)|( PKS Bae Kudus
Headlines News :

PKS Update

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Terima Kasih Saudaraku Para Penghujat PKS

Jumat, 17 Mei 2013 | 17.26


 
Wahai saudaraku, para penghujat PKS . Ku hanturkan salam dan iringan doa padamu, semoga engkau selalu dalam lindungan-Nya. Ingin rasanya, Ku salami tanganmu, ku rangkul tubuhmu saudaraku, seraya membisikkan ketelingamu, “Terima Kasih saudaraku, engkau telah meluangkan waktu untuk menulis tentang PKS. Jujur sebenarnya aku malu padamu, aku sendiri sebagai kadernya sangat jarang sekali bahkan tidak pernah menulis tentang PKS, tapi berkat dirimu, aku pun termotivasi untuk menulis tentang PKS. terima kasih, Saudaraku :)

Terima kasih saudaraku, para penghujat PKS. Berkat dirimu, kami semakin cinta dengan partai ini dan keyakinan kami makin kuat bahwa PKS benar-benar partai dakwah. karena sudah menjadi sunatullah dakwah banyak pembenci dan penentangnya.

Terima kasih saudaraku, para penghujat PKS. Berkat dirimu, Kami semakin solid didaerah, setiap agenda Tasqif, mabit, dauroh, baksos, kunjungan tokoh dsb, pesertanya penuh melebihi target. Bahkan agenda mabit beberapa minggu yang lalu di ibu kota provinsiku dihadiri 1000-an kader ikhwan, Bisa dibayangkan betapa indahnya tidur bersama 1000-an orang. Mulai dari kader pejabat, dosen, pengusaha, pegawai swasta, mahasiswa dll. semuanya hangat bersilatuhrahmi tanpa ada sekat dan jarak.

Terima Kasih saudaraku, Para penghujat PKS. Berkat dirimu, PKS menjadi partai paling populer saat ini, sungguh ini menguntungkan karena telah membantu kami dalam mempromosikan partai ini. Beberapa tahun yang lalu masyarakat di desa kelahiranku tidak kenal dengan PKS, tapi berkat dirimu yang selalu gencar memberitakan PKS lewat mediamu, alhamdulillah bulan lalu aku pulang kampung, mereka sudah banyak yang tau dengan PKS, kalau uda kenal berarti memudahkan aku untuk mencerdaskan mereka.

Terima Kasih saudaraku, para penghujat PKS. Berkat dirimu kami sangat bersemangat merekrut kader/anggota baru, bahkan bulan lalu dalam agenda dakwah silaturahmi ke Masyarakat pelosok  beberapa desa, kami mendapatkan 700-an penduduk yang suka rela bergabung dengan PKS. Agenda ini rutin kami lakukan, baik ada atau tidaknya pemilu. Kami optimis bisa merekrut kader lebih banyak lagi.

Terima Kasih saudaraku, para penghujat PKS. Berkat dirimu, kami semakin bersemangat mengabdi kepada masyarakat. kami berlomba menyumbangkan sebagian rezeki kami, mulai dari uang, baju layak pakai, peralatan sekolah, obat-obatan, bahan-bahan pertanian dsb, untuk kegiatan baksos ke masyarakat yang diadakan setiap bulan.

Terima kasih Saudaraku, Para penghujat PKS. Berkat hujatan, makian, dan hinaanmulah menjadi kami semakin kuat, semakin dewasa dan tentunya semakin solid bahkan beberapa kader yang dulunya keluar kembali merapat untuk menguatkan dakwah ini.

Saudaraku, Para penghujat PKS. Teruslah menulis mengkritisi PKS, Tapi ingat kritisilah dengan santun dan beretika, saya yakin saudaraku penghujat PKS orangnya cerdas, berpendidikan dan sangat paham betul tentang adap kesopanan dan etika dalam berpendapat.

Saudaraku, terakhir aku ingin mengingatkan diriku pribadi dan tentunya juga dirimu tentang sebuah hadist Rasulullah, mari kita pahami bersama :
Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab berprasangka adalah sejelek-jelek pembicaraan. Janganlah kamu saling mencari kejelekan orang lain, janganlah saling bermegah-megahan, dan janganlah saling dengki mendengki. Janganlah saling mengumbar emosi, dan janganlah saling menjauhi. Jadilah kamu hamba-hamba Allah SWT yang bersatu dan bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah SWT kepadamu. Seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara, yang di antara mereka dilarang saling menganiaya, saling menghina, dan saling meremehkan. Taqwa adalah di sini (sambil Rasulullah memberi isyarah ke arah dada). Cukuplah seorang muslim dikatakan melakukan kejelekan apabila dia menghina sesama muslim. Seorang muslim dengan muslim lainnya harus saling menjaga darah, kehormatan, dan harta kekayaannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3Terima kasih, salam Cinta3 :)

Oleh: Sang Pencerah

sumber:http://politik.kompasiana.com/2013/05/17/terima-kasih-saudaraku-para-penghujat-pks-561193.html

Analisa Survei: Diterjang Badai, Demokrat Luluh-lantak Sementara PKS Tahan Banting

 


Belakangan ini ada fenomena migrasi atau perpindahan pemilih dari partai-partai politik yang ada. Di antara faktor yang menjadi penyebab migrasi pemilih adalah karena pemberitaan negatif seputar dugaan korupsi yang dilakukan oleh para elit partai.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, dalam jumpa pers di Warung Makan Bumbu Desa, Cikini, Jumat (17/5/2013). Dalam jumpa ini bertema “Elektabilitas Partai dan Migrasi Pemilih Jelang Pemilu 2014.”

Menurut Rico, belakangan ini publik disuguhkan pemberitaan secara gencar seputar tuduhan korupsi yang menimpa dua partai yaitu Demokrat dalam kasus Wisma Atlit dan Hambalang, serta PKS dengan kasus kuota impor sapi. Tentu saja, kasus korupsi yang menimpa elit partai tersebut mempengaruhi persepsi publik terhadap kedua partai tersebut, dan menjadi pemicu terjadi migrasi pemilih.

Berdasarkan survei Median, ungkap Rico, Partai demokrat menempati peringkat pertama dalam  migrasi pemilih yang memilihnya pada pemilu 2009, yaitu sebesar 76,67 persen. Sehingga hanya sekitar 23,33 pemilih mereka yang diperkirakan memilih di pemilu 2014. Hal itu tidak mengherankan, jika melihat gonjang-ganjing kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh para petinggi partai itu.

Namun, katanya, berbeda dengan yang terjadi pada PKS. Walaupun belakangan ini juga gencar diberitakan media seputar isu korupsi yang diduga melibatkan para petinggi partai ini, namun pemilih PKS pada pemilu 2009 lalu tidak tertlalu signifikan untuk bermigrasi ke partai lain. Terlihat dari hasil survei bahwa 73,03 persen pemilih PKS akan tetap memilih PKS. Hal ini terjadi karena basis pemilih PKS solid dan memiliki tingkat pendidikan relatif tinggi dibandingkan partai lainnya.

“Merupakan hal yang wajar ketika ada kasus korupsi yang menimpa kader dan berpengaruh pada elektabilitas partai. Namun dalam hal ini konstituen PKS relatif  memliki kemampuan untuk solid dan memilah setiap informasi yang ada di media terkait PKS, dan mampu menetralisir isu-isu negatif di antara kader dan kepada para konstituennya,” kata Rico.

Temuan itu, masih kata Rico, sebenarnya relevan jika melihat hasil survei yang menanyakan alasan memilih partai. Sebagian besar pertimbangan publik, atau 18 persen, memilih PKS karena kerja kadernya. Dibandingkan pertimbangan lainnya, seperti religius (12 persen), kesolidan (11 persen), merakyat (10,6 persen). Sehingga jika melihat kecenderungan pemilih PKS itu, maka bisa diperkirakan goncangan besar yang terjadi belakangan ini di tubuh PKS, tidak akan secara signifikan menurunkan suara PKS pada pemilu mendatang

“Berdasarkan hasil survei, memang memperlihatkan bahwa PKS adalah partai dengan tingkat loyalitas pemilih paling tinggi, yaitu 73,07 persen. Disusul PDI P dengan tingkat kesetiaan pemilih sebesar 59,51 persen, Gerindra sebesar 57,01 persen, PKB 54,66 persen, dan PPP 52,78 persen,” ungkap Rico.

Sedangkan bagi partai Demokrat, lanjutnya, goncangan ini menurunkan suara secara signifikan dibanding perolehan suara pada pemlu 2009 lalu. Hal itu terjadi karena berdasarkan basis demografisnya, hanya 6,7 persen pemilih Demokrat yang berpendidikan tinggi, sehingga relatif sulit untuk memilah setiap pemberitaan negatif. Ditambah dengan ketidaksolidan struktur partai di tingkat elit Demokrat dalam menghadapi krisis di tubuh partai itu.

Setidaknya, lanjut Rico, dari hasil survei ditemukan bahwa 42,60 persen responden menilai Demokrat tidak solid dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret para elitnya. Migrasi pemilih Demokrat paling tinggi dibandingkan partai-partai lainnya. Tercatat tingkat kepindahan pemilihnya ke partai-partai lainnya mencapai di atas 50 persen.

“Suara PD itu pindah ke beberapa partai, antara lain Partai Golkar sebesar 13,88 persen, Gerindra sebesar 10,59 persen, PKS sebesar 5,93 persen, PDI Perjuangan 5,8 persen, dan PKB 5,6 persen),” pungkasnya.

Rico menambahkan, survei ini dilakukan pada 28 April-6 Mei 2013 lalu, dengan 1.600 responden berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin error sebesar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

sumber:http://posmetrobatam.com/2013/05/17/pks-tahan-banting/

Kesaksian AF di Sidang Hari Ini


 by @SetiaLesmana

1.    AF: "Pak LHI mengatakan bahwa beliau tdk punya data soal daging dan tdk punya kapasitas utk pengaruhi kuota impor" #Kesaksian

2.    AF:"Semua itu inisiatif saya sendiri. Saya perkenalkan maria dgn LHI. Saya desak LHI terus menerus agar fasilitas ketemu Mentan" #Kesaksian

3.    AF: "saya yg mengatur pertemuan di Medan dgn mendesak terus LHI. Saya bersama Eldan dan maria berangkat ke medan". #Kesaksian

4.    AF: "Soal dana dari Indoguna utk PKS, itu hanya wacana saya dgn Bu Elda dan Maria saja. Nggak sampai ke PKS (dananya)". #Kesaksian

5.    AF: "Setiap saya sodorkan dana dari Indoguna, LHI selalu mengacuhkannya hingga akhirnya uang itu saya bawa dan gunakan sendiri". #Kesaksian

6.    AF: "saya mengaku pengusaha, saya adalah makelar yg menghubungkan dgn siapa saja (bisnis jasa)". #Kesaksian

7.    AF: "Motivasi saya murni memperoleh keuntungan. Dan itu saya konsumsi pribadi dan ada juga yg disumbangkan". #Kesaksian

8.    AF: "saya pernah memperoleh keuntungan sbg makelar hingga Rp 3 milyar. Banyak pihak kok yg saya sumbang". #Kesaksian

9.    AF:"thn 2012 saya memang pernah nyumbang utk PKS". #Kesaksian

10.    AF:"pengajuan Indoguna impor sebesar 500 ton daging ditolak oleh Mentan dgn alasan kuota sdh habis". #Kesaksian

11.    AF: "kata Dirjen Iwan Sukur, apapun yg terjadi penambahan kuota impor sdh tdk memungkinkan lagi. Itu sesuai aturannya". #Kesaksin

12.    AF:"Eldan mencoba peluang utk ijin kuota utk 2013. Itu yg kami coba cari celah. Mentan tetap nolak". #Kesaksian

13.    AF:"saya pernah telpon Elda, ini yg dibulatin apa? Dijawab itu adl importir yg tdk punya infrastruktur dll". #Kesaksian

14.    AF:"waktu saya bicara dgn LHI saya tdak lihat ada orang Mentan atau kementerian yg datang". #Kesaksian

15.    AF: saya minta dana ke Bu Elizabeth secara pribadi. Saya dorong utk seminar uji publik penambahan kuota impor". #Kesaksian

16.    AF:"seminar ini utk mengetahui kemungkinan penambahan kuota impor melibatkan importir, peternak, dll". #Kesaksian

17.    AF: kt Bu Elizabeth ada dana kemanusiaan (di PT Indoguna). Bu Elizabeth kasih sy Rp 1 M utk seminar dan sisanya utk pribadi sy" #Kesaksian

18.    AF:"apakah saya mau kasih ke PKS itu tergantung saya, bukan permintaan siapapun (di PKS). Itu semua saya yg tentukan". #Kesaksian

19.    AF: soal data kuota impor yg saya bahas dgn Elda, itu tdk ada sama sekali kaitannya dgn Mentan Suswono". #Kesaksian

20.    AF: "setelah terima dana Rp 1 M dari Elizabeth sy memang telpon LHI, bisa ketemu ngga nanti malam? Hanya itu kata2 dr saya". #Kesaksian

21.    AF: "LHI bilang lagi sibuk rapat dan kegiatan2 lainnya". #Kesaksian

22.    AF:"Maharani sepakat datang ke hotel dan bicara ke saya perlu ini itu, ya udah saya kasih Rp 10 jt ke dia". #Kesaksian

23.    AF: "soal komitmen Rp 5.000 per kg daging impor. Itu omong2an saya dgn Elda. Soal ini LHI nggak pernah percayai saya". #Kesaksian

24.    AF:"Soal komitmen Rp 40 M itu, LHI selalu nanggapinya dgn becanda saja". #Kesaksian

25.    AF:"Saya nggak yakin kalau LHI itu mau bicarakan soal itu. Mnrt sy LHI itu nggak yakin soal komitmen fee itu. LHI suka becanda". #Kesaksian

26.    AF: "saya ini makelar aja, calo apa aja". #Kesaksian

27.    AF:"sbg Calo saya yg menginisiatifkan (create) utk permintaan tambahan kuota impor antara PT Indoguna dgn LHI". #Kesaksian

28.    AF:"saya jd calo utk banyak proyek spt pertambangan, dan lain-lain". #Kesaksian

29.    AF:"saya tdk terlalu sering ke Kementan. Saya ke kementan utk urusan proyek dgn posisi sbg makelar". #Kesaksian

30.    AF:"pihak2 berwenang di Kementan selalu sarankan utk ikuti prosedur lelang. Dan proyek yg kami menangkan sesuai prosedur". #Kesaksian

31.    AF:"saya tegaskan bahwa saya bukan kader. Namun memang saya bersahabat dgn LHI. Jadi hubungan saya ke PKS hanya itu". #Kesaksian

32.    AF:"saya tdk pernah ambil uang Rp 300 jt dari Jerry. Saya ambil dari Elda. Saya juga ambil Rp 1 M dari Elda". #Kesaksian

33.    Saat ditanya Hakim apakah AF pernah suruh sopir kasih bungkusan ke ajudan LHI, AF mengaku lupa

    
    Content from Twitter

Pengamat: PKS Terjun Bebas, Ini Buktinya


Sejumlah lembaga survei menempatkan PKS di nomor urut bawah karena menurunnya popularitas tergerus kasus impor daging sapi. Namun tidak di survei yang digelar oleh Media Survei Nasional (Median) yang menempatkan PKS di urutan 3 besar. Seperti apa gambarannya?

Di survei yang digelar oleh Median, PKS meraih 7,2 persen suara dari total 1.450 responden, jika Pemilu digelar saat ini. Hal ini menempatkan PKS di urutan ke tiga di bawah Golkar (17,1%) dan PDIP (16,7%).

Survei ini digelar Media Survei Nasional (Median) selama 28 April-6 Mei 2013. Survei menggunakan 1.450 sampel dari seluruh WNI yang memiliki hak pilih dengan margin of error sebesar 2.57% dengan tingkat kepercayaan 95%. Sampel dipilih secara random dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi Propinsi dan gender di 33 provinsi.

Direktur Eksekutif Media Survei Nasinal (Median) Riko Marbun memaparkan popularitas PKS tak terjun bebas saat ini. Dia juga membantah survei tersebut dipesan oleh PKS.

"Nggak (pesanan), ya ini kan survei biasa. Kan lembaga lain banyak yang melakukan survei semacam ini karena menjelang Pemilu 2014. Survei itu dilakukan sebelum penyegelan mobil dan isu perempuan Fathanah muncul, sampai sekarang masih konstan," kata Riko usai paparan survei Median di di Restoran Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2013).

Berikut tingkat elektabilitas parpol jika Pemilu digelar hari ini, berdasarkan survei Median:

1. Partai Golkar 17,1
2. PDIP 16,7
3. PKS 7,2
4. Partai Demokrat 7,1
5. Partai Gerindra 6,5
6. PKB 5,6
7. PPP 5,2
8. NasDem 3,7
9. PAN 3,5
10. Hanura 1,3
11. PBB 0,6
12. PKPI 0,1

Survei Median ini menempatkan PKS di partai papan tengah dengan perolehan suara di atas 5%. Riko Marbun memaparkan 18% responden suka dengan kinerja PKS, 12% suka dengan PKS sebagai partai religius, 11% suka dengan soliditas PKS, 10,6% suka dengan PKS yang dianggap merakyat, 10% suka dengan tokoh, 7% suka dengan ideologi, 2,7% suka karena dianggap sesuai hati nurani dam 2,9 persen suka dengan program PKS.

sumber:http://news.detik.com/read/2013/05/17/120854/2248730/10/tak-seperti-biasanya-pks-masuk-3-besar-di-survei-median

Divide et Impera, Ada Yang Tepuk Tangan.....

Kamis, 16 Mei 2013 | 11.07


PKS boleh kalak telak dan babak belur dihantam pemberitaan media. Tapi di lapangan, faktanya bicara lain. Tetap saja kepercayaan kepada orang tak mudah lekang. Di tengah tendensi miring akibat propaganda sejumlah media, memang tak sedikit orang yang terhasut untuk menghakimi dan memvonis PKS.

Namun ternyata masih lebih banyak lagi yang tetap percaya dan menaruh simpati pada partai Islam terbesar di tanah air ini.

Sebabnya sederhana. Mereka terpesona dan jatuh cinta pada perangai teman kerja mereka, tetangga mereka atau kerabat keluarga mereka yang ternyata terbina di PKS.

Mereka tahu bahwa di kantornya, yang dikenal idealis, betul-betul bersikap bersih dan jujur ya “orang-orang PKS”. Yang menolak duit yang bukan haknya, yang syubhat apalagi haram, ya “orang PKS”. Yang di sela waktu senggangnya tak lupa membaca Qu’ran mungilnya. Yang di tengah kesibukan, menyempatkan diri melazimkan dhuha. Yang selalu teguh menjaga shalat jamaahnya, dari subuh sampai ke isya. Meski yang demikian bukan cuma “orang PKS” saja, namun dalam benak banyak orang, yang tipikalnya begituan ya “orang PKS”.

Dalam beberapa diskusi, sejumlah teman –yang jelas-jelas bukan kader PKS- mengatakan, “Di kantorku itu, yang jelas kelihatan orang baik dan bersih itu ya kader PKS. Sepeser pun mereka nggak mau terima ‘uang nggak jelas’. Makanya nggak mungkinlah guru mereka begitu. ” Yang lain mengatakan, “Ah, belum tentu PKS yang salah, dari awal aja udah banyak kejanggalan.” Seorang yang lain menimpali, “Iya, kalau giliran LHI, cepat KPK menahan walaupun bukan tertangkap tangan, sementara Andi sama Anas udah sama-sama tersangka masih melenggang bebas. Century malah nggak selesai-selesai. Entah sudah berapa tahun.”

Begitulah pendapat rakyat awam yang jauh dari hingar-bingar keriuhan politik. Rupanya kebanyakan teman juga tak serta merta “mengimani” ayat-ayat TV One, Metro TV atau Majalah Tempo.

Mayoritas mereka juga tak mengamini komentar sebagian pengamat politik yang mengatakan pamor PKS akan lekas runtuh dan terjun bebas. Mereka malah secara arif dan bijak mengatakan, “Belum tentu PKS jatuh. Kalau nanti LHI terbukti nggak bersalah, semakin mantaplah citra PKS. Tapi memang kalau terbukti, secara citra, habislah PKS.”

Makanya dari bincang-bincang awam itu, saya dan teman-teman bersepakat bahwa proses hukum harus berjalan. KPK menyita, menahan atau melakukan tindakan hukum apapun, haruslah kita dukung. Apalagi PKS sudah menyambut kedatangan tim penyidik KPK, lengkap dengan spanduk selamat datang. Syaratnya sederhana: datanglah sesuai hukum dan akhlak mulia. Bawa kartu identitas dan surat perintah penyitaan. Setelah itu tak ada lagi yang perlu diperdebatkan.

Akan tetapi, semua ini terkesan begitu besar. PKS dihasut untuk “dikesankan” memusuhi KPK. Tim KPK pun dihasut untuk “dikesankan” mengobok-obok partai dakwah itu.

Judul berita di televisi, koran dan media online kian lebay. KPK Versus PKS. PKS Melawan KPK. Konflik KPK dan PKS. Padahal, kalaupun ada, yang bersitegang adalah DPP PKS dengan oknum KPK, dalam hal ini Juru Bicaranya, Johan Budi yang bukan sarjana hukum, mantan jurnalis Tempo, yang dianggap kerap berbohong dalam statement-statementnya untuk mencemarkan nama baik PKS.

Dari awal juga, PKS tak punya niat melindungi atau membela mati-matian LHI. Kader-kader PKS dilarang bicara mengenai kasus LHI, kecuali yang resmi diungkapkan oleh tim kuasa hukum LHI sendiri. Jadi, wajar saya kira ketika Fahri Hamzah, Wasekjen PKS yang aktivis reformasi ’98 dan pendiri Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) itu mengatakan bahwa PKS harus melawan totalitarianisme ketika KPK melakukan “festivalisasi pemberantasan korupsi”.

Apalagi melihat media mati-matian mengekor pernyataan Johan Budi. Lalu muncullah stigma PKS melemahkan KPK. PKS melakukan kriminalisasi kepada KPK. Sampai Tempo bela-belain membuat survey partai apa yang “dianggap” terkorup. Dan tebak hasilnya, bersama Demokrat, PKS menjadi juara. Bukankah sangat aneh, predikat terkorup berdasarkan “anggapan publik” yang sesungguhnya anggapan publik itu mereka kontruksi melalui penggiringan opini dalam berita-beritanya?

Padahal faktanya, kader PKS sampai hari ini belum ada yang diputuskan bersalah menjadi terpidana korupsi. Sementara juara asli kompetisi korupsi, Partai Golkar berdasarkan survey malah dianggap relatif bersih dan elektabilitasnya meningkat. Pembodohan macam apa ini?

Teman saya yang sudah menonton film dokumenter “Di Balik Frekuensi” menyatakan maklum saja kalau media kita begitu. Karena telah terjadi oligarki pada pilar keempat demokrasi ini.

Di tv merah, tak dikenal istilah lumpur Lapindo, yang ada hanya lumpur Sidoarjo.

Sementara di tv biru, bicara kebebasan bersuara hanya ada pada iklan-iklan suci restorasi.

Masing-masingnya punya jagoan masing-masing. “Kalau Tempo, entah sudah berapa edisi lagi yang disiapkan untuk tema khusus membahas PKS,” ujarnya suatu kali.

Makanya, KPK harus bekerja lebih cepat, putuskan segera status LHI itu. Memang maling atau bukan. Kalau kasus ini diulur-ulur, terus terang kita harus maklum kalau ada yang menyebut kasus ini penuh dengan nuansa politis. Apalagi kalau baru dikhatamkan pasca Pemilu 2014.

Solusinya sebenarnya tak rumit-rumit amat. KPK bekerjalah yang jujur, objektif dan tanpa intervensi. Tajamkan lagi ujung tombakmu. Jangan hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas. Sementara PKS, bila nanti LHI terbukti bersalah, introspeksi dirilah. Lakukan evaluasi dan taubat. Karena sebaik-baik orang bersalah adalah orang-orang yang bertaubat.

Yang dikhawatirkan oleh publik, peristiwa ini adalah politik devide et impera gaya penjajah Belanda. Konspirasi untuk membelah Indonesia, untuk meruntuhkan pejuang anti korupsi Indonesia.

Mau tidak mau, perseteruan yang diciptakan ini akan menjatuhkan KPK dan PKS secara bersamaan. Sampai-sampai lembaga –yang mengaku anti korupsi tapi menolak hukuman mati untuk koruptor- Indonesia Corruption Watch (ICW) penerima suntikan dana asing dari Bloomberg itu mengancam akan membubarkan PKS.

Selama ini, KPK adalah harapan seluruh rakyat untuk memberantas korupsi seantero negeri. Sejauh itu pula, PKS menjadi harapan yang tersisa untuk perbaikan pengelolaan negeri ini. PKS adalah partai yang paling banyak melaporkan penerimaan gratifikasi ke KPK. PKS pula yang dikenal paling getol menolak suap. “Meskipun nggak sempurna, mendinganlah pilih PKS daripada yang lain,“ teman yang lain berpendapat di kesempatan berbeda.

Opini publik akan digiring pada pesimisme perbaikan. Pilihannya ada dua. Satu, KPK ternyata sama saja dengan penegak hukum lain seperti Kepolisian dan Kejaksaan yang mudah goyah oleh godaan dunia. “Ah, tidak ada lagi yang bisa dipercaya di negeri ini. Hukum menjadi tumpul ketika bertemu kekuasaan.” Dua, PKS itu munafik. Sama saja dengan partai lain. Bedanya dia membawa-bawa jargon agama. Kedua pilihan ini sesungguhnya adalah duka bagi bangsa Indonesia.

Maka, di luar sana, jauh dari keriuhan ini, ada yang bertepuk tangan, berpesta pora sambil mengisap cerutu kapitalismenya. Di luar sana, koruptor sejati tersenyum bahagia melihat lawan mereka saling serang satu sama lain. “Haha, Indonesia tetap dalam genggamanku. Merdeka!”

sumber:http://politik.kompasiana.com/2013/05/14/kpk-pks-dan-politik-devide-et-impera-560208.html

PKS Memang Cuci Otak Para Kadernya





Beberapa hari ini, berita tentang PKS dimedia kembali menghangat, lanjutan dari episode sinetron kasus LHI, semakin menarik karena salah seorang artis dipaksakan untuk dikaitkan, akhirnya semakin seksi untuk dikomentari. Saya mengikuti berita melalui media online, dan juga ikut membaca beberapa komentar dibawahnya, pro dan kontra muncul, bahkan ada yang berkomentar bahwa perlu diwaspadai PKS melakukan cuci otak terhadap kader-kadernya, karena kader-kader PKS diduga semakin militan saat pimpinannya ditangkap dan dizhalimi.
Entah mengapa, saya agak terusik dengan frasa “cuci otak” ini, padahal saya bukan siapa-siapanya PKS, bukan pengurus PKS, cuma simpatik berat dengan PKS, karena kader-kadernya sejak awal kuliah membina saya. Saya mendapatkan pencerahan dan manfaat yang sangat besar, ketika Allah mempertemukan saya dengan para kader PKS. Semoga saya dan keluarga bisa istiqomah, berjuang dalam barisan orang-orang yang mengutamakan Cinta, Kerja dan Harmoni ini. Amin ya robbil alamin.

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, apakah saya dan keluarga merasakan otak saya dicuci oleh kader-kader PKS, sehingga buta mata hati dan fikiran serta membela membabi buta ketika PKS dipojokkan, pimpinannya ditangkap, dibully dimedia, dan seterusnya. 

 

Ceritaku.. 

Untuk menjawabnya, izinkan saya bercerita pengalaman saya dengan kader-kader PKS wabil khusus pertemuan-pertemuan saya dengan pengajian-pengajian dan acara-acara yang diadakan oleh kader-kader PKS. Sejak awal kuliah, saya ikut proses pembinaan yang diadakan rutin setiap pekan, sesekali diadakan Dauroh (pelatihan) dengan berbagai tema, dan juga dilibatkan dalam mengelola beberapa aktivitas dakwah, Saat itu belum ada partai.

Begitu telatennya mereka membina kami, setiap pekan didatangi, diberi arahan, dibantu kuliahnya, dibantu mencarikan rumah, dibantu dalam segala urusan, bahkan jika uang kiriman dari orang tua terhambat, hal ini juga bisa dikonsultasikan ke murobbi (pembina).

Saya punya pengalaman unik, murobbi saya pernah mendatangi saya ke kost-kostan pada jam sholat shubuh (sebenarnya dia baru pulang dari masjid sholat shubuh berjama’ah), padahal rumahnya berlawanan arah dengan rumah saya dari masjid. Sepertinya dia tidak melihat saya sholat shubuh berjama’ah di masjid, maka dia mengecek saya ke rumah. dan apa yang terjadi?…saya gelagapan , karena masih tertidur, jadi belum sholat shubuh…:) :(

Begitulah, salah satu cara mereka dalam membina kami, agar kami sholat shubuh berjama’ah di masjid, atau paling tidak sholat diawal waktu, dengan cara yang tepat mengajak kami untuk melakukan amal sholeh. Ada pula program tahajud call, dimana sekitar jam 02.00 malam, kami satu persatu ditelepon oleh murobbi kami, atau teman sekelompok pengajian untuk dibangunkan agar mudah melaksanakan sholat tahajjud.

Ada pula, ifthor jama’i (berbuka puasa bersama) pada hari Senin dan Kamis, agar kami terbiasa melaksanakan sunnah, ada pula bertukar hadiah, tadabur alam, rihlah (wisata), outbound, olah raga …..itu semua dalam kerangka mentadaburi ayat-ayat Allah yang terhampar dimuka bumi ini.

Dari Jambi saya merantau ke Bogor, proses merantau inipun dikonsultasikan ke murobbi, sehingga bisa diberikan masukan konstuktif untuk kebaikan bersama, saya dibekali surat mutasi, sehingga saat sampai di Bogor sudah ada yang menunggu dan menjemput, dan ajaibnya seolah-olah kita berdialog, berinteraksi seperti orang yang sudah kenal lama, dan selanjutnya saya ditempatkan kembali dalam grup pengajian yang telah ditentukan. Budaya yang dulu saya dapatkan, juga saya temukan di Bogor, kami diminta aktif dikampus, mengelola dakwah, mengorganisasi aktivitas mahasiswa, asrama, masjid, dll.

Dari Bogor saya pindah ke Jakarta. Saya kembali dibekali surat mutasi sehingga langsung bergabung dengan teman-teman di Jakarta. Meneruskan budaya yang sama dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar. Saat di Jakarta ini pulalah, ada kenangan special yang tidak bisa dilupakan, dimana murobbi saya membantu dengan sepenuh hati (moril dan materil) proses pernikahan saya, padahal saya adalah anak perantauan dari Riau yang tidak mempunyai keluarga di Jakarta. Namun, percaya atau tidak, teman-teman grup pengajian saya mengurusi pernikahan saya, seolah-olah saya, adalah saudara kandung mereka, sampai akhirnya proses pernikahan berjalan lancar.

Di Jakarta saya bekerja, menikah, mempunyai anak-anak dan menetap sekitar 9 tahun, dan sampai pada episode selanjutnya, kami sekeluarga merantau ke Jerman. dari Jakarta kami dibekali selembar surat “sakti” yang sudah saya rasakan saktinya ketika pindah ke Bogor dan Jakarta. Ternyata hal yang sama juga saya rasakan ketika pindah ke Jerman, surat sakti tersebut, benar-benar sangat sakti dan membantu adaptasi kami dinegeri orang yang jauh dari keluarga dan muslim adalah minoritas.

Kami diterima seperti keluarga yang sudah lama tidak bertemu, kami dibantu urusan visa, rumah, sekolah anak-anak, studi dan semua aspek diurus, dan mereka ini adalah kader-kader PKS. Jadi, kalau ada orang yang berpandangan tidak relevan PKS disebut sebagai partai dakwah, saya dan keluarga sudah membuktikan dan merasakan bahwa politik bagi PKS hanya bagian dari aktivitasnya, dan jauh lebih banyak urusan lainnya yang juga dikelola dengan baik dan konsisten oleh PKS. bahkan ketika kami sudah mempunyai anak-anak, ada panduan yang dibuat dengan matang tentang pendidikan anak-anak, yang diberi nama Tarbiyah Anak Kader, Proses pembinaan yang dirancang agar anak-anak menjadi pribadi yang sholeh, cerdas dan bermanfaat bagi orang tuanya, bangsa dan agamanya.

Singkat cerita PKS mengurusi sejak dari anak-anak, remaja, dewasa, menikah, punya anak, sampai meninggalpun juga diurusi oleh kader-kader PKS. Coba partai mana yang mempunyai bidang khusus yang mengurusi pernikahan, keluarga dan anak-anak para kadernya, serta anak-anak muslim lainnya.


Kembali pada topik, benarkah PKS melakukan cuci otak?


Coba anda tarik sendiri kesimpulan, dari cerita saya diatas, apakah saya dan keluarga dicuci otaknya?, kalau kita mau berkata jujur, terlihat dengan jelas, tidak ada proses cuci otak, yang ada adalah jiwa-jiwa kami dicuci dari kejelekan, dan diajak untuk amar ma’ruf nahi mungkar, dengan rasa cinta, dilayani secara konsisten oleh kader-kader PKS. Bisa jadi awalnya kami ikut-ikutan, atau terbawa oleh lingkungan, namun seiring dengan waktu, kami sadar inilah jalan yang baik dan benar, bahkan kami juga ingin menyebarkan cinta-cinta kami kepada semakin banyak orang, untuk ikut dalam pengajian-pengajian kami, agar kami bisa berbagi cinta kepada khalayak ramai, sehingga kami memimpikan orang-orang yang cerdas yang mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anak bangsa, dan muslim yang baik.

Saya merasakan proses pembinaan yang dilakukan oleh kader PKS adalah proses menjadikan orang-orang yang cerdas semakin cerdas, dianjurkan semakin banyak membaca, semakin banyak tahu, dan saya melihat langsung kader-kader PKS banyak sekali yang berpendidikan tinggi, apalagi di Jerman, rata-rata mereka adalah mahasiswa mulai dari S1 sampai S3, ada yang bekerja secara profesional dengan disiplin ilmu yang dalam dan specifik, bahkan banyak dari mereka adalah orang-orang yang sangat beprestasi dibidangnya masing-masing.

Saya ikut dalam pengajian-pengajiannya mereka, saya melihat mereka rela merogoh kantong untuk membiayai dakwah mereka, juga mengalokasikan waktu akhir pekan mereka untuk ikut pengajian, mengelola masjid, mengelola pengajian kota, mengisi pengajian , rapat, dauroh, dan seabrek kegiatan dakwah dan sosial lainnya, dalam rangka memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat.

Pengajian-pengajian di Jerman, tidak mudah dilaksanakan layaknya di Indonesia, saya pernah diajak seorang sahabat untuk ikut pengajian, dan ternyata antar kota, saya tinggal di Hannover (bagian baratnya Jerman), dan ternyata saya diajak ikut pengajian di kota Dresden (bagian timurnya Jerman), yang berjarak 373 km dari kota saya, atau kalau naik kereta ekonomi, lama perjalanannya sekitar +/- 7 jam perjalanan sekali perjalanan, dan ternyata lagi, mereka datang ke Dresden, bukan hanya dari Hannover, tapi juga ada dari kota lainnya, seperti Berlin dan Erfurt. Pengajian ini mereka adakan setiap dua pekan, mereka rutin bertemu, dengan biaya sendiri.

Saya juga pernah diikutkan dalam dauroh se-Eropa yang diadakan disalah satu kota di Jerman, pesertanya dari beberapa negara di Eropa, panitia menyewa hotel untuk tempat acara dan penginapan, dan belakangan saya baru tahu, panitia merogoh kantongnya lebih dari 9.000 euro (+/- Rp. 108jt). Dari mana mereka dapatkan uang sebesar itu?, ternyata para kader yang sudah bekerja diminta pengorbanan hartanya, sebagian dari gaji mereka diinfaqkan untuk dakwah, salah satunya untuk dauroh ini. Termasuk juga mengongkosi sebagian student yang tidak bisa ikut acara karena tidak ada ongkos.

Coba anda bayangkan, mungkinkah mereka, para Associate Profesor, calon profesor, doktor, master dan orang-orang cerdas ini, bergerak karena otaknya sudah disalah gunakan PKS?, anda sendiri yang bisa menjawab, bahkan saking semangatnya mereka, saya pernah mendengar kata-kata “PKS itu hanya wajihah/kendaraan”, kalaupun PKS dibubarkan, atau dibekukan, dakwah kami tetap berjalan, dan tidak akan memudar”.

Begitulah semangat mereka dalam berdakwah, walaupun muslim minoritas di Jerman, dan terpisah-pisah antar kota, namun mereka, karena cintanya kepada Allah dan Rasulullah SAW, mereka terus bergerak seolah-olah tidak pernah capek, untuk menyebarkan cinta kepada ummat muslim dimanapun berada.

Jadi, kalau anda percaya kader-kader PKS telah dicuci otaknya, bisa jadi benar, PKS telah mencuci hati-hati para kadernya, sehingga Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, telah mengerakkan hati dan fisik mereka untuk bekerja, memberi cinta dan mengidamkan terjadinya pribadi, keluarga, lingkungan, masyarakat, negara bahkan dunia yang harmoni, jiwa-jiwa yang selamat dunia dan akhirat.Amin ya robbil alamin.


Jaharuddin Hannover,  Musim bunga (Cinta) di Jerman, 5052013

http://m.kompasiana.com
sumber:http://www.pkssumut.or.id/2013/05/pks-mencuci-otak-para-kadernya.html

Langkah Kuda PKS, Berpikir yang Tidak Dipikirkan Orang Lain

 
Menarik untuk mencermati langkah-langkah yang diambil oleh PKS akhir-akhir ini. Setelah lebih kurang 3 bulan lamanya, sejak penahanan mantan Presiden PKS, para elitnya membatasi diri untuk tidak memberikan komentar sedikitpun terhadap kasus yang sedang dialami oleh LHI. 

Namun saat ini, setelah kejadian upaya penyitaan yang dilakukan oleh KPK terhadap mobil-mobil yang diduga berkaitan dengan LHI di kantor DPP PKS, seolah telah merubah pola permainan PKS 180 derajat dari strategi yang sebelumnya dilakukan. 

Mengakomodasi prinsip Tsun Zhu dalam bukunya, “The Art Of War”. “Pertahanan yang terbaik adalah menyerang”. Maka menyerang, itulah strategi yang diterapkan PKS dalam kasus yang menimpa mantan presidennya saat ini.

Padahal, seandainya kita berfikir sejenak, strategi yang dilakukan PKS sebelumnya terlihat berjalan cukup efektif. Setidaknya ada beberapa indikator yang menunjukkan tentang efektifitas langkah yang diambil PKS tersebut. 

Yang pertama, tidak terjadinya demoralisasi secara massif terhadap kader dan konstituennya. Bahkan kalangan kader dan grass rootnya terlihat semakin solid dalam melakukan kerja kepartaiannya. Yang kedua, dimenangkannya pilkada di dua provinsi besar, yaitu jawa barat dan Sumatra utara. 

Walaupun hal ini dibantah oleh banyak pengamat bahwa peran partai sangat kecil dalam kemenangan suatu pilkada, namun disinilah penulis banyak melihat ketidak konsistenan konstruksi berfikir para pengamat. Sebagai contoh, mereka memandang kekalahan dede yusuf dalam pilkada jabar sangat dipengaruhi oleh buruknya pencitraan media terhadap partai yang mengusung dede yusuf yaitu PD. Akan tetapi berbalik di dalam mensikapi kemenangan Aher, mereka menafikan adanya pengaruh partai terhadap partai yang mengusung Aher, yaitu PKS.

Kembali kepada perubahan strategi yang saat ini diambil oleh PKS. Penulis melihat, seolah pilihan politik yang diambil PKS ini sangat berlawanan terhadap konstruksi arus berfikir publik.

Tindakan PKS yang melaporkan beberapa “oknum” KPK kepada mabes Polri, terkesan PKS sedang kehilangan nalar politiknya. Sehingga banyak memunculkan komentar baik dari kalangan pengamat maupun dari sesama aktivis politik lainnya seperti, “PKS sedang berupaya melakukan kriminalisasi terhadap KPK”, “PKS sedang melakukan bunuh diri politik”, “PKS akan ditinggalkan pemilihnya pada 2014 nanti”, dan segala macam bentuk komentar lainnya. 

Kehadiran sekjen PKS bersama koleganya ke mabes Polri, seolah mengkonfirmasi kepada public bahwa mereka sangat meyakini dengan mantap langkah yang sedang mereka tempuh meskipun berlawanan dengan arus public.

Apakah ini menunjukkan bahwa keputusan PKS yang diambil oleh para elitnya adalah keputusan yang tidak cerdas, emosional dan tidak berdasar logika yang sehat?. Penulis yakin, para elit PKS tentu tidak sebodoh dan sedangkal itu cara berfikirnya. Mungkin inilah cara PKS dalam berstrategi, sebagaimana yang dikatakan Presidennya yang baru, Anis Matta,”kita berfikir tidak mengikuti sebagaimana kebanyakan orang maupun pengamat berfikir”.

Lalu apa sebenarnya yang melatar belakangi, sehingga PKS nampak begitu percaya diri untuk menerjang arus public yang selama ini memposisikan KPK sebagai lembaga yang”sakral”?. Maka kemudian, pihak manapun yang berdiri berhadapan dengan institusi KPK, dipandang sebagai upaya pelemahan terhadap lembaga super body tersebut atau bahasa lain, “corruptor fight back”. 

Dari sudut inilah, maka penulis mencoba untuk menyelami, bagaimana konstruksi berfikir PKS dengan sudut pandang yang berbeda.

Yang pertama, hubungan antara elit PKS maupun para kadernya, memiliki ikatan kepercayaan yang sangat kuat. Kalangan kader grass root memandang, keputusan apapun yang diambil oleh pemimpinnya akan berimplikasi pada kemaslahatan bersama meskipun keputusan itu melawan arus public. Sehingga apapun dampak yang akan muncul di kemudian hari, mereka akan siap menghadapinya. Dan setiap kader akan berfungsi sebagai supporting system untuk memenangkan opini public yang diambil oleh para elitnya.

Yang kedua, PKS ingin menunjukkan diri kepada public sebagai partai yang berkarakter. 

Saat ini hampir tidak ada satu institusipun yang berani berhadapan secara frontal dengan KPK meskipun pihak yang melakukan kesalahan adalah KPK. 

Apa lagi Partai Politik, karena bagi mereka, upaya untuk melawan KPK sama saja menggali kuburan mereka sendiri terutama ketika semakin mendekati pemilu. 

Maka dari sini penulis meyakini, konsistensi PKS untuk melakukan otokritik terhadap KPK suatu saat akan mampu membuka dan membalikkan mata public dalam memandang KPK. 

Apa lagi upaya pembentukan opini public ini didukung oleh seluruh kadernya yang konon berjumlah 1,5 juta orang. Seandainya pembentukan public opini ini dilakukan secara massif oleh seluruh kadernya baik melalui forum diskusi, obrolan warung kopi, social media dan lain sebagainya, maka hanya masalah waktu bagi PKS untuk memetik hasilnya.

Ketiga, PKS ingin melakukan edukasi terhadap masyarakat termasuk para pengamat politik. Bahwa di dalam Negara demokrasi, tidak boleh ada satu institusipun yang berjalan tanpa kontrol, termasuk institusi hukum. 

Karena kekuasaan yang tanpa control bisa menimbulkan tindakan “abuse of power”. Lembaga tersebut bisa digunakan untuk menekan lawan politik, pelanggaran terhadap hak-hak individu dan lain sebagainya. 

Dukungan terhadap pemberantasan korupsi tidak berarti kita harus menutup mata terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga pemberantas korupsi tersebut. Harus ada kritik dan pengawasan dari masyarakat agar mereka terhindar dari tindakan abuse of power.

Setidaknya dalam jangka pendek, penulis mengamati efektivitas perubahan strategi yang dilakukan oleh PKS. Ini terlihat dari tidak berkembangnya isu liar secara massif tentang opini pembubaran PKS  yang dilakukan pertama kali oleh ICW. Maka upaya PKS ini harus kita acungi jempol. 

Keberanian mereka untuk melawan arus opini public menunjukan bahwa PKS adalah partai yang berkarakter dan tidak pragmatis. Masih ada waktu setahun bagi kita untuk melihat, apakah PKS akan sukses memetik hasil dari strateginya pada pemilu 2014 nanti? Wallahu ‘alam Bishshowab

Mas Toto
Komunitas Indonesia PFootscray, Melbourne

sumber:http://politik.kompasiana.com/2013/05/16/langkah-kuda-pks-560766.html

Putar Balik Fakta, Bukan Wartawan Yang dipukuli tapi Pengawal Ust. Hilmi Yang Dipukuli

 pengawal ustad hilmi dikeroyok
Ustadz Hilmi (UH) keluar dari ruangan KPK kira-kira pada jam 15.00 WIB. Namun Tim pengamanan tidak bisa menjemput UH dari lobby karena puluhan wartawan sudah memenuhi dan mencegat di depan pintu, sepanjang kiri kanan railing dan di bawah tangga.

Upaya untuk mencari akses jalan alternatif gagal karena UH hanya boleh keluar dari pintu yang sudah dikerubuti wartawan.

Petugas security KPK tidak berusaha mengantisipasi dan mencegah kekacauan, hanya mengantar Ustadz Hilmi sampai railing pintu masuk. Ketika mobil penjemput sudah bersiap di depan pintu, tim pengamanan yang ada di luar berinisiatif membuka kerumunan wartawan, agar UH tidak terdesak dan terbentur kamera dan mikrofon wartawan.

Namun tim pengamanan yang berada di luar kerumunan terhalang puluhan wartawan yang tidak terkendali dan terus merangsek dan mengepung UH. Beberapa wartawan bahkan menerobos railing dan membuat UH semakin terdesak.

UH tertahan dihadang wartawan. Sempat berbicara, direkam, difoto dan disorot kamera. UH dengan susah payah menuruni tangga, namun terus didesak. Akhirnya terjadi saling desak karena tim pengamanan berusaha memberi jalan agar UH sampai ke mobil.

Wartawan semakin provokatif, dengan kata-kata makian maupun dengan tendangan kaki. Mereka juga berteriak copet.copettt. Ada juga yg berteriak "sikaat... hajaar... Apa lu ini bukan markas elu".
Pertanyaan wartawan juga kasar, "Waktu diperiksa, Ustadz Hilimi terkencing-kencing nggak?" Dan pertanyaan-pertanyan lain yang menyudutkan.

Kameramen dan fotografer makin kalap menyorotkan kamera sambil beteriak-teriak, menunjuk-nunjuk, menendang, menyodok dan membenturkan kamera, tripod dan mikrofon kepada tim pengamanan yang berusaha memberi jalan UH

Beberapa orang berbaju batik yang merekam dengan BB juga berteriak-teriak, dicurigai sebagai provokator. Tim pengamanan yang mencoba membuka jalan dari belakang wartawan dan berusaha menembus kerumunan namun dipukuli puluhan kali dengan mikrofon maupun dengan kamera.

Tim pengamanan juga terpaksa melompat railing karena ingin menyelamatkan UH. Karena kalo dibiarkan UH bisa jatuh di undak-undakan, atau terbentur kamera dan mikrofon yang semakin merangsek.

Tim pengaman mencoba persuasif, "tolong hoi ini orang tua!" dll. Agar wartawan minggir dan tidak menghalangi pintu mobil. Petugas pengamanan terus berusaha membuka pintu dengan susah payah. Akhirnya pintu bisa dibuka, ustadz masuk mobil dan meninggalkan KPK.

Namun tiba2 terjadi kekacauan. Wartawan melampiaskan kemarahannya secara membabi buta. Seorang anggota tim pengamanan bernama RN dipukul kamera (kena bibir atas), diteriaki, ditendang dan dipukuli puluhan wartawan. RN mengalami luka di bibir atas serta memar di jari tangannya (karena menangkis dan melindungi kepalanya).

RN beberapa kali jatuh terduduk dan melindungi kepalanya. Para wartawan berteriak-teriak dengan kasar, menyebut anjing dll.

RN lari karena keselamatannya terancam. RN sempat beberapa kali jatuh, ditendang, dipukul dan diinjak-injak. TF berusaha melindungi RN, namun juga kena pukul dan tendangan.

RN diselamatkan dan dilindungi oleh petugas kepolisian berpakaian preman dan dibawa ke pos security Jasa Raharja di samping Gedung KPK. RN didampingi kawan-kawannya dibawa ke Polsek Setiabudi, bukan untuk ditahan tetapi dimintai keterangan dan akan dibantu kalau akan melakukan penuntutan.

Awalnya petugas polisi mengira kalau RN dkk ini adalah aparat. Namun dijelaskan bahwa mereka adalah tim pengamanan PKS. Akhirnya RN dkk diizinkan pulang.
Sempat beredar kabar bahwa yang terjadi adalah wartawan dikeroyok tim pengawal UH. Namun faktanya adalah wartawan sudah menunjukkan puncak kebenciannya dan melakukan tindakan premanisme yang memalukan.

Anda bisa melihat beritanya disini, walaupun pengisi suaranya membalikkan fakta, tetapi video ini berbicara bahwa pengawal ustad Hilmi Aminuddin dikeroyok bukan sebaliknya mengroyok atau adu jotos.





Lihatlah, begitu benci dan marahnya wartawan preman itu kepada kader PKS, masihkah kita mempercayai hasil berita mereka yang selalu memojokkan PKS? Karena kabar kebencian pasti menghasilakan berita yang menyesatkan.
(berbagai sumber/suaranews)

Metro TV (sengaja) Salah Ketik Soal Sikap PKS Terhadap Kenaikan BBM

Metro TV (sengaja) salah ketik soal sikap PKS terhadap kenaikan BBM.

PKS tidak pernah menyatakan mendukung kenaikan BBM.

Tetapi secara konsisten PKS menolak kenaikan BBM.

Dalam acara di Metro Tv, Andi Rahmat anggota DPR dari PKS memprotes tayangan tabel tersebut.


sumber:http://www.pkssumut.or.id/2013/05/video-metro-tv-salah-ketik-soal-sikap.html

Dari Mana Sumber Dana PKS?



by @MahfudzSiddiq


1.    KPK terperangah aset mobil2 dinas PKS senilai 21M ? Hmm.. Pintu masuk bagus untuk mengenal PKS. #taaruf

2.    Info tambahan, PKS juga punya kantor milik sendiri di beberapa provinsi dan kabupaten/kota. Jika dinilai tentu total lebih dari 21M #taaruf

3.    Untuk operasional, PKS juga memberi tunjangan finansial bagi sejumlah pengurus yg full-time, baik DPP, DPW dan DPD. #taaruf

4.    Biaya operasional bulanan DPP misalnya 1 sd 1.5 M per-bulan, membiayai seluruh Bidang, Badan dan Departemen-2 serta rumah-tangga. #taaruf

5.    Untuk ukuran DPD di kabupaten/kota, biaya operasional bulanan mereka antara 50 sd 100 juta. Smntr tuk DPW sekitar 100 sd 200 juta. #taaruf

6.    Jadi tuk hitung biaya operasional total bulanan, jumlahkan saja DPP + 33 DPW + hampir 500 DPD. Pastinya sangat besar. #taaruf

7.    Sblm muncul sbg parpol pd 1999, PKS adalah gerakan dakwah yg juga terorganisir. Punya aset kantor, kendaraan dan biaya operasional. #taaruf

8.    Seingat saya sblm 1999, aset gerakan ini tidak kurang dari 5 kantor & 20-mobil serta sejumlah sepeda motor. Atas nama perorangan. #taaruf

9.    Semua aset gerakan dakwah sblm 1999 berasal dari infak dan wakaf banyak pihak yang terlibat, mendukung dan simpati dgn dakwah. #taaruf

10.    Skrg dr mana sumber dana utama PKS tuk biayai kegiatan2nya? Pertama infak rutin kader tiap pekan. Biasanya dihimpun saat pengajian. #taaruf

11.    Kami pun biasa menghimpun dana solidaritas bagi dunia Islam dan bantuan kemanusiaan dgn berbagai acara keumatan. #taaruf

12.    Tiap pekan per-group pengajian bisa himpun Rp 50-100 ribu. Kami saat ini punya lebih dr 200 ribu group bernama halaqah tarbawiyah. #taaruf

13.    Kedua, infak wajib bulanan anggota inti. Liputi iuran wajib & zakat penghasilan. Sbg contoh infak wajib bulanan saya 1.5 sd 2 juta. #taaruf

14.    Besaran infak wajib bulanan berbeda tiap anggota, sesuai besaran penghasilannya. Skrg ada 600 ribuan anggota inti. #taaruf

15.    Ketiga, zakat tahunan. Berupa zakat maal, zakat fitrah, infak dan shadaqah anggota. Biasanya dihimpun selama ramadhan. #taaruf

16.    Lemaba2 amil zakat yg dikelola kader PKS jg himpun zakat, infak & shadaqah dr masy untuk didistribusikan ke masy fakir-miskin. #taaruf

17.    Dr zakat maal tahunan anggota tsb terhimpun cukup besar. Tuk membantu anggota yg fuqara&masakin dan untuk program2 kemanusiaan. #taaruf

18.    Keempat, infak bulanan pejabat publik baik di legislatif maupun eksekutif. Anggota FPKS DPR tiap bulan bayar infak 20 juta ke DPP. #taaruf

19.    Ada 57 anggota di DPR, 200-an anggota DPRD Prov dan 2000-an anggota DPRD Kab/Kota. Besaran infak bulanannya berbeda2. #taaruf

20.    Sebagai contoh aleg DPRD kota/kab cirebon, infak bulanan sbg pejabat publik ke DPD sebesar Rp 3 juta. Jika ditotal pasti besar. #taaruf

21.    Kelima, ta'awun maali atau partisipasi pendanaan. Biasanya dilakukan jika ada kegiatan tertentu, musibah yg dialami anggota, dll. #taaruf

22.    Ta'awun maali bersifat sukarela termasuk jumlahnya. Bisa juga dilakukan dlm bentuk pinjaman lunak. #taaruf

23.    Sbg contoh di cirebon ada kader dokter pinjamkan dana 500 juta tuk bantu bangun kantor DPD. Tanpa bunga. #taaruf

24.    Kelima, kerjasama program. Kader2 PKS banyak yg kelola lembaga pendidikan, sosial, dakwah & bisnis. Mrk lakukan kerjasama program. #taaruf

25.    Misal BPR syariah milik kader kerjasama program dgn Bidang Ekonomi di PKS. Lembaga pendidikan dgn Departemen Pelajar di PKS, dst. #taaruf

26.    Keenam, dana bantuan keuangan parpol dari pemerintah setiap tahun berdasarkan perolehan suara pemilu. Lumayan besar-lah jumlahnya. #taaruf

27.    Ketujuh, hibah aset bergerak dari dermawan. Ada yg bantu motor, mobil, komputer, dll. Untuk kendaraan biasanya pakai nama pribadi. #taaruf

28.    Kedelapan, penyertaan modal untuk usaha/bisnis yg dikelola secara profesional oleh perorangan/perusahaan yg dilakukan bendahara. #taaruf

29.    Ini dilakukan krn UU mengatur parpol tdk boleh memiliki lembaga usaha/bisnis. #taaruf

30.    Itu sumber dan cara PKS menghimpun dana tuk biayai program-kegiatan yg putarannya harian dan sediakan fasilitas kerjanya. #taaruf

31.    Silakan Anda kunjungi kantor2 PKS di DPP, DPW, DPD, DPC dan DPRa. Perhatikan kesibukan kegiatan mereka yg tak henti siang-malam. #taaruf

32.    Ada satu lagi, yg kami sebut "da'mu dzati" atau pendanaan mandiri. Yaitu aktivitas yg diikuti dan didanai mandiri oleh kader. #taaruf

33.    Misalnya bulan ini sejumlah DPD adakan camping-ground/mukhayyam. Tiap anggota keluarkan Rp 200 ribuan untuk jadi peserta. #taaruf

34.    Atau rakor PIP PKS di Istanbul lalu. Semua perwakilan yg datang atas biaya sendiri. #taaruf

35.    Jadi ketika KPK terperangah melihat mobil2 PKS, saya maklum. Krn mereka belum mengenal kami. #taaruf

36.    Setiap Departemen, Bidang dan Badan di DPP PKS memang difasilitasi mobil operasional. Trmsk tuk Pres, Sekjen & Bendahara. #taaruf

37.    Ketika melihat petugas KPK geledah ruang kantor DPP PKS tuk lacak asal-muasal keuangan partai, hati saya sangat galau. #taaruf

38.    "Jika saja petugas2 itu tahu lembaran2 lusuh uang infak kader-2 kami yg mereka berikan dgn ikhlas tiap pekan, bulan & ramadhan.." #taaruf

39.    Makasih mbak "@anishidayah: Sedang nyimak TL pak @MahfudzSiddiq"

40.    Bukankah awalnya anda sdg selidiki uang 1 M di tangan AF yg diduga akan diberikan ke LHI ? Uang yg blm pernah sampai ke LHI itu ? #taaruf

41.    Lalu skrg anda usut kantor, mobil dan ruang2 kerja kami -- lalu diikuti premis "jika partai terlibat maka...". #taaruf

42.    Saudaraku.. Saya tahu ada yg ingin PKS bubar dgn delik korupsi-korporasi & bahkan target si A si B si C harus "masuk" sblm lebaran. #taaruf

43.    Saya pun kenal sejumlah orang di sekeliling Anda yang nyata tak suka kepada kami. Baik alasan politis maupun ideologis. #taaruf

44.    Anda bisa lakukan apa saja sesuai tafsir kewenangan dan hukum yang hanya Anda di atasnya. Berakrobat pun mampu Anda lakukan. #taaruf

45.    Sekali kami berupaya mengingatkan kesalahan kecil Anda. Toh kita manusia yg bisa lupa dan keliru? Tapi Anda sebut kami "melawan". #taaruf

46.    Meski akhirnya kami senang krn Anda perbaiki kekeliruan itu. Tp Anda mmg tak ingin merasa "kalah". Anda ingin tetap dilihat hebat. #taaruf

47.    Kali ini Anda datang dgn surat lengkap. Tapi baru kali ini pula Anda dikawal puluhan polisi bersenjata. #taaruf

48.    Saudaraku.. Kenalkan, kami ini gerakan dakwah. Partai hanyalah instrumen saat kami harus juga berjuang secara politik. #taaruf

49.    Harta kami yg sesungguhnya adalah hati, akal dan lisan kami... Yg dulu bergerak leluasa di atas kaki-kaki bersepatu seadanya. #taaruf

50.    Menghampiri manusia di manapun mereka tuk ikuti kebenaran Ilahi dan bangun hidup dalam kebaikan. Hanya hati, akal dan lisan kami! #taaruf

51.    Kalian bisa ambil semua rumah, kantor, mobil dan meja kami. Tapi sekali-kali kalian tak akan bisa rampas hati, akal dan lisan kami. #taaruf

52.    Kalian pun bisa penjarakan siapapun yang kalian kehendaki dari kami. Tapi sekali-kali tak bisa kalian jamah hati, akal & lisan kami #taaruf

53.    Kami akan kagum dan hormat kepada Anda ketika anda berani krn kejujuran. Tegas krn kebenaran. #taaruf

54.    Tapi nurani kami yg kami hidupkan di tengah malam sunyi selalu mengatakan sebaliknya. Ada awan gelap menyelimuti kalian. #taaruf

55.    Tapi kami harus katakan bahwa yang Anda lakukan adalah sunnah dalam jalan dakwah kami. Suatu yang akan selalu terjadi. #taaruf

56.    Sunnah itu akan memperbaiki dan memperkuat jalan dan barisan dakwah kami. Saat kalian sdh hampa wewenang dan kuasa. #taaruf

57.    Meski kalian sakiti kami, namun kami akan tetap mendoakan kalian. Masih panjang perjalanan dan waktu di depan. #taaruf

58.    Kami harus terus berdoa untuk kalian. Karena rakyat negeri ini masih menaruh harapan baik kepada Anda. Kami pun begitu. #taaruf

59.    Doa malamku: "Ya Allah Engkau Maha Tahu bahwa hati-hati kami tlah berhimpun atas dasar cinta kepada-MU... #taaruf

60.    "bersama bangun kebaikan dalam ketaatan kepada-MU. Dan bersatupadu dalam jalan dakwah-MU. Serta berjanji menyebarluaskan ayariatmu. #taaruf

61.    "Maka eratkanlah Ya Allah ikatan hati di antara kami. Langgengkan persaudaraannya. Dan tunjuki jalan dakwah kami.. #taaruf

62.    "Dan terangilah jalan kami dgn cahaya-MU yang tak pernah pudar & padam. Lapang dan tentramkan hati kami dgn keutamaan iman kpd-Mu.. #taaruf

63.    "Perindahlah tawakal kami kepada-MU. Hidupkan senantiasa kami dalam ma'rifat kpd-MU. Dan wafatkan kami dalam syahid di jalan-MU.. #taaruf

64.    "Sesungguhnya Engkau-lah tempat perlindungan dan pertolongan bagi kami.. Dan segala puji bagi-MU ya Rabb.." #taaruf

    
    Content from Twitter

Kenapa KPK Dikawal Brimob?

Rabu, 15 Mei 2013 | 16.48

 
Puluhan petugas Brimob mengawal tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan penyitaan di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bermarkas Jalan TB Simatupang No 82, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013).

Dari pantauan, awalnya dua orang petugas seragam dinas cokelat-cokelat dari Polda Metro Jaya tiba di markas DPP PKS sekitar pukul 11.23 WIB bersama empat orangpenyidik KPK dengan menggunakan mobil Kijang Toyota Innova warna silver B 1247 UKP.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 11.35 Wib datang secara beruntun layaknya gerbong kereta api sekitar delapan mobil yang serupa yakni Kijang Toyota Innova masuk ke halaman gedung DPP PKS. Ternyata, puluhan penyidik KPK keluar dikawal dengan puluhan anggota Brimob dimana dalam satu mobil berisi dua anggota Brimob.

Kini, anggota Brimob telah berjaga-jaga di area gedung DPP PKS baik di pintu gerbang masuk maupun didalam gedung. Sedangkan, tim penyidik KPK saat ini tengah bekerja didalam ruang gedung partai nomor urut tiga tersebut.

sumber:http://www.suaranews.com/2013/05/dpp-pks-sambut-dengan-ramah-kpk-malah.html

Membongkar Sihir dan Mitos Eyang - Bag. 1

 


by @Fahrihamzah

1.    Eyang lagi ngamuk tuh...!

2.    Eyang panik kalau dilawan pakai opini sebab selama ini dia selalu ditaati...

3.    Selama ini, eyang tak ada yang bantah, eyang selalu benar dan ditaati.

4.    Selama ini eyang membangun kesan bahwa eyang gak pernah salah dan tak mungkin kalah.

5.    Selama ini eyang berbicara teratur dan sepihak...

6.    Selama ini kita tak pernah mempertanyakan kehidupan pribadi eyang...kita hanya membahas keterangannya..

7.    Kita hanya mendiskusikan dan melanjutkan keterangannya...tak pernah kita membalik pertanyaan..

8.    Sementara eyang memang memiliki banyak amunisi untuk meyakinkan kita bahwa dia memang selalu benar...

9.    Pertama, eyang selalu bisa tahu percakapan kita di luar saat tak bertemu dengannya..itu selalu.

10.    Aneh sekali kalau kita ketemu, eyang selalu tahu kita sedang mengalami apa..kita tak bisa berkutik...

11.    Eyang tahu kita berhubungan dengan siapa saja dan bertemu dengan siapa saja...

12.    Sepertinya eyang punya pasukan siluman yang setia memata-matai kita 24 jam...

13.    Kedua, saya bertanya kenapa eyang mensyaratkan pertemuan selalu sendiri dan kita tak didampingi?

14.    Padahal kita umumnya tidak mengerti persoalan dan kadang tak mengerti aturan eyang...

15.    Dan eyang sering menekan atau memaksa kita yg karena tidak tahu aturan kadang terpaksa melanggar..

16.    Kadang dalam keadaan seperti itu eyang menyuruh kita bohong untuk tujuannya...dan kita terpaksa bohong...for eyang..

17.    Entahlah, aura eyang sangat dahsyat dan ketika kita tak ditemani apalagi oleh ahli..mapuslah kita..

18.    Eyang menyihir kita ketika kita sendiri...lebih tepatnya intimidasi...

19.    Ketiga, informasi.... (break dulu)......bagian 1.

    
    Content from Twitter

Misteri Ahmad Fathanah - Bag. II

 
by @Triomacan2000

    1. Eng ing jreeeenk ...bahas ahmad olong alias ahmad fathanah saja dulu. Utk korupsi2 @iskan_dahlan biar kita desak dia mau sadar & jujur
    
    2. Fatanah adalah nama palsu. Sengaja dipilih nama yg "islami" karena ada maksud dan tujuan. Sesuai dgn perannya sbg "asset" intelejen
    
    3. Dugaan kami bhw fathanah atau Olong ini adalah asset atau agen yg disusupkan pihak tertentu ke PKS bukan tanpa dasar. Indikasinya kuat
    
    4. Sayangnya dubes Australia utk Indonesia Mr. Greg Moriarty tdk pernah bersedia kami konfirmasi. Wajar. Mana ada negara asing yg mau akui
    
    5. Sesuai info kami sebelumnya, Olong adalah eks Napi di LP Australia. Dia dipenjara karena menyelundupkan 353 imigran gelap, mayoritas Irak
    
    6. Meski Fathanah atau Olong tertangkap belakangan di Thailand, dia dideportasi ke Australia. Hadapi ancaman hukum penjara 20 thn
    
    7. Olong /Fathanah kemudian diketahui hanya jalani hukuman tdk sampai 3 thn di penjara. Alasan resmi pemerintah asutralia : Olong diampuni
    
    8. Alasan resmi pengampunan : Olong mengaku bersalah, minta maaf, bukan motif cari untung. Motif sebenarnya : ada deal khusus Olong-Aussie
    
    9. Deal khusus Olong-Aussie itu mudah ditebak. Aussie butuh "asset" utk bantu operasi intelejen di RI khususnya di komunitas Islam Indonesia
    
    10. Sejak peristiwa Bom Bali dan Kuningan (Aussie Embassy), Australia lipatgandakan sumber daya dan operasional intelejen khususnya di RI
    
    11. Bahkan Aussie tak sungkan2 bantu dana hibah ke RI. Sdh ratusan juta AUS $ dikucurkan ke RI utk program2 terkait pemberantasan Terorisme
    
    12. Selain dana yg besar dihibahkah ke RI, bantuan teknis& non teknis juga selalu diberikan utk RI. Semua ini pre-emptive bahaya terorisme
    
    13. Seperti halnya AS pasca 9/11 WTC, kebijakan Aussie thdp Global Terroristme sama. Pindahkan medan perang thdp terrorist ke negara asalnya
    
    14. Olong alias Fathanah adalah salah satu mata rantai atau bagian dari grand strategy Aussie dlm perang melawan terorisme. Kenapa Olong?
    
    15. Aussie tak akan mau rekrut Olong jika dinilai tak layak jadi asset. Olong akan dibiarkan membusuk mati di penjara. Tapi Olong bernilai
    
    16. Jaringan & relasi Olong di komunitas Islam cukup luas. Dia teman sekolah, sekampung, dekat, punya akses bagus ke petinggi PKS
    
    17. Kenapa mesti PKS? Knp tdk ke ormas, partai, organisasi atau komunitas Islam lainnya? Karena Olong paling efektif jika "ditanam" di PKS
    
    18. Juga karena partai, ormas, organisasi, komunitas Islam lainnya sdh ada "asset2" yg disusupkan. Mereka ada dimana2. Hal yg sangat biasa
    
    19. Seseorang bisa saja jd asset tnp disadari. Tdk disadar sdh direkrut utk kepentingan pihak luar. Namun, utk Olong, tentu beda. Dia sadar
    
    20. Tugas "asset" dlm operasi intelejen bermacam2 sesuai dgn rencana dan kebutuhan. Pertama : sbg sumber informasi atau "Supplier"
    
    21. Kedua : Utk menghancurkan target (organisasi tempat dia ditanam). Ketiga : Deception atau pengalihan. Mengacaukan. Disinformasi, kontra
    
    22. Bgmn dgn Fathonah eh Olong? Dgn pelajari modus operandinya, jelas sekali bhw Olong dijadikan asset utk "menghancurkan" PKS. Cermatilah
    
    23. Modus Operandi Olong : 1) masuk ke lingkaran inti kekuasaan PKS dgn mendekati LHI, Presiden PKS. Jauh sebelum LHI jadi Presiden PKS
    
    24. Strateginya dgn "menjual" hubungan emosional yg sdh ada sejak lama antara Olong dan LHI. Diperkuat dgn jalinan bisnis yg menguntungkan
    
    25. Modus berikutnya : "menabur dan tinggalkan jejak kotor dimana2". Tentu tnp sepengetahuan LHI dan elit2 PKS lainnya. Ternasuk anis matta
    
    26. Didepan LHI, anis matta, elit2 PKS lain, Olong alias Fathanah ini PASTI bersikap dan perilaku terpuji, "al amin". Terpercaya. Amanah.
    
    27. Tetapi, diluar sepengetahuan elit PKS, Olong punya dunia lain. Dia ciptakan dunia paradoks, Kontra, beda 180% dgn dunianya di PKS
    
    28. Dia ciptakan, tabur, tinggalkan sebanyak mungkin "JEJAK KOTOR" yg nantinya akan mudah ditracing oleh KPK. Polri, kejaksaan dll.
    
    29. Makin banyak jejak kotor yg ditinggalkan Olong, maka semakin efektif dan maksimal daya rusak, daya hancur thdp PKS. Olong = "Bom Nuklir"
    
    30. Apakah Olong "bekerja sendiri" ? Tentu tidak. Seorang asset tdk mungkin bekerja sendiri. Dia didukung sebuah tim, baik langsung atau tdk
    
    31. Dalam operasi intelejen pasti ada person/ pihak penghubung ke "asset" seperti olong / fathanah ini. Juga ada pihak/person pemutus (Cut)
    
    32. Pihak Penghubung tugasnya adalah 1) memberikan perintah 2) memasok logistik (uang, fasilitas dll) 3) beri info yg dibutuhkan asset
    
    33. 4) menerima informasi dari asset 5) membantu menyelesaikan atau solusi masalah2 yg dihadapi asset, dst..dst
    
    34. Utk mengetahui Olong ini asset siapa? Bekerja utk kepentingan siapa, PKS harus melakukan operasi kontraintelejen. Secepatnya.
    
    35. Modus berikutnya : ketika Olong "ditangkap" KPK, saat itu adalah awal dari tahap 2 atau penghancuran total thdp PKS.
    
    36. Ada beberapa peristiwa penting yg terjadi "KEBETULAN" pada saat Olong/Fathanah ditangkap dlm OTT KPK. Apa saja itu ??
    
    37. Peristiwa "KEBETULAN" yg mendahului, sedang terjadi dan akan terjadi, saat Olong mulai beraksi (ditangkap KPK) adlalah : 1) SBY ke LN
    
    38. 2) SBY, PD dan Cikeas lagi "dihujat", dikecam, dikritik habis2an terkait hasil KLB Bali 3) Kasus Korupsi Cikeas sdg didesak diusut KPK
    
    39. 5) Kasus Sprindik sdg diusut dan berakhir antiklimaks 6) kecurigaan KPK sdh ditaklukan dan jadi alat politik represif istana terendus
    
    40. Dan banyak lagi peristiwa2/fakta2 yg ada saat Peran Olong sbg Penghancur PKS mulai diaktifkan. Cermati saja. Watch out. Waspadalah..
    
    41. "JEJAK KOTOR" Olong yg sengaja diciptakan dan ditaburkan, mulai diangkat ke publik satu per satu. Diblow up besar2an di media. Efektif !
    
    42. Media2 tertentu sdh dipesan, dibayar utk jadi "motor" pencipta, penggerak dan penggiring OPINI NEGATIF ke publik dgn strategi Khusus
    
    43. Mari kita Cermati : Olong >>> Korup, Royal, Boros, Hedonis, Meterialis, Wanita2, Seks, Playboy, Amoral >>> PKS >> Partai Islam >> Islam
    
    44. Tujuan antara >> PKS Hancur. Tujuan akhir >> pelemahan Islam sbg indentitas, nilai2, komunitas dan agama >> MISSION HAS ACCOMPLISHED
    
    45. Benarkah? ! Cek ! “@yakusa1947: Olong ini kawannya Oyom/BIN poswil Sumut"RT: 34.Utk mengetahui Olong ini asset siapa? Bekerja utk siapa
    
    46. Utk mengetahui utk kepentingan siapa Olong bekerja, mudah saja. Lihat saja media2 tertentu yg menggoreng habis/blow up isu2 Olong tsb
    
    47. Lihatlah bgmn "jejak2 kotor" yg sdh dipersiapkan Olong itu kemudian diblow up habis2an oleh media utk BENTUK OPINI.
    
    48. Pesan yg ingin kami sampaikan hanya : Hati2, cermati, be smart and wisdom memandang Kasus Olong dan LHI ini. Fokus saja. Jgn terperdaya
    
    49. Oh ya kenapa PKS jadi target ? PKS = Partai "Islam" terkuat, terbesar, tersolid, kader militan, pny prospek jadi partai penguasa= BAHAYA
   
    50. Tiap kesukaran ada kemudahan, setiap masalah ada hikmah. PKS harus introspeksi & bersih diri, perkuat diri. Istiqomah. Sekian. WASSALAM
   
    Content from Twitter

Striker Chelsea Jual Ferrari demi Muslim Rohingya

Selasa, 14 Mei 2013 | 15.35

Demba Ba


LONDON -- Ujung tombak Chelsea, Demba Ba, sering menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama Muslim. Baru-baru ini, untuk membantu musibah Muslim Rohingya, mantan striker Newcastle itu dikabarkan menjual mobil Ferrari kesayangannya senilai Rp 8,2 miliar.

Seperti dilansir rilis Aksi Cepat Tanggap (ACT) dari Rohingya yang diterima ROL, penyerang asal Senegal itu menjual mobil mewahnya. Kemudian, uang hasil penjualan mobil tersebut disumbangkan kepada para muslim Burma yang menjadi sasaran kekerasan oleh orang-orang Budha di sana.

Belum ada tanggapan resmi dari Demba Ba soal berita tersebut. Penyerang berusia 27 tahun itu biasanya sering mengabarkan berita-berita serupa kepada para fansnya lewat akun Twitter, @dembabafoot

Demba Ba selama ini memang dikenal dermawan terkait kepentingan dakwah Islam di Eropa. Salah satu wujud kedermawanannya adalah saat meyumbang pembangunan masjid di London beberapa waktu lalu.

Ba juga sering mengekspresikan keislamannya kepada dunia lewat lapangan hijau, seperti sujud syukur tiap kali mencetak gol. Kebiasaan seperti itu telah dilakukannya sejak membela Newcastle United.

Tak hanya itu, Demba Ba bahkan hafal beberapa juz dari Alquran dan sering berperan menjelaskan tentang kepada rekan-rekan setimnya yang non Muslim.

sumber:http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/freekick/13/05/12/mmn5jt-striker-chelsea-jual-ferrari-demi-muslim-rohingya

Bela KPK, Detikcom Copy Paste Berita Tahun 2009




Belakangan ini, banyak teman di internet yang menemukan berita di media yang salah tulis, salah kutip, dst. Tapi yang paling memalukan adalah yang ini:

Berita asli, dimuat di website Pak Mahfud MD tahun 2009 lalu:
http://www.mahfudmd.com/index.php?page=web.OpiniLengkap&id=21

Berikut berita selengkapnya dari website pak Mahfud MD:


KALAU DITANGKAP KPK, NGAKU SAJA
Kamis, 11-06-2009 / 13:21:08 (Total view : 2395)
Kerap kita dibuat keki oleh bantahan atau alibi orang-orang yang ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena korupsi.

Banyak di antara mereka yang berusaha mengelak dari jeratan hukum, misalnya dengan dalih tidak tahu bahwa di mobilnya ada uang. Mereka mengatakan dengan bahasa yang sama bahwa mereka dijebak, entah oleh siapa. Ada juga yang mengatakan bahwa uang yang diterimanya bukan suap, melainkan dana untuk kerja sama bisnis atau sumbangan untuk kampanye.

Haruslah diingat bahwa berdasarkan pengalaman, sampai kini tak seorang pun yang ditangkap dan dijadikan tersangka oleh KPK bisa lolos dari hukuman, semuanya dijebloskan ke dalam penjara. Mengapa? Karena sebelum menangkap seseorang, KPK pasti telah memiliki bukti-bukti yang takkan terbantahkan yang dihimpun jauh-jauh hari sebelum penangkapan dilakukan.

Tak mungkinlah kita memercayai alasan klise yang sering diumumkan oleh KPK bahwa penangkapan dilakukan secara tiba-tiba karena ada laporan masyarakat tentang akan terjadinya transaksi suap-menyuap.

Yakinlah, KPK sudah punya bukti-bukti yang dihimpun sendiri secara cermat dalam waktu lama melalui pengintaian, pembuntutan, penyadapan, dan perekaman aktivitas yang terkait dengan indikasi korupsi yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

Oleh sebab itu, jika seseorang sudah dijadikan tersangka, apalagi penangkapannya sampai dipublikasikan oleh KPK, sebaiknya segera mengaku dan tak usah mencari-cari dalih. Hampir mustahil dalih atau alibi itu bisa menyelamatkannya.

Semakin banyak berdalih bisa semakin banyak aib keluar dan memalukan keluarga yang sebenarnya tak terlibat. Pelebaran aib itu bisa terjadi karena pembuktian oleh KPK di Pengadilan Tipikor adakalanya bukan hanya menyangkut korupsinya itu sendiri, tetapi menyangkut juga hal-hal lain yang dapat sangat memalukannya.

Ingatlah kasus Al Amin Nasution. Saat ditangkap dan diajukan ke Pengadilan Tipikor, dia membantah habis-habisan telah melakukan transaksi suap-menyuap. Namun di persidangan, KPK memutar banyak rekaman percakapan telepon yang sudah berkali-kali dilakukannya yang berisi proses transaksi penyuapan itu.

Sialnya bagi Al Amin, dalam pembicaraan hasil sadapan KPK itu terungkap pula bahwa transaksi korupsi itu bukan hanya menyangkut suap uang, tetapi juga melibatkan seorang wanita kinclong berbaju putih yang juga “disuapkan”.

Ingat jugalah ketika Urip Tri Gunawan dan Arthalyta Suryani kompak dalam skenario bahwa uang yang diserahterimakannya saat penangkapan oleh KPK adalah pinjaman untuk bisnis permata yang kemudian diubah menjadi bisnis bengkel dengan proposal yang coba untuk diatur melalui telepon dari dalam sel tahanan yang juga disadap KPK.

Di persidangan, semua rekaman pembicaraan Urip-Arthalyta yang dilakukan jauh-jauh sebelum penangkapan diputar oleh KPK dan yang bersangkutan tak bisa mengelak sehingga hakim pun tak bisa berkesimpulan lain kecuali bahwa keduanya telah melakukan korupsi bejat yang merusak negara sehingga dihukum sesuai dengan ancaman maksimal.

Ringkasnya, semakin banyak mengelak atau membantah akan semakin banyak pula rekaman hasil sadapan “transaksi korupsi” diperdengarkan di persidangan oleh KPK yang bisa-bisa membongkar aib-aib lain.***

Makanya, kalau sudah tertangkap atau dijadikan tersangka oleh KPK, sebaiknya mengaku sajalah, tak usah menuruti skenario pengacara jika sang pengacara menyuruh mencari-cari dalih untuk tidak mengaku. Mengikuti skenario bohong hanya menunda penderitaan dan deraan opini publik serta tak menolong untuk meringankan hukuman.

Apa yang dilakukan oleh Azirwan dan M Iqbal dalam menyikapi penangkapan oleh KPK mungkin perlu dicontoh. Azirwan, pasangan korupsi Al Amin, lebih pandai membaca situasi. Meskipun saat baru tertangkap dia menolak keras telah melakukan penyuapan, di Pengadilan Tipikor dia mengaku secara gamblang tentang suap-suap yang terpaksa dilakukannya karena “diperas” oleh orang-orang DPR.

Ketika KPK memutar rekaman perbincangan teleponnya dengan Al Amin, Azirwan langsung meminta hakim menghentikan pemutaran rekaman itu dan langsung mengakui semua isi perbuatan korupsi (penyuapan) dan tahapan-tahapannya yang dilakukan bersama Al Amin dan DPR.

Azirwan tahu membaca situasi dan paham atas kecermatan KPK. Kalau rekaman itu terus diputar di persidangan bisa-bisa muncul aib lain seperti yang terjadi pada Al Amin, yakni munculnya fakta bahwa bukan hanya uang yang disuapkan, melainkan juga ada embel-embel wanitanya. Al Amin tetap membantah, tapi Azirwan mengakui bahwa yang berbicara di telepon itu adalah dirinya dengan Al Amin.

M Iqbal, terdakwa kasus suap di KPPU, juga termasuk yang menyadari bahwa KPK tak dapat dibohongi. Ketika ditangkap, dia tak memberikan bantahan apa pun, kecuali menyatakan siap mengikuti proses hukum dan akan mengajukan pembelaan di pengadilan.

Iqbal yang memang intelek kelihatannya tahu bahwa tak mungkinlah dia mencari-cari alibi bohong karena KPK pasti sudah mempunyai bukti-bukti kuat yang telah dihimpun “secara legal” dan cermat jauh-jauh hari sebelum dirinya ditangkap tangan. Harus juga diingat bahwa kewenangan KPK untuk menyadap pembicaraan telepon dan merekam dengan video secara diam-diam terhadap orang-orang yang terindikasi atau berpotensi melakukan korupsi tidaklah melanggar HAM.

Kewenangan KPK untuk melakukan itu didasarkan pada ketentuan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 (UU-KPK) yang memang membolehkan KPK untuk menyadap dan merekam secara audio visual dengan diam-diam terhadap mereka yang terindikasi atau berpotensi besar melakukan korupsi.

Ini perlu ditegaskan karena dengan alasan pelanggaran HAM, ketentuan UU-KPK yang memberi kewenangan kepada KPK untuk menyadap dan merekam secara diam-diam itu sudah pernah diujimaterikan (dimintakan judicial review) ke Mahkamah Konstitusi (MK), tetapi MK memutus dengan tegas bahwa kewenangan yang diberikan kepada KPK oleh UU-KPK itu adalah konstitusional dan tepat sebagai instrumen hukum untuk memberantas korupsi yang di Indonesia sudah dikategorikan sebagai extra-ordinary crime.

Kita pun harus terus mendukung pemberian kewenangan atau konstitusionalisasi penyadapan dan perekaman itu kepada KPK. Sebab jika tidak ada pemberian kewenangan ekstra yang seperti itu akan tidak mudah bagi KPK untuk memburu para koruptor.

Kalau tidak dibegitukan, kalau tidak disadap atau direkam secara diam-diam, akan ada saja akal para koruptor itu, apalagi mereka yang pejabat negara, untuk meloloskan diri dari hukuman dan mereka akan terus dan terus merusak negara dengan serial-serial korupsinya.
Berita copy paste detikcom:

Berita di atas dicopy paste oleh detik.com dan dimuat ulang tanggal 13 Mei 2013. Silahkan dicek: http://news.detik.com/read/2013/05/13/110301/2243937/10/mahfud-md-kalau-ditangkap-kpk-ngaku-saja

Berikut isi berita selengkapnya:

Senin, 13/05/2013 11:06 WIB
Mahfud MD: Kalau Ditangkap KPK, Ngaku Saja
Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Mahfud MD Jakarta – Orang-orang yang ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena korupsi seringkali melempar bantahan atau alibi. Ada yang menyangkal, merasa dijebak dan masih banyak alasan lainnya, menurut Mahfud MD semua dalih itu tak akan menyelamatkannya dari jerat KPK.

“Haruslah diingat bahwa berdasarkan pengalaman, sampai kini tak seorang pun yang ditangkap dan dijadikan tersangka oleh KPK bisa lolos dari hukuman, semuanya dijebloskan ke dalam penjara,” kata eks Ketua MK, Mahfud MD, dalam opininya yang dikutip detikcom, Senin (13/5/2013).

Dalam menangkap seseorang, lanjut Mahfud, KPK pasti telah memiliki bukti-bukti yang takkan terbantahkan yang dihimpun jauh-jauh hari sebelum penangkapan dilakukan. Dia yakin KPK sudah punya bukti-bukti yang dihimpun sendiri secara cermat dalam waktu lama melalui pengintaian, pembuntutan, penyadapan, dan perekaman aktivitas yang terkait dengan indikasi korupsi yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

“Oleh sebab itu, jika seseorang sudah dijadikan tersangka, apalagi penangkapannya sampai dipublikasikan oleh KPK, sebaiknya segera mengaku dan tak usah mencari-cari dalih. Hampir mustahil dalih atau alibi itu bisa menyelamatkannya,” ingat Mahfud.

Semakin banyak berdalih, lanjut Mahfud, bisa semakin banyak aib keluar dan memalukan keluarga yang sebenarnya tak terlibat. Pelebaran aib itu bisa terjadi karena pembuktian oleh KPK di Pengadilan Tipikor adakalanya bukan hanya menyangkut korupsinya itu sendiri, tetapi menyangkut juga hal-hal lain yang dapat sangat memalukannya.

“Ingatlah kasus Al Amin Nasution. Saat ditangkap dan diajukan ke Pengadilan Tipikor, dia membantah habis-habisan telah melakukan transaksi suap-menyuap. Namun di persidangan, KPK memutar banyak rekaman percakapan telepon yang sudah berkali-kali dilakukannya yang berisi proses transaksi penyuapan itu,” ujar Mahfud mencontohkan.

“Sialnya bagi Al Amin, dalam pembicaraan hasil sadapan KPK itu terungkap pula bahwa transaksi korupsi itu bukan hanya menyangkut suap uang, tetapi juga melibatkan seorang wanita kinclong berbaju putih yang juga “disuapkan”,” lanjutnya.

Contoh lain, Mahfud mengisahkan ketika Urip Tri Gunawan dan Arthalyta Suryani kompak dalam skenario bahwa uang yang diserahterimakannya saat penangkapan oleh KPK adalah pinjaman untuk bisnis. Di persidangan, semua rekaman pembicaraan Urip-Arthalyta yang dilakukan jauh-jauh sebelum penangkapan diputar oleh KPK dan yang bersangkutan tak bisa mengelak sehingga hakim pun tak bisa berkesimpulan lain kecuali bahwa keduanya telah melakukan korupsi.

“Ringkasnya, semakin banyak mengelak atau membantah akan semakin banyak pula rekaman hasil sadapan “transaksi korupsi” diperdengarkan di persidangan oleh KPK yang bisa-bisa membongkar aib-aib lain,” simpum Mahfud.

“Makanya, kalau sudah tertangkap atau dijadikan tersangka oleh KPK, sebaiknya mengaku sajalah, tak usah menuruti skenario pengacara jika sang pengacara menyuruh mencari-cari dalih untuk tidak mengaku. Mengikuti skenario bohong hanya menunda penderitaan dan deraan opini publik serta tak menolong untuk meringankan hukuman,” tandasnya.

(van/try)
  
Hasil screenshoot dari seorang kaskuser:

(Tadi info ini sudah diposting di kaskus, tapi dihapus oleh moderatornya. Mungkin karena salah kamar). Untungnya saya sudah menyimpan screnshot thread-nya, sehingga saya bisa menampilkan foto ini.

Dari screenshoot ini, TERLIHAT DENGAN JELAS, bahwa tulisan alinea ke-2 yang aslinya:
“Haruslah diingat bahwa berdasarkan pengalaman, sampai kini tak seorang pun yang ditangkap dan dijadikan tersangka oleh KPK bisa lolos dari hukuman, semuanya dijebloskan ke dalam penjara,” kata eks Ketua MK, Mahfud MD, kepada detikcom, Senin (13/5/2013).

 Telah diubah menjadi:
“Haruslah diingat bahwa berdasarkan pengalaman, sampai kini tak seorang pun yang ditangkap dan dijadikan tersangka oleh KPK bisa lolos dari hukuman, semuanya dijebloskan ke dalam penjara,” kata eks Ketua MK, Mahfud MD, dalam opininya yang dikutip detikcom, Senin (13/5/2013).


Entah apa maksudnya berbuat seperti itu. Mari kita simpulkan sendiri-sendiri :-)

Pak Mahfud MD Bisa Menggugat Detik.com!

Yang jelas, gara2 ulah detik.com ini, banyak netter innocent yang menyalahkan pak Mahfud MD, dan nama baik beliau tentu tercoreng.

Coba simak komentar2 berikut, yang saya copas dari detik.com:

Komentar1:
Salam P MD yang terhormat, saya ko jadi kontradiksi dengan posisi bapak sebagai pakar hukum? Ketika seseorang belum di sidangkan masa dipaksa disuruh mengaku melakukan korupsi? Sangat naif bila orang tersebut benar2 tidak bersalah dan KPK memaksakan kehendaknya dengan mencari cela, dari korupsi tertangkap tangan beralih jadi pencucian uang, tahu nanti apa lagi yang akan dituduhkan kalau perlu imeg tertangkap oleh KPK jangan sampai berubah menjadi lolos atas tuduhan KPK. Apakah hukum lahiran..
  
Komentar 2:
Mantan ketua MK ngomongnya aja begitu, kayak orang gak ngerti hukum makin hancur negeri ini mengadili orng bkn dgn hukum tp mengadili orng dgn persefsi,blm lg jd presiden ngomong dah ngawur aj,prof hukum ngomongnya kayak orang ga ngerti hukum.

Dan masih banyak lagi.

Dari kasus ini, seharusnya pak Mahfud MD pun bisa menggugat detikcom jika beliau tidak pernah diwwancarai. Sebab gara-gara detikcom copas berita tahun 2009, nama baik beliau bisa tercoreng. Ingat: Peristiwa copas ini muncul ketika kasus LHI sedang rame-ramenya. Jadi masyarakat tentu langsung menghubungkan pernyataan Pak Mahfud MD ini dengan kasus LHI. Dengan kata lain, seolah-oleh Pak Mahfud MD berpendapat bahwa LHI bersalah.

Padahal sebagai tokoh yang sangat pakar di bidang hukum, pasti pak Mahfud MD tak mungkin gegabah dalam membuat pernyataan soal KPK vs LHI ini. Sebab pengadilannya saja belum dimulai. Secara hukum, LHI belum terbukti bersalah.
Membela KPK dan Menyerang LHI/PKS?

Kasus ini, tentu saja membuat saya berpikir, seperti pada judul artikel ini. Apakah ini merupakan upaya Detik.com untuk membela KPK dan menyerang PKS dan LHI?

Boleh-boleh saja sih, mereka bersikap seperti itu. Tentu itu hak mereka. Tapi jangan begitu juga kaleee caranya. Masa berita basi dimuat juga. Apa kata dunia?

Pesan moral:

Jangan terlalu mudah percaya pada media mainstream. Banyak berita menyesatkan. Baca juga media2 alternatif, agar kita mendapat info2 yang berimbang.

Oh ya:
Sehubungan dengan kasus LHI, berikut saya tampilkan rangkumannya dalam bentuk gambar. Sudah tayang di FB dan Twitter, dan alhamdulillah di-share oleh ribuan orang.


Terima kasih

Jonru
Founder dan CEO Dapur Buku

*http://jonru.wordpress.com

sumber:http://www.pkssumut.or.id/2013/05/bela-kpk-detikcom-mengcopy-paste-berita.html

Post Terpopuler

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. )|( PKS Bae Kudus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger