan kedatangan mereka ini, karena mereka menggunakan becak, yang diberi nama becak cinta. “Kami datang dengan becak cinta, yakni becak yang dimodifikasi dan digenjot oleh beberapa orang secara bersama-sama,” ungkap Ketua DPW PKS Jatim, Hamy Wahjunianto pada LICOM, Jumat (12/4).

Hamy menjelaskan, becak cinta yang diusungnya ini jadi semacam simbol bahwa PKS punya misi menebar cinta untuk rakyat Indonesia. “Kami ingin merubah paradigma politik yang selama ini dikenal sebagai arena pertarungan yang keras, menjadi sarana menebar kebaikan bagi masyarakat luas”, katanya.

Kedatangan puluhan kader PKS ini diterima oleh Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu KPU Jatim, Agus M. Fauzi. Agus mengatakan bahwa pendaftaran caleg untuk setiap partai waktunya hanya satu hari.

“Kalau PKS mendaftarkan hari ini, berarti sudah tidak bisa lagi menambahkan daftarnya calegnya. Kami hanya menerima kalau ada perbaikan data saja dan bukan diubah,” tegasnya di hadapan rombongan PKS.

Sementara, Hamy menjelaskan pihaknya memang memilih hari Jumat mendaftarkan berkas calegnya untuk DPRD Provinsi Jatim. “Insya Allah semuanya sudah lengkap sesuai aturan KPU yang sudah disosialisasikan.

Dan dari 100 anggota caleg yang kami ajukan, ada 38 caleg perempuan. Ini jelas memenuhi persyaratan. Karena itulah kami berani hari ini mendaftarkan pejuang kami untuk jadi anggota DPRS Jatim,” imbuhnya.
Sesudah penyerahan berkas secara simbolik, tim KPU Jatim langsung memeriksa kelengkapan berkas yang diserahkan oleh DPW PKS Jatim.

sumber:http://www.lensaindonesia.com/2013/04/12/pks-daftarkan-caleg-pakai-becak-cinta.html

Pemilik TV Tak Boleh Kampanye Semena-mena

 


JAKARTA -- Mahkamah Konstitusi (MK) ikut menyoroti kontroversi Pasal 46 huruf f Peraturan KPU (PKPU) Nomor 1/2013 tentang Kampanye. Ini terkait pencabutan izin terhadap peyelenggaraan penyiaran atau penerbitan media cetak. Menurut Ketua MK Akil Mochtar, aturan pencabutan itu memang dibolehkan, tapi merupakan ancaman maksimal. 

Kalau melakukan pelanggaran pertama, sanksinya dimulai dengan teguran. Kalau sudah melanggar berkali-kali sangat mungkin dilakukan pencabutan. Dengan catatan, yang dilakukan bukan sampai pencabutan izin perusahaan, melainkan siarannya saja.

Ia mencontohkan salah satu stasiun televisi swasta yang pemiliknya merupakan ketua umum partai dan setiap hari tampil melakukan kampanye. "Nah, itu dia bisa dicabut. Kalau tidak begitu, stasiun televisinya tidak takut-takut. Tapi, itu kelasnya peraturan KPU," ujar Akil, Jumat (12/4).

Ia mengusulkan, kalau aturan itu dibolehkan Dewan Pers. Namun, dianggap tidak berkenan dan diminta diuji ke pengadilan umum atau pengadilan tata usaha negara (PTUN). Sehingga, kalau ke MK itu terlalu tinggi, karena bukan undang-undang.

Menurut Akil, prinsipnya yang harus disadari jangan sampai mengekang kebebasan pers dan hak orang untuk mendapatkan informasi yang cukup. Meski begitu, sambungnya, kebebasan itu jangan sampai dijadikan alasan untuk bisa semena-mena.

"Jangan dilihat dari perspektif peraturannya saja, tapi dilihat dari perspektif keadilannya," ujar Akil.

sumber:http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/04/12/ml55hs-mk-pencabutan-hanya-izin-siaran-bukan-perusahaan

Ekspatriat AS Syahadat di Depan Anis Matta

Jumat, 12 April 2013 | 16.52



BALIKPAPAN -- Soal hidayah itu memang sepenuhnya menjadi prerogatif Allah SWT. Tak seorang pun tahu kapan dan bagaimana hidayah Islam merasuk ke dalam jiwa manusia.

Orang yang saat ini sangat membenci bahkan menjadi musuh Islam, bisa jadi sebelum akhir hayatnya kelak menjadi orang terdepan dalam membela agama Allah. Itu bisa terjadi setelah hidayah menyentuh fitrah jiwanya. Begitupun sebaliknya. Orang yang saat ini hidup dalam naungan Islam, bisa jadi ketika hidayah terlepas dari fitrahnya, suatu saat dia menjadi orang yang bersuara lantang menentang Islam.

Fenomena ini yang terjadi pada seorang ekspatriat asal Amerika Serikat bernama Antony Todd Foster. Hidayah Allah menjemput fitrah jiwanya tepat Jumat (12/4). Foster sedang berada di Balikpapan ketika bertemu dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta.

Usai menunaikan shalat dan menjadi khatib di Masjid Istiqomah, Balikpapan, Anis diminta kesediaannya oleh pengurus masjid untuk memandu proses Islamisasi Foster. Proses mualaf Foster disaksikan ratusan jamaah di masjid raya tersebut.

Perlahan-lahan mantan wakil ketua DPR tersebut membimbing Foster untuk mengucap dua kalimat syahadat. Terbata-bata, Foster berupaya mengucap kalimat itu dengan baik. Begitu selesai mengucap kalimat syahadat, takbir dari ratusan jamaah yang menjadi saksi bergema.

Tak hanya membimbing proses keislaman Foster, Anis juga menghadiahi nama baru untuk Foster. Yaitu dengan menambahi kata 'Muhammad' di depan namanya yang terakhir.

Dalam bahasa Inggris, Anis lalu menyampaikan sejumlah pesan dan nasehat kepada Foster tentang kewajiban dan hak yang baru bagi seorang Muslim mualaf.

sumber:http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/04/12/ml4u3w-usai-khotbah-jumat-presiden-pks-islamkan-ekspatriat-as

Pimpinan KPK Inisial BW Tutupi Kasus Century

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto

JAKARTA - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Century, Fahri Hamzah menyebut pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) inisial BW sengaja menutupi kasus bailout Bank Century. Tudingan itu muncul karena BW pernah menjadi kuasa hukum Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Bagaimana kasus ini disembunyikan dalam KPK, karena dalam pimpinan KPK ada bekas lawyer LPS, BW," kata Fahri, di sela acara Milad ke-15 PKS, di Aula Birawa, Komplek Bidakara, Pancoran, Jakarta, Kamis (11/4/2013) malam.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan, dugaan adanya pelanggaran bisa dilihat dari Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) yang diberikan Bank Indonesia.

"Kita lihat saja konstruksinya 14 November 2008. Mungkinkah uang mengalir dari BI tanpa permintaan, kan disitu tidak ada permintaan. Uang keluar dari kas negara itu ada aturannya dong," paparnya.

Indikasi adanya pelanggaran, tambahnya, karena waktu pencairan dana juga sangat singkat. Padahal, dana yang dikeluarkan juga bukan sedikit. "Penyerahan uang sudah muncul dalam waktu 5 jam 30 menit. Ngurus kredit dimana yang bisa secepat itu?," tanyanya.

Atas temuan-temuan itu, Fahri menilai, ada upaya dari oknum pimpinan KPK untuk sengaja menutup dan melupakan kasus Bank Century. "Saya mengindikasikan KPK bekerja sedang menutup dan melupakan kasus ini. Itu paling real," tegasnya.

sumber:http://news.okezone.com/read/2013/04/11/339/790180/pimpinan-kpk-inisial-bw-tutupi-kasus-century

Ini Cara PKS Cari Capres

Politisi PKS Mahfudz Siddiq


Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq mengatakan, partainya tidak tertarik menggunakan mekanisme konvensi untuk menjaring calon presiden dan wakil presiden. Meski, beberapa partai tertarik memakai konvensi, seperti Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan.

PKS memiliki mekanisme sendiri untuk menjaring calon presiden dan wakil presiden. Pertama, kata Mahfudz, capres dan cawapres dibahas terlebih dahulu di Majelis Syuro PKS dengan kandidat yang berasal dari kader atau luar partai.

"Calon dari luar, PKS biasanya menggunakan pola hunting. Partai melakukan mapping dari tokoh-tokoh nasional dan dikaji, dan komunikasi terhadap tokoh-tokoh itu," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jumat 12 April 2013.

Tapi, PKS tidak menutup kesempatan seseorang untuk mendaftarkan diri sebagai capres di PKS. "Kalau ada yang melamar boleh saja, tapi kami tidak gunakan mekanisme konvensi," ujar dia.

Tapi, kata dia, saat ini PKS belum membicarakan masalah capres. "Masih fokus pada pileg," katanya.

sumber:http://us.politik.news.viva.co.id/news/read/404621-cara-pks-cari-capres-untuk-pemilu-2014

Tagline Baru PKS - Cinta, Kerja, dan Harmoni.....


SEMARANG, — Sepekan jelang Milad yang ke-15 yang akan digelar di Semarang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Secara resmi mengusung tagline baru yakni cinta, kerja, dan Harmoni. Awalnya, tagline bersih, peduli, dan profesional digunakan PKS sejak beberapa periode terakhir setelah sebelumnya mengusung tagline bersih dan peduli.

Adanya kata cinta dalam tagline PKS kali ini sejalan dengan misi yang dibawa oleh Presiden PKS, Muhammad Anis Matta di mana dia membawa politik cinta ke dalam ranah demokrasi. Melalui akun twitternya, politisi PKS Fahri Hamzah menjelaskan politik cinta yang dibawa oleh Anis Matta.

“Presiden @anismatta telah menulis banyak tentang cinta. Dan kini ia ingin membawanya ke dalam politik,”katanya dalam akun @Fahrihamzah.
Dalam beberapa kesempatan temu kader dan konsolidasi di berbagai wilayah, Anis Matta sering mengungkapkan bahwa cinta harus dibawa ke dalam dunia politik, karena tanpa cinta politik akan terasa galak.

“Justru karena keadaan kita seperti itu di mana politik menjadi permainan yang berbahaya, cinta harus hadir. Justru karena politik semakin keras dan kejam maka cinta harus hadir. Justru karena kekuasaan semakin mendominasi makna politik, maka cinta harus melembutkan nya,” kata Anis Matta dalam berbagai forum internal PKS.

Dengan tagline baru ini, dipastikan PKS akan membawa semangat dan ruh perjuangan baru untuk mewujudkan target pencapaian 3 besar di Pemilu 2014 mendatang.

sumber:http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/04/12/152687/PKS-Usung-Tagline-Baru

Apakah Istri Anda Cerewet? Itu Normal........

Kamis, 11 April 2013 | 16.46

Ilustrasi. (inet)

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita menemukan banyak suami yang heran dengan sikap dan perilaku istrinya. Menurut para suami, istri mereka terlalu banyak bicara. Ungkapan seperti ini sering didengar oleh para konselor keluarga:
“Istri saya itu orangnya aneh banget. Maunya ngomong terus, hal-hal yang tidak penting saja diomongkan”, kata seorang suami.
“Istri saya itu orangnya sangat cerewet. Semua dikomentari, seakan tidak ada hal yang benar dari diri saya”, kata suami yang lain.
“Saya heran, apa tidak sebaiknya dia itu diam saja, tidak usah banyak bicara”, ujar suami yang lain.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Sebenarnya para suami hanya kurang memahami dan mengerti karakter umum perempuan. Ada hal yang membuat lelaki dan perempuan memang berbeda, karena memiliki susunan otak yang tidak sama. Allan dan Barbara Pease menceritakan bahwa kebanyakan perempuan memiliki susunan otak yang membuatnya bisa menang berbicara dan menang mengomel dibanding semua lelaki. Bagian otak perempuan yang digunakan untuk berbicara dan berbahasa lebih banyak dibanding pada otak laki-laki.

Hal ini membuat dua sudut pandang yang berbeda. Di mata perempuan, laki-laki tampak tidak banyak bicara. Sedangkan di mata laki-laki, perempuan tampak tidak bisa diam. Menurut kaum perempuan, laki-laki banyak diam sampai hal-hal penting saja tidak dibicarakan. Menurut laki-laki, para perempuan terlalu banyak bicara, sampai hal-hal yang tidak penting pun diomongkan.

Otak perempuan memiliki susunan yang memungkinkannya memiliki kemampuan “jalur majemuk”. Perempuan bisa bermain lempar empat atau lima bola sekaligus. Perempuan dapat menjalankan program komputer sambil berbicara di telepon dan mendengarkan pembicaraan kedua yang berlangsung di belakangnya; sambil minum secangkir teh hangat.

Perempuan dapat berbicara mengenai beberapa hal yang tidak berhubungan dalam satu percakapan, dan menggunakan lima jenis suara untuk mengganti pokok pembicaraan atau memberi tekanan pada suatu hal tertentu. Laki-laki hanya mampu mendengarkan tiga dari banyak suara tersebut, sehingga laki-laki sering kehilangan alur cerita pada waktu mendengarkan perempuan berbicara.

Perempuan Sulit Berbicara To The Point
Dengan struktur otak yang “jalur majemuk” tersebut, rata-rata kaum perempuan sulit berbicara to the point. Pembicaraannya selalu berkembang, sebagaimana tampak dalam percakapan antara Dewa dengan istrinya, Ratih.

Dewa: Apakah Desy akan datang pada agenda liburan Tahun Baru besok?
Ratih: Desy bilang kemungkinan akan datang, tergantung kondisi order kue yang sekarang tengah menurun karena situasi ekonomi yang tengah labil. Sedangkan Ratna mungkin tidak datang karena Arya harus periksa ke dokter spesialis. Katanya Bambang tengah kehilangan pekerjaan, jadi dia sedang berusaha mencari pekerjaan baru, dan Sony tidak mendapatkan izin cuti. Bosnya ketat sekali. Desy bahkan mungkin datang lebih awal, supaya bisa mempersiapkan acara dan berbelanja berbagai keperluan, termasuk membelikan kado bagi pernikahan Ema. Mungkin sebaiknya kita nanti mengantar Desy untuk……”
Dewa: Apakah itu artinya “datang” atau “tidak”?
Ratih: Iya, tapi juga masih tergantung dengan kondisi Diana, apakah mobilnya bisa dipinjam atau tidak, karena semenjak mobil barunya dipakai Erik, Diana selalu mengeluhkan mobilnya yang tua dan sering masuk bengkel….. Bla bla bla…”

Dewa merasa hanya bertanya sebuah pertanyaan sederhana, dan mestinya bisa dijawab ringkas dengan “datang” atau “tidak datang”. Bukankah sekadar bertanya, “Apakah Desy akan datang pada acara pertemuan keluarga besok?” Mengapa jawabannya begitu panjang dan menghubungkan dengan banyak orang serta banyak kondisi yang tidak ditanyakan?
Yang ditanyakan Dewa hanya soal Desy, namun Ratih menjawab dengan menyebut tujuh nama orang lainnya, dengan beraneka topik yang menyertainya.

Laki-laki Suka Berbicara To The Point
Sementara otak laki-laki tersusun dalam bentuk “jalur tunggal”. Rata-rata kaum lelaki hanya bisa memusatkan perhatian pada satu hal pada satu saat. Jika seorang perempuan mengajak bicara laki-laki yang tengah menyetir mobil di jalan melingkar, jalan keluar akan terlewatkan olehnya, dan laki-laki ini akan menyalahkan perempuan karena berbicara.

Jika laki-laki tengah melaksanakan satu pekerjaan di kantor, ia tidak mau diganggu dengan diajak mengobrol. Begitu mengobrol, maka pekerjaan ditinggalkan. Bahkan saat menerima telepon, laki-laki cenderung mencari tempat yang sepi karena tidak mau diganggu suara lainnya.

Konon, banyak perempuan yang merasa bahwa hanya merekalah satu-satunya orang dewasa yang berpikiran sehat dalam keluarga. Mereka merasa, suami mereka berkelakuan seperti anak-anak. Sementara kaum laki-laki menganggap istri mereka tidak bisa diajak diskusi ilmiah dan rasional, sehingga kadang suami merasa malu jika mendengar istrinya berbicara di depan orang banyak.

Dengan struktur otak yang “jalur tunggal” tersebut, menyebabkan rata-rata laki-laki lebih suka berbicara to the point. Jika ditanya satu pertanyaan, akan memberikan satu jawaban. Perhatikan dialog Dewa dengan Ratih berikut:

Ratih: Kamu tadi dari mana sih?
Dewa: Dari kantor.
Ratih: Kok pulangnya terlambat?
Dewa: Masih ada kerjaan.
Ratih: Kamu capek sayang?
Dewa: Biasalah…
Ratih: Mau aku buatkan teh panas?
Dewa: Boleh.

Sangat berbeda bukan, bagaimana cara menjawab pertanyaan? Jika Ratih ditanya satu pertanyaan, jawabannya bisa dua puluh empat poin. Sedangkan jika dewa ditanya satu pertanyaan, jawabannya juga hanya satu poin. Lelaki suka menjawab “ya” dan “tidak” secara ringkas. Perempuan suka menjawab dengan mengembangkan jawaban.

Ini semua natural dan normal. Jangan saling heran dengan pasangan Anda. Mengerti titik-titik perbedaan membuat suami dan istri semakin bisa menerima satu dengan yang lainnya. Tidak saling menyalahkan, tidak saling menjelekkan, namun berusaha selalu lebih mendekat kepada pasangan. Tidak perlu membesar-besarkan perbedaan.

Jadi, jika istri Anda cerewet, itu normal. Memang begitulah Tuhan memberikan kemampuan pada kaum perempuan. Kecerdasan linguistik kaum perempuan lebih tinggi dibanding lelaki, kosa kata kaum perempuan lebih banyak daripada lelaki. Itulah sebabnya perempuan sering disebut cerewet. Namun dengan kecerewetannya itu pulalah Tuhan mengajari anak-anak kita pandai berbicara, maka syukuri kecerewetan istri Anda.

Gerakan 969 Habisi Muslim Myanmar



Wirathu baru saja dibebaskan tahun lalu usai mendekam sembilan tahun di penjara. Dia bisa bebas karena amnesti yang diberikan untuk ratusan tahanan politik, usai reformasi pascamiliter berkuasa. Dia ditahan karena membantu menghasut kerusuhan anti-Muslim pada 2003.

Sekarang ini, tokoh karismatik dengan senyum muda itu menjadi kepala biara di Biara Masoeyein Mandalay, komplek tempat dia memimpin 60 biksu dan menjadi tokoh dari 2.500 warga disana.
Dari kekuatan itu, dia memimpin satu pergerakan yang dinamakan 969. Gerakan ini mendorong Umat Buddha untuk menghindari bisnis dan komunitas Muslim.

Tiga angka itu berasal dari beberapa simbol yang bersumber dari ajaran Buddha. Dia mengajarkan kebiksuan. Pada praktiknya, nomor itu menjadi citra dari bentuk radikal nasionalis anti-Muslim. Mereka ingin membuat Myanmar bertransformasi menjadi mirip dengan negara apartheid.
"Kami punya slogan: Saat makan, makan 969; saat pergi, pergi 969; saat membeli, beli 969," ujar Wirathu saat diwawancara di biaranya, di Mandalay.

Menjadi pemimpin ekstremis, Wirathu pun mengaku sebagai Bin Laden Birma. Dia mengaku memberi pidato 969 sekitar empat bulan lalu. Tugasnya, ujar Wirathu, adalah untuk menyebarkan misi tersebut dan berhasil. Stiker 969 Wirathu berkembang dan diikuti dengan kekerasan.

Perusuh mencoretkan angka 969 ketika menghancurkan pusat bisnis Muslim di Meikhtiila. Pergerakan anti-Muslim di daerah Bago, dekat di Yangon, meletus seusai seorang biksu berkhotbah soal pergerakan 969. Stiker dengan angka 969 tampak di tiang jalan, motor, poster, mobil dan di seluruh jantung kota.

sumber:http://www.republika.co.id/berita/internasional/asean/13/04/09/mkz0jb-gerakan-969-habisi-muslim-myanmar

Tokoh Biksu Takut Myanmar Seperti Indonesia

 

REPUBLIKA.CO.ID, MEIKHTILA -- Tokoh biksu nasionalis Wirathu mengungkapkan pengakuannya terkait konflik agama di Myanmar.

Pengusung gerakan 969 ini takut Myanmar akan seperti Indonesia setelah islam masuk ke nusantara pada abad ke-13. Pada akhir abad ke-16, Islam dapat menggantikan Hindu dan Buddha sebagai agama yang dominan di pulau-pulau utama di Indonesia.

Dengan menyebarkan nilai 969, Wirathu berupaya mengingatkan kaum Buddha. 'Lampu kuning' itu berisi tanda untuk mengawasi Muslim yang mulai menipiskan identitas Myanmar sebagai negara Buddha.

"Dengan uang, mereka lebih kaya dan menikahi perempuan Buddha Burma yang kemudian masuk Islam dan menyebarkan agama," katanya. Perilaku umat Islam itu, ujarnya, membuat pengikut kuil Buddha menjadi lebih sedikit.

Wirathu melanjutkan, ketika Muslim menjadi kaya, mereka akan membangun masjid yang dibangun tidak sama dengan Pagoda dan Kuil Buddha. "Mereka seperti musuh berpangkalan buat kita. Lebih banyak masjid, berarti lebih banyak musuh yang ada. Oleh karena itu, kita harus mempertahankannya."

Biksu ini mulai berkhotbah dengan gaya apartheid seperti gerakan 969 pada 2001. Ketika itu, ada laporan dari Departemen Luar Negeri AS tentang peningkatan kekerasan anti-Muslim di Myanmar. Sentimen anti-Muslim disulut pada Maret 2001. Ketika itu, Taliban menghancurkan patung Buddha di Bamiyan, Afghanistan.

Upaya provokasi Wirathu tetap berlangsung hingga dia ditahan pada 2003 dan divonis 25 tahun penjara. Dia diputus bersalah karena menyebarkan pamflet anti-Muslim yang menghasut kerusuhan komunal di tempat kelahirannya di Kyaukse, sebuah kota dekat Meikhtila. Ketika itu, s10 Muslim tewas di Kyaukse karena pergerakan Buddha.

sumber:http://www.republika.co.id/berita/internasional/asean/13/04/09/mkz75n-tokoh-biksu-takut-myanmar-seperti-indonesia

Kok KPK lamban tangani Century?

PKS sebut KPK lamban tangani Century


Anggota Tim Pengawas (Timwas) DPR untuk kasus bailout Bank Century Indra mengatakan, dokumen surat kuasa dengan ditandatangani Gubernur Bank Indonesia (BI) saat itu yang dijabat Boediono, adalah temuan baru.

Menurut politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) itu, adanya temuan tersebut, makin memperkuat dugaan keterlibatan Boediono dalam kasus bailout Bank Century.

"Dokumen baru yang kita temukan, yang sebelumnya belum didapat," ujar Indra di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2013).

Ditemukannya surat kuasa tersebut, sambung anggota Komisi III DPR ini, bisa memberi kejelasan kepada Boediono, apakah terlibat atau tidak, tentu  KPK yang mengetahuinya.

Ditetapkannya Siti Chalimah Fajriyah (SCF) dan Budi Mulya (BM) sebagai tersangka, menjadi bukti bahwa kasus senilai Rp6,7 triliun itu ada tindak pidana korupsi. Karena itu Indra berharap, KPK tidak berhenti pada dua orang tersebut. "Apakah Boediono bersalah atau tidak biarkan proses hukum berjalan," ucapnya.

Indra menambahkan, KPK harus aktif menindaklanjuti temuan Timwas Bank Century, sehingga ada kejelasan apakah dokumen tersebut bisa dijadikan alat bukti atau tidak. "Ini sudah menjadi dokumen publik, ya KPK harus menindaklanjuti, fungsi penegak hukum harus aktif jangan pasif, harus melakukan langkah progresif," tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, penanganan kasus Bank Century tidak secepat kasus-kasus lainnya, sementara dugaan kerugian negara terkait kasus Bank Century cukup besar. "Saya cukup kecewa penanganan Century seakan jalan di tempat, Desember sudah ada tersangka, tapi sampai sekarang belum ada apa-apa," pungkasnya.

sumber:http://nasional.sindonews.com/read/2013/04/11/13/736923/pks-sebut-kpk-lamban-tangani-century

Milad PKS, Undang Eks Presiden Brazil Hingga Bekas PM Australia

Rabu, 10 April 2013 | 15.41



Dalam rangka menyambut Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke 15, Fraksi PKS DPR RI menggelar serial Dialog Peradaban dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan internasional.

Menurut Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid acara ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya PKS untuk terus mendukung proses transisi Demokrasi di Indonesia.

Demikian disampaikan Hidayat di Jakarta dalam konferensi pers Serial Dialog Peradaban di Ruang Pleno FPKS, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Rabu, (10/4).

Serial Dialog Pertama akan dilaksanakan besok, Kamis malam, (11/4) di Hotel Bidakara dengan menghadirkan Prof Dr. Ing BJ Habibie sebagai pembicara utama.

Menurut Hidayat, Habibie adalah tokoh bangsa yang menyelamatkan transisi Demokrasi di Indonesia, justru dalam situasinya yang paling kritis.

“Ketika menggantikan Soeharto dulu, banyak yang menduga Indonesia akan hancur. Tetapi, justru Habibie mampu membawa Indonesia masuk dalam era Demokrasi yang sukses dengan tetap menjadi bangsa yang utuh,” katanya.

“Pak Habibie adalah tokoh demokrasi yang menyelematkan Indonesia dari perpercahan, kehancuran, dan beragam prediksi lain tentang jatuhnya Indonesia. Karena itu, PKS merasa perlu untuk banyak belajar kepada beliau dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas apa yang beliau lakukan terhadap bangsa ini,” tegas Hidayat.

Untuk Serial Dialog selanjutnya, kata Hidayat, akan menghadirkan tokoh-tokoh Demokrasi internasional diantaranya mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, Mantan Presiden Brazil Lula da Silva, serta Menteri Luar Negeri Turki yang juga merupakan tokoh AK Party Ahmet Davutoglu.

“Visi PKS tidak hanya perbaikan di level nasional, tapi juga di level internasional. Karena itu, kita perlu belajar pada tokoh-tokoh demokrasi internasional dan membagi pengalamannya untuk Indonesia,” kata Hidayat.

Hidayat menambahkan, perjalanan 15 tahun PKS menjadi pembelajaran bagi seluruh kader PKS dalam upaya untuk terus meniti dalam demokrasi. “Kami berpolitik dan berdemokrasi juga untuk mencerahkan. Tidak hanya di level nasional tapi juga level internasional,” jelasnya

PKS berterima kasih atas kepercayaan publik terkait posisi PKS yang terus naik dari awal sampai saat ini. Selain itu, PKS juga terus mengenalkan budaya politik yang positif kepada masyarakat, diantaranya upaya untuk terus menolak adanya politik dinasti, menolak korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mengenalkan budaya politik lainnya.

“Karena itu, PKS terus memperjuangkan isu-isu penting dan mengenalkan budaya politik baru di Indonesia. Kami konsisten untuk terus mengutamakan kader yang siap untuk tampil sebagai pejabat publik. Kami juga menolak politik dinasti dan segala bentuk kesalahan kita di masa lalu. Kami adalah energi baru di era demokrasi,” tegasnya.

sumber:http://www.rmol.co/read/2013/04/10/105894/Milad-PKS,-Hidayat-Nur-Wahid-Undang-Eks-Presiden-Brazil-Hingga-Bekas-PM-Australia-

Rasulullah Malah Tawarkan Bantuan kepada Pembantu

  


كَانَ النَّبِي صلى الله عليه وسلم مِمَّا يَقُوْلُ لِلْخَادِمِ: أَلَكَ حَاجَةٌ؟ -أحمد

Artinya: Dari apa-apa (yang banyak) dikatakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kepada pembantu beliau,”Apakah engkau memerlukan sesuatu?” (Riwayat Ahmad, dihasankan oleh Al Hafidz As Suyuthi)

Dalam periwayatan yang lengkap disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menawarkan bantuan kepada pembantu beliau, hingga suatu saat sang pembantu menjawab,"Saya memerlukan agar Anda memberi syafaat untuk saya di hari kiamat." Dan Rasulullah pun mengiyakan, namun meminta kepada pembantu beliau itu untuk memperbanyak sujud.

Ibnu Arabi menyatakan bahwa hadits ini menunjukkan kesempurnaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam segala persoalan (Faidh Al Qadir, 5/229). Bagaimana tidak, perkataan yang biasa disampaikan oleh pembantu kepada majikan seperti,”Ada yang perlu saya lakukan?”, “Ada yang bisa saya bantu?” atau ungkapan lainnya malah disampaikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada pembantu beliau.

Nah, jika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam amat memuliakan pembantu dan tidak merendahkan mereka, bagaimana dengan sikap kita terhadap pembantu?


sumber:http://hidayatullah.com/read/27577/06/03/2013/rasulullah-pun-tawarkan-bantuan-kepada-pembantu.html

9 Fakta Tulisan Dusta PKS Ninoy N Karundeng

EKA NUGROHO

“9 ALASAN meyakinkan Tulisan Ninoy Karundeng tentang PKS adalah BUALAN”

Pertama : Ninoy mengatakan “PKS satu-satunya partai yang didukung oleh umat Islam. Jadi sebagai seorang muslim saya wajib dan fardhu ain untuk mendukung PKS”. Kenyataannya tidak ada satupun baik pimpinan maupun kader yang menyatakan kalimat seperti itu, alias Ninoy ngebohong tanpa bukti.

Kedua: Ninoy mengatakan “PKS satu-satunya partai dakwah Islam di Indonesia yang membawa beban berat mengidentifikasi diri sebagai partai Islam dan representasi Islam. PKS mewakili kebenaran dan keindahan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Untuk itu segala perbuatan PKS harus islami dan tak boleh melenceng dari agama Islam. Untuk itu, tidak ada sama sekali perbuatan kader dan elite PKS yang menunjukkan perbuatan buruk dan mereka cenderung maksum. Nyantanya, banyak terjadi korupsi seperti yang dilakukan oleh Luthfi Hasan Ishaaq dan lain-lain, dan ternyata ajaran Islam yang benar tidak membenarkan seorang pun dianggap maksum!” Kenyataannya Tidak satupun pernyataan PKS yang menyebutkan kadernya maksum (dimana Noy anda dapatkan kalimat itu?) dan kenyataanya Ninoy yang berkata PKS banyak koruptor hanya bisa menyebutkan satu nama LHI sebagai koruptor….sedangkan ICW saja (ahlinya pengamat coruptor) menyebutkan tidak ada.

Ketiga : Ninoy mengatakan “PKS satu-satunya partai yang menjamin keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Buktinya setiap perbuatan dihubungkan dengan keimanan dan keselamatan fid dunya wal akhirah. Nyatanya, omong kosong partai mampu menyelamatkan kehidupan dunia akhirat!” Kenyataannya, Tidak satupun pernyataan PKS yang memberikan jaminan keselamatan dunia dan akherat. Kalau bukti yang dipakai adalah “setiap perbuatan dihubungkan dengan keimanan dan keselamatan dunia akherat” maka itu adalah hakekat ajaran islam. Kalau Ninoy tidak percaya bahwa Perbuatan itu sangat berhubungan dengan kadar keimanan dan keselamatan dunia akherat? Wah saya jadi bertanya “Agama Ninoy apa ya?” setahu saya semua agama diindonesia mau Islam, Kristen, katolik, Hindu dan Budha..semua mengajarkan prinsip bahwa perbuatan manusia menentukan keselamatan dunia dan akheratnya.

Keempat : Ninoy mengatakan “PKS satu-satunya partai paling bersih dan peduli terhadap kehidupan bersih dan anti terhadap korupsi, kolusi dan nepotisme. Tidak ada satu pun kader PKS yang terlibat kasus KKN apapun selama PKS menjadi partai politik dan insya Allah sampai akhir zaman. Nyatanya Presiden PKS dicokok KPK!” Kenyataannya, PKS tidak pernah menyatakan bahwa PKS satu-satunya partai yang bersih, dan peduli, yang ada PKS punya jargon “Bersih, Peduli dan professional” itu artinya PKS sangat menjaga kebersihan dari Korupsi, Kolusi dan nepotisme…tidak ada kalimat “satu-satunya ”. Kenyataannya pula LHI ditangkap dengan kasus yang masih tergantung karena kurang bukti…bahkan kasus suapnya dilarikan ke kasus TPPU yang tidak ada kaitannya dengan uang 1 milyar yang dituduhkan selama ini…tidakkah Anda melihat Fakta tersebut Noy!

Kelima: Ninoy mengatakan, “Dengan demikian PKS menjadi satu-satunya partai politik yang selama bumi masih berputar dan matahari masih terbit dari barat atau timur sebagai mana diyakini oleh kader PKS - asalkan informasinya dari elite PKS akan dipercayai - maka Insya Allah atas kehendak Allah SWT PKS akan tetap berdiri sebagai partai sampai akhir zaman. Allahumma Amin. Nyatanya, tak ada partai akan langgeng sampai kiamat!” Kenyataannya: sekali lagi ungkapan diatas hanya bualan Ninoy yang tidak pernah disebutkan sekalipun oleh PKS, karena PKS yakin segala sesuatu akan hancur di dunia ini kecuali Allah semata. Apalagi Ninoy mengatakan bahwa hal tersebut diyakini oleh kader2 PKS, fitnah apalagi ini? Dan Anda seolah sangat tahu itu jadi keyakinan kader PKS….wah..wah..wah…Noy…Engkau kaya Tuhan aja, tahu segalanya…

Keenam: Ninoy mengatakan: “PKS adalah satu-satunya parpol di Indonesia yang melakukan pelatihan, pengkaderan secara sistematis, terencana dengan melakukan brainwashing secara total sehingga menciptakan kaderisasi yang militant. Kader PKS dikenal unggul dalam hal taklid dan kejumudan yang mengakar dan disertai oleh sudut pandang egosentris yang berkecenderungan membabihutanbutakan semua hal yang berada di luar kemampuan berpikir para kader. Sistem susunisasi top down dari elite kepada grass root diyakini sebagai kebenaran mutlat adalah alat efektif menopang keberadaan dan kesetiaan para kader PKS kepada perjuangan dan agama PKS. Nyatanya, kecenderungan ini adalah pembodohan dan kemunduran!” Kenyataannya, Ninoy hanya membual 1000%, bagaimana mungkin Anda menyebut di PKS ada Brainwashing, taqlid, jumud, egosentris dalam pengkaderan PKS sementara Anda belum pernah ikut Pelatihan-pelatihan PKS….untuk itu saya tantang Anda untuk ikut program pengkaderan PKS…mau sebulan…dua bulan…atau setahun…dua tahun..terserah Ente…nanti kita buktikan bersama mana yang Anda sebut Brainwashing, Taqlid, jumud, dan egosentris?….Hayo..wani po raaa…

Ketujuh: Ninoy mengatakan, “PKS adalah satu-satunya partai yang menjamin keselamatan hidup di dunia dan akhirat bagi para kadernya jika menjalankan syariat Islam, perintah Allah SWT, perintah Rasulullah SAW, ajaran para alim ulama cerdik pandai dan terpenting pula ajaran para elite partai yang sekaligus sebagai ustadz - tak ada partai lainnya yang para pemimpin dan elite partainya adalah para utdaz dan ustadzah seperti ustadz Anis Matta, mubalighoh Luthfi Hasan Ishaaq, dan masih banyak yang lainnya seperti Ustadz Tifatul Sembiring dan ustadz yang sudah tidak aktif lagi karena sibuk berpolitik dan menjadikan politik sebagai ganti berdakwah, Hidayat Nur Wahid. Nyatanya, tanpa berpartai kalau menjalankan perintah Allah SWT dijamin masuk surga! Kenyataannya, Perkataan Ninoy seperti dukun yang mendengar bisikan gaib dari syetan yang mencuri berita dari langit terus berita itu sama dukun Ninoy dicampur dengan 100 kedustaan. Kenyataannya, ustadz-ustadz yang Ninoy sebut itu meskipun aktif di politik, mereka masih aktif ngisi pengajian, seminar, mabit di masjid, I’tikaf, perkemahan di gunung, bahkan dipenjara sekalipun ust LHI masih aktif berdakwah. Tapi saya setuju ungkapan terakhir Bung Ninoy “ Tanpa partai orang bisa masuk surga…setujuuuuu…100%” ( red: masak LHI mubalighoh..?)

Kedelapan: Ninoy mengatakan, “kader PKS paling pintar beropini dan sangat sopan dalam mengomentari dan menerima kritikan dari para musuh PKS yang melakukan serangan. Para kader PKS pun terkenal sebagai ksatria dan selalu memakai akun kloningan sebagai bentuk perjuangan membela PKS agar bisa berbicara paling keras sekalipun tak akan ada risiko. Nyatanya, kader PKS mengafir-ngafirkan dan menuduh semua orang yang mengeritik PKS sebagai kafir, musuh Allah SWT dengan menjelek-jelekkan pribadi penulis dan pengeritik. Ini bertentangan dengan logika dan sopan-santun dan bertolak belakang dengan slogan dakwah dan membawa nama Islam”. Kenyataannya, PKS tidak mengkafirkan seorangpun karena itu jelas terlarang megkafirkan sesame muslim, Tetapi setahu saya ada sebagian PKS lover (tidak tahu kader atau simpatisan) yang gantian mencaci kompasianer-kompasianer sebagai respon tulisan mereka yang isinya “membully, mencaci, dan menghina bahkan mengarang seperti cerpen-cerpen yang Anda tulis”. Yang demikian susah dikendalikan karena menyangkut perasaan, yang saya yakin itu akan Anda lakukan saja jika orang yang Anda Cintai/hormati (seperti ibu Anda atau istri Anda) di bully orang, di caci, dihina, dibuat cerpen-cerpen negative sementara Anda yakin Ibu/istri Anda tidak melakukan itu. Jadi Kompasianer-kompasianer itu yang memulai duluan dengan melanggar etika “praduga tak Bersalah” atas kasus yang menimpa PKS khususnya Ust LHI.

Kesembilan: Ninoy mengatakan, “PKS adalah partai yang selalu menjadi sasaran konspirasi baik internal maupun eksternal PKS. Salah satu bentuk nyata konspirasi tersebut dialamatkan kepada Presiden PKS Lebih parah lagi konspirasi itu disertai dengan upaya menjelek-jelekkan PKS dengan gratifikasi seks yang diperankan oleh kader PKS Ustadz Achmad Fathanah dan mahasiswi Maharany Suciono. Ini benar-benar fitnah keji terhadap elite PKS. Nyatanya itu alasan klasik dengan menyalahkan pihak lain akan perbuatan sendiri yang tidak benar melambangkan sifat pengecut dan tidak ksatria. Dan, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) selama ini belum pernah membebaskan terdakwa - meski kader PKS tetap tak percaya dan mengadakan doa-doa agar LHI dan Achmad Fathanah dibebaskan!” Kenyataannya, Ninoy konsisten sebagai PEMBUAL dengan menyebutkan “KPK selama ini belum pernah membebaskan TERDAKWA” kenyataannya KPK masih menyebut sebagai “tersangka bukan terdakwa”. Dan sedemikian yakinnya Ninoy bahwa LHI bersalah seolah-olah tidak tahu bahwa kasus suap 1 milyar sudah diseret-seret KPK kedalam kasus TPPU yang tidak terkait dengan kasus suap 1 milyar . (red:AF bukan kader PKS)

Jadi kesimpulan saya, saya yakin-seyakin2nya dari 9 alasan tadi bahwa NINOY N KARUNDENG adalah seorang PEMBUAL SEJATI . Wallahua’lam bishshowab. Ya Allah kuatkannlah kami menghadapi para pembual ini!

sumber:http://politik.kompasiana.com/2013/04/10/9-kenyataan-tulisan-ninoy-n-karondeng-tentang-pks-bohong-549671.html

Siapa Bilang Tak Ada Selebriti di PKS

Headline

Siapa sangka sosok Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Taufik Ridho jago bermain musik dan bernyanyi? Bagi kader PKS, Taufik Ridho bak selebriti yang kerap menghibur dalam acara internal partai.

Sekjen DPP PKS Taufik Ridho diam-diam memiliki bakat khusus. Bekas Ketua DPW PKS Jawa Barat ini memiliki keahlian bernyanyi dan memainkan berbagai alat musik. Keahlian inilah yang menjadikan Taufik kerap tampil di acara internal PKS. "Saya tampil cuma di lingkungan partai saja," ujar Taufik usai jumpa pers peluncuran daftar calon sementara (DCS) PKS di Ruang Fraksi PKS DPR RI, Selasa (9/4/2013).

Selain bisa memainkan berbagai alat musik seperti gitar dan piano, pengganti Anis Matta ini juga lihai dalam membuat syair lagu. Jumlah syair lagu karangan dia tak terhitung lagi jumlahnya. "Sudah banyak syair lagunya," tambah Taufik.

Informasi tentang keahlian Sekjen PKS ini mulanya diungkap oleh anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ekky Awal Muharram yang menyebutkan Taufik Ridho merupakan selebriti di internal PKS. Lantaran Taufik kerap tampil bak artis untuk acara internal PKS.

Ketika diminta sejumlah jurnalis untuk menyanyikan lagu karya dirinya, Taufik enggan menuruti permintaan para wartawan. Namun, setengah berpromosi, Taufik mengatakan penampilan dirinya dapat dilihat di situs Youtube. "Kalau mau lihat buka saja di Youtube, sudah banyak yang diunggah oleh teman-teman. Klik "Souhar"," ujar Taufik setengah berpromosi.

Souhar merupakan nama kelompok musik di mana Taufik ikut berkiprah di dalamnya. Sauhar merupakan akronim dari "Shautul Harakah" yang berarti suara pergerakan. Jika sempat melihat di situs Youtube, memang lagu-lagu yang dinyanyikan kelompok musik milik Taufik Ridho berisi lagu-lagu perjuangan penyemangat kader PKS. Itu sesuai dengan nama kelompok musiknya, "suara perjuangan" (Shotul Harakah). [mdr]

sumber:http://nasional.inilah.com/read/detail/1976375/kerap-tampil-konser-di-acara-pks#.UWUZ4DeYKTx

Post Terpopuler

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. )|( PKS Bae Kudus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger