)|( PKS Bae Kudus
Headlines News :

PKS Update

Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Para Ustadz Atau Johan Budi Yang Bohong

Sabtu, 11 Mei 2013 | 23.37

 
by @herilaregrage

1.    PKS memang seksi, sehingga tak akan bosan dilihat dan dibicarakan. Seperti keseksian cewek2 yg tertangkap. Yg katanya ada di"lingkaran" pks

2.    Kamaren heboh lagi tentang PKS ala KPK, entah sudah halaman kbrpa ini. Semakin hari halamannya semakin ramai atau semakin alay?

3.    Tergantung sudut pandang dan kebersihan hati-masing-masing pemirsa TV bagaimana menyikapinya.

4.    Ada yg dongkol dg membela KPK, ada jg yg dongkol dg membela PKS, ada yg jijik dg sikap KPK, ada juga yg jijik dg sikap PKS.

5.    Sampe ada yg bilang, doktrin apa sih yg ditanamkan para pimpinan PKS sama kadernya, koruptor kok masih saja dibela

6.    Banyak juga yg ngasih kepanjangan nyeleneh trkait PKS. Orang baik, tentu akan bertutur dan bersikap yg baik. Sy yakin anda orang baik

7.    Namun demikian ada jg yg berfikir dengan jernih, kritis dan mengamati dlm beritanya dengan membandingkan dengan kasus2korupsi lainnya

8.    Hasilnya miris, sangat berbeda jauh perlakuannya dengan kasus2 lainnya. Seperti ada kepentingan lain dengan berkembangnya kasus PKS ini

9.    wajar klo ada yg nyebut pesananlah, operasi intelejenlah, pencekalan 2014 lah dan opini-opini lainnya.

10.    Kita liat berita yg heboh terkahir tentang penyitaan mobil. Kabarnya simpang siur, KPK yg bohong atau PKS yg bohong. Anda percaya mana?

11.    Ustad yang bohong atau media yang bohong? Fahri hamzah bohong atau johan budi yg bohong? Anda percaya siapa?

12.    Sampai beberpa ustadpun turun tangan menjelaskan bahwa KPK-lah yg bohong dengan omongan Jubirnya johan budi.

13.    Usd hidayat menegaskan, ustad tifatul menegaskan, ust muzamil yusuf juga menegaskan, yg tak kalah heboh ya bung@Fahrihamzah

14.    sikap johan budi yg gelagapan saat diskusi langsung dg fahri hamzah dalam suatu program di TV swasta.

15.    Coba deh cek videonya yg sdh beredar di youtube. Betapa pak jubir KPK itu tak banyak argumen dan terbata saat menyampaikan argumennya

16.    Sekali lagi sy tanya, lebih percaya ustad yg sy sebutkan tadi atau KPK dengan medianya? Memang masih2 punya sikap sndiri dlm menanggapinya

17.    Bisa jadi ini Semua masih pembicaraan di BAB pertama dlm skandal PKS. Yg tentunya sangat lezat ditangkap media.

18.    mana yg katanya #halamanke2 #Anas, #Andi, #Budiono, & #SriMulyani ? KPK sudah lupa tuh..

19.    Berapa total kerugian negara dari hasus hambalang vs kasus sapi? Berapa kerugian negara dari kasus centeury vs kasus sapi..

20.    Nilai Kasus sapi 1M dan blm terbukti sdgkan kasus hambalang dan century bisa berapa kali lipat dari kasus sapi yg bisa jadi menyerempet RI 1 dan RI 2 (red: century 6700 X lipat)

21.    Dengan alasan warga negara istimewa KPK pun takut memanggil keduanya. semua sdh dewasa dan membaca situasinya. Qt mau ambil sikap yg mana?

22.    Silakan gali lebih dalam jgn hanya tau pd permukaan yg dibuat media bayaran. Dg uraian td saatnya qt bangkit @PKSjateng @pkspiyungan

23.    Buktikan dengan amal-amal kita, hiraukan caci maki, tp sesekali mmg harus diladeni. Smoga manfaat @pkscirebon @pkskotacirebon @pkssemarang

Content from Twitter

Fakta Sidang: AF 'Menjual' Nama LHI & PKS

 
by @Alejandro_Law17

    1. Kok ada berita menarik tentang aliran dana 300 Jt dari Indoguna ke AF nggak pada ngeh untuk direkontruksi? Padahal itu sebuah clue lho
    
    2. Anda masih inget isue fee sebesar 300 jt untuk LHI (kegiatan kampanye) sbg fee atas mempertemukan Maria dgn Kementan di medan?
    
    3. Kl anda semua nggak inget, saya ingetin lagi beritanya buat sama2 kita rekontruksi ttg aliran dana 300 jt tsb http://t.co/khN1J5nl9p
    
    4. Dlm berita tsb Maria Elizabeth Liman (MEL) ngaku pernah gelontorin duit sebesar 300 jt atas permintaan LHI untuk keperluan dakwah PKS
    
    5. Uang sebesar 300 jt tersebut disimpan oleh Elda atas permintaan AF untuk diberikan kepada LHI setelah acara dakwah di medan.
    
    6. Lalu tiba2 ada fakta dlm sidang Juar effendi, seorang saksi dari pihak indoguna yaitu jerry mengungkapkan masalah uang 300 jt ini
    
    7. Jerry diperintahkan oleh bosnya yaitu Elda untuk nganterin duit 300 jt tsb ke AF di bank mandiri depok sepulang AF dr medan
    
    8. Lalu, Uang tersebut dianterin ke AF di Bank Mandiri depok. Jerry bilang dalam kesaksiannya AF juga menarik uang 1 M dr Rek-nya di mandiri
    
    9. Di Mandiri sana, AF meminta Jerry untuk mengantarkan uang senilai 1,3 M untuk diberikan ke seseorang yang bernama Ronny u/ proyek PLTS
    
    10. Rincian uang 1,3 M tersebut adalah 1 M yang ditarik AF dari rekening pribadinya, 300 Juta uang yang diberikan Jerry dari Indoguna.
    
    11. Dapet nggak alurnya? :D
    
    12. AF pernah meminta Elda u/ menyimpan uang 300 jt tersebut untuk nanti diberikan ke LHI setelah acara dakwah di medan selesai *flashback
    
    13. Sepulang dari medan, AF menagih uang 300 jt tersebut ke Elda dan dianterin oleh Jerry. uangnya nggak dikasi ke LHI tp diberikan k Ronny
    
    14. AF melobi Indoguna fee sebesar 300 jt untuk jasa mempertemukan Maria Elizabeth Liman di medan untuk diketemukan dengan Mentan an LHI
    
    15. AF mengaku uang trsebut untuk diberikan ke LHI (PKS) untuk kepentingan safari dakwah di medan. Disini terang benderang AF jual nama LHI
    
    16. AF nggak cuman jual nama LHI, tapi jual PKS dan meminta dana atas nama safari dakwah. Padahal tu duit dipake kepentingan PLTS oleh dia
    
    17. Ini adalah salah satu bukti bahwa AF telah menjual LHI & PKS untuk kepentingannya sendiri tanpa sepengetahuan LHI. Ini permainan AF sndr
    
    18. Jelas LHI adalah korban dari prilaku tipu2 AF. Minimal kita sama2 melihatnya secara terang benderang dalam masalah uang yg 300 jt ini
    
    19. Oh iya. Berita kesaksian jerry di pengadilan. barangkali bisa anda cermati detil kejadiannya http://t.co/JcV17BfWJ8.
    
    20. Klo masalah uang 1 M di le meridien, Lebih jelas lagi nggak sampe ke tangan LHI. Sama persis dengan uang yang 300 jt ini
    
    21. Semoga kebenaran semakin ditampakan. LHI nggak bersalah! itu keyakinan saya! Selamat mencermati babak2 selanjutnya!
    
    Content from Twitter

KPK Movie, Sebuah Skenario

Jumat, 10 Mei 2013 | 13.40

kpk

by @aldhiraaa

    1) Bingung nyari hestek, udah aja kasih nama #KPKmovie
    
    2) Tweet #KPKmovie ini akan mengisahkan edisi Suap Kuota, yg melibatkan AF sebagai aktor utama
    
    3) Harusnya edisi #SuapKuota ini menjadikan LHI & Mentan sbagai aktor utama, sayangnya yg muncul malah AF#KPKmovie
    
    4) #SuapKuota berkisah ttg skandal suap thdp Mentan agar menambah kuota impor daging sapi bagi Indoguna ... #KPKmovie
    
    5) Endingnya harus berujung: Mentan & LHI benar2 terima uang, kuota impor benar2 berubah, #SuapKuota #KPKmovie
    
    6) Sayangnya #KPKmovie yg berkisah #SuapKuota tidak bs ditamatkan hingga episode terakhir, LHI & Mentan yg sejatinya sbg tokoh utama malah
    
    7) LHI & Mentan yg sejatinya sebagai tokoh utama #SuapKuota malah cuma skedar figuran, yg muncul justru AF #KPKmovie
    
    8) Cerita #SuapKuota harus diakhiri #KPKmovie sebelum mencapai ending sebenarnya, ada apa ? Apa yg diinginkan sutradara ?
    
    9) Ingat, endingnya LHI & Mentan harus benar2 terima #SuapKuota tp faktanya, sutradara #KPKmovie tidak menuntaskannya sampai ending
    
    10) Dalam episode akhir #SuapKuota LHI & Mentan harus benar2 terima, tp faktanya tidak, cerita menggantung di figur AF #KPKmovie
    
    11) Sutradara berpikir, terlalu lama utk menunggu #SuapKuota sampai episode terakhir, sementara dia punya misi #KPKmovie
    
    12) Ada 2 pilkada besar yg besar kemungkinan dmenangkan kader PKS, maka episode #SuapKuota harus dipercepat #KPKmovie
    
    13) Jadi sebelum episode suap benar2 terima, episode #SuapKuota langsung dibuka oleh sutradara #KPKmovie
    
    14) Tujuannya biar elektabilitas kader PKS di 2 pilkada big match ini anjlok #SuapKuota #KPKmovie
    
    15) Tidak heran, kenapa #KPKmovie menangkap figur LHI padahal ia sama sekali belum terima #SuapKuota ?
    
    16) Kenapa #KPKmovie tidak menunggu sampai LHI benar2 terima #SuapKuota spy bs jd bukti yg kuat di pengadilan ?
    
    17) Ingat, sutradara #KPKmovie ingin elektabilitas kader PKS anjlok di 2 pilkada besar, jd figur LHI segera dijatuhkan #SuapKuota
    
    18) Terlalu lama jika #KPKmovie nunggu LHI & Mentan benar2 tergelincir utk terima suap,sementara sutradara dikejar target pilkada #SuapKuota
    
    19) Jadi, walaupun episode #SuapKuota belum sampai ending, sutradara segera membukanya, utk jatuhkan PKS di 2 pilkada #KPKmovie
    
    20) Faktanya, kisah #SuapKuota ini tdk membuat suara PKS anjlok di 2 pilkda bigmatch, yg ada menang telak #KPKmovie
    
    21) Sutradara #KPKmovie kelabakan, target utk membuka episode #SuapKuota lebih awal gagal total, sementara ending belum beres
    
    22) Dalam kisah #SuapKuota yg muncul malah figur AF yg cm pengumpan, bukan LHI atw Mentan yg di plot sebagai figur utama #KPKmovie
    
    23) Mengarahkan LHI & Mentan lgsg ke ending terima #SuapKuota mustahil, krn mereka benar2 tidak terima suap #KPKmovie
    
    24) Show Must Go On, episode #SuapKuota tetap harus berlanjut, terus digoreng bak kerupuk udang asli cirebon #KPKmovie
    
    25) Figur LHI dalam cerita #SuapKuota tidak sampai ending, tidak terima suap, akhirnya dicari celah kesalahan lain #KPKmovie

    26) Sulit membuktikan kesalahan LHI, sutradara #KPKmovie melakukan cara lain, pembuktian terbalik, #SuapKuota
    
    27) Dalam pembuktian terbalik, sutradara #KPKmovie membuat hipotesis, bahwa harta2 LHI semuanya hasil korupsi #SuapKuota
    
    28) Dalam pembuktian terbalik, sutradara #KPKmovie harus benar2 buktikan bahwa harta2 yg dimiliki LHI adalah harta hasil korupsi #SuapKuota
    
    29) Tak heran, figur LHI yg tadinya diplot sebagai penerima #SuapKuota digeser jd figur pelaku korupsi, walaupun belum ada bukti #KPKmovie
    
    30) Perkiraan saya, sutradara #KPKmovie panik ketika figur LHI ternyata tdk terbukti terima #SuapKuota .. Akhirnya dicari kesalahan lain
    
    31) Perkiraan saya, sutradara #KPKmovie sulit menemukan kasus korupsi LHI, buktinya tidak ada, maka dilakukan pembuktian terbalik #SuapKuota
    
    32) Penyitaan aset LHI ini dalam rangka sutradara #KPKmovie yg ingin melakukan pembuktian terbalik #SuapKuota
    
    33) Tidak lupa bumbu2 "wanita cantik" ditambahkan dalam #KPKmovie edisi #SuapKuota .. Biar dramatis ky film spy luar negeri
    
    34) Walaupun cukup berhasil meramu kisah #SuapKuota jd lebih dramatis, figur AF ttp gagal sebagai aktor pengumpan dalam #KPKmovie
    
    35) Jika benar AF "murni" melakukan suap utk sekedar cari kekayaan, harusnya actingnya bisa lebih rapi #SuapKuota #KPKmovie
    
    36) Dalam menjalankan perannya, AF benar2 terlihat sengaja mengumpankan dirinya utk dijerat #SuapKuota dalam #KPKmovie
    
    37) Untuk acting, AF cukup bagus, misinya menjalankan skenario sutradara #KPKmovie mnambahkan "bumbu" wanita ckp berhasil #SuapKuota
    
    38) Walau demikian acting AF tidak cukup "soft" dalam episode #SuapKuota, terbukti figur AF malah lebih disoroti drpd LHI #KPKmovie
    
    Content from Twitter

KPK Jilid III dalam Cengkeraman Istana

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/05/KPK.jpg/250px-KPK.jpg

by @TrioMacan2000

1.      Pagi ini sedikit kita review tentang KPK yg kian mengkhawatirkan

2.      Pertama, kita refresh fakta bhw KPK jilid III ini sdh tdk steril. Pimpinannya sdh tersandera dan dikendalikan penuh oleh Istana

3.      KPK jilid 3 ini tdk beda dgn Kejaksaan atau kepolisian. Malah lebih jelek karena digunakan sbg alat penekan &penghancur thdp musuh2 istana

4.      Labeling KPK sbg super body, bersih, harus dibela dst malah hasilkan dampak negatif karena istana jd kian efektif tunggangi KPK sbg alatnya

5.      Rakyat hrs disadarkan bhw KPK jilid 3 ini brengsek. Harus ada reformasi total agar KPK kembali ke kittah awalnya sbg lmbg hukum independen

6.      Benak rakyat harus disegarkan kembali bhw pimp KPK kini hanyalah kacung2 istana. Kita buka kembali fakta2nya gara tdk terperdaya oleh KPK

7.      Pertama : bambang widjajanto skrg ini bukan BW yg dulu. Yg idealis, keras, tegas, konsisten dan independen (meski ada sedikit pro golkarnya)

8.      Bambang Widjajanto skrg adalah antek dan hamba Istana. Di terpaksa patuh pada Istana, jalankan misi2 yg dititipkan istana, krna dia terancam

9.      Sejak "insiden" kecil di ILC TV One 2 thn yg lalu dimana sejumlah saksi yg tdk dikehendaki hadir di acara ILC TV One tiba2 buka suara ttg BW

10.  Ingatkah teman2 dulu bgmn suasana ILC TV one? Karni Ilyas buru2 "cut" kesaksian narasumber ttg bukti2 keterlibatan BW dlm sebuah kejahatan?

11.  Kejahatan atau tindak pidana yg dituduhkan pada BW tsb adalah terkait dgn posisi BW sbg lawyer dlm sengketa pilkada

12.  Saksi2 dan bukti memberatkan BW sbg otak rekayasa menghadirkan saksi2 palsu yg beri kesaksian palsu di MK dlm pengadilan sengketa pilkada

13.  Publik belum sempat mengetahui informasi yg disampaikan oleh narasumber yg nyelonong di ILC TV one itu krna dgn cepat dialihkan Karni Ilyas

14.  Namun, dari sinilah awalnya malapetaka menimpa KPK jilid 3 ini. Pihak2 yg berkepentingan utk "menjerat" Bambang Widjajanto dgn cepat bekerja

15.  Istana dgn cepat kumpulkan bukti2 yg kuat yg dapat digunakan utk "menekan dan mengendalikan" Bambang Widjajanto.

16.  Bambang Widjajanto yg semula diendors dan didukung penuh oleh Golkar sehingga berhasil jadi wakil ketua KPK, lalu beralih jd loyalis istana

17.  Sikap Bambang Widjajanto ini "manusiawi". Wajar. Dia juga takut dtangkap dan dimasukan ke penjara akibat kejahatannya merekayasa saksi2

18.  Sejak Bambang Widjajanto menjadi kacung, hamba, loyalis atau budak Istana, maka pupuslah harapan rakyat utk dapat melihat KPK yg independen

19.  Musnahkah harapan rakyat utk melihat KPK bersedia dan berani mengusut tuntas kasus2 korupsi yg melibatkan cikeas, istana atau org2 SBY

20.  Tak ada harapan bagi rakyat utk menyaksikan KPK tuntaskan kasus2 korupsi Century, Petral, Pertamina, PRJ, Pajak dll yg libatkan Istana

21.  Rakyat tdk punya harapan utk meminta KPK usut korupsi Hartati di PRJ & B. Mandiri, Joyo Winoto, agus marto, Any Ratnawati, Mulia Nasution ..

22.  Rakyat tdk punya harapan utk minta KPK tuntaskan korupsi Choel M, Ibas, Antok (adik angkat any SBY), Ignatius Mulyono dst..dst..

23.  Kehancuran integritas KPK akibat tersandera/terjeratnya BW yg miliki kasus pidana ini, diperparah dgn fakta2 pimp KPK yg lain jg bermasalah

24.  Adnan Pandu Praja, abraham Samad dan Zulkarnain juga ikut tersandera dan terjerat kasus pidana dlm pembocoran draft sprindik an. Anas U

25.  Ketiga Pimp KPK ini setiap saat bs ditangkap polisi tuduhan kejahatan pembocoran dokumen rahasia. Kasus ini digantung & dimanfaatkan Istana

26.  Secara politis dan etis kasus pembocoran spindik tsb "sdh dianggap selesai" dgn tuntasnya tugas Komite Etik KPK yg sdh terbitkan rekomendasi

27.  Namun, secara hukum, kita semua tahu bhw keputusan komite etik KPK tdk otomatis menghapus delik pidana dlm kejahatan pembocoran sprindik itu

28.  Artinya, setiap saat, kapan saja, jika dipandang perlu kasus sprindik tsb dapat digunakan Istana utk perintahkan Polisi tangkap 3 pimp KPK

29.  Artinya, 3 Pimp KPK (APP, AS, Zul) sdh tdk berdaya menghadapi tekanan istana, apalagi berani coba2 mengusik korupsi2 Istana/org2 SBY/cikeas

30.  Artinya, 3 pimp KPK itu juga sdh jadi hamba, loyalis, budak, kacung Istana. Hopeless. Nightmare. Disaster. KPK jilid 3 The End

31.  Abraham Samad sendiri, sebenarnya, secara moral, etik dan politis sdh TIDAK PUNYA LEGITIMASI lagi sbg agta apalagi pimp KPK paska KE KPK itu

32.  Secara etik, moral dan politis, keputusan/rekomendasi KE KPK itu sdh menjatuhkan vonis bersalah kpd Samad meski sanksinya hny "peringatan"

33.  Secara moral, etis dan politis, sanksi "peringatan dan rekomendasi" yg dijatuhkan kpd Samad itu sama dengan "pemecatan" AS dari KPK

34.  Dalam tradisi demokrasi dan budaya hukum, sanksi KE KPK itu sebenarnya pintu bagi Samad utk mengundurkan diri dari KPK. Dia sdh tdk layak

35.  Hasil KE KPK thdp Samad itu lebih agar Samad tdk diteruskan prosesnya ke pidana. Membantu Samad agar tdk sampai jd "kotoran" di mata rakyat

36.  Nah, itulah fakta2 yg harus direfresh ke dalam fikiran dan opini rakyat : KPK jilid 3 ini sdh The End. Rakyat tak punya harapan pada KPK

37.  Dagelan yg ditunjukan KPK pada kasus Anas, Andi atau penanganan kasus Hambalang, adalah bukti nyata KPK sdh tdk profesional & berintegritas

38.  Choel M yg sdh ngaku menerima suap dari kontraktor2 Hambalang, tdk disentuh sama sekali oleh KPK. Tdk dijadikan TSK

39.  BPK sdh terbitkan LHP Hamblang. Diperkuat lagi dgn LHP BAKN DPR yg keduanya menyimpulkan sedikitnya 25 nama pejabat pelaku korupsi Hambalang

40.  Adakah KPK gunakan kedua LHP itu (BPK & BAK DPR) itu utk seret 25 koruptor Hambalang ? TIDAK. Kecuali pejabat2 kemenpora diusut diawal dulu

41.  Untuk pengalihan isunya atau utk MEMPERDAYA RAKYAT, KPK kini sibuk mau usut kasus2 korupsi Hambalang tahap II. Tahap pengerjaannya proyeknya

42.  KPK mau MENIPU RAKYAT dgn melompat usut korupsi pengerjaan proyeknya. Sdgkan korupsi2 di tahap perencanaan dan pengganggaran dihentikan KPK

43.  Itu DAGELAN yg tak lucu dan MENGHINA kecerdasan rakyat dlm mencermati kasus korupsi Hambalang ini. KPK sdh jadi lembaga hukum abal2 !

44.  Di sisi lain, KPK pertontonkan sandiwara yg tak bermutu. Pura2 sibuk mulai usut Korupsi BLBI yg belum kita ketahui persis Hidden Agenda nya

45.  Namun, yg pasti adalah : Century semakin jauh dari penyelesaian. Kepergian penyidik KPK ke AS utk periksa Sri Mulyani hny beri sensasi saja

46.  Pemeriksaan Sri Mulyani oleh KPK di Washington DC itu hanya hasilkan sensasi. Angin sorga. Meski sempat buat gonjang ganjing di Istana

47.  Kita lihat saja 1-2 mggu ke depan.apakah KPK mampu sedikit melawan dari kooptasi Istana yg telah menindasnya itu

48.  Terakhir, mari kita saksikan manuver2 Johan Budi, sang penguasa bayangan di KPK. Apakah dia masih terus menjadi kerikil di KPK

49.  Manuver2 Johan Budi selama ini seperti membocorkan info2 penting ke TEMPO dan sejumlah media kompradornya, makin menghancurkan citra KPK

50.  Seminggu terakhir ini, Johan Budi seolah2 jadi dirigen, lokomotif pembentukan opini2 sesat yg ditujukan kepada PKS. Utk hancurkan citra PKS

51.  Mekanisme dan prosedur hukum yg dilakukan KPK dipolitisasi oleh Johan Budi menjadi dasar pembentukan opini yg sudutkan PKS

52.  Informasi2 bohong yg disampaikan Johan Budi ke media, menghasilkan liputan berita di media yg jauh berbeda dgn fakta yg sebenarnya

53.  Contoh paling mutakhir adalah insiden "penyitaan 5 mobil" yg diduga milik LHI. TSK suap kuota daging. Seolah2 PKS 100% bersalah

54.  Seolah2 kader2 PKS berontak, melawan dan pertahankan 5 mobil yg hendak disita KPK. Padahal faktanya : penyidik KPK tdk bawa surat penyitaan

55.  Manuver2 politik kotor johan budi hrs dicermati. Kita tahu siapa dia. Eks wartawan TEMPO, sdh 3 periode jd jubir. Sering langgar kode etik

56.  Johan Budi dulu pernah dinyatakan bersalah oleh KE KPK dan pimp KPK. Pernah ketemu Nazaruddin baik sendiri atau pun bersama2 Ader Raharja

57.  Johan Budi pernah manuver dgn segala cara utk bisa ikut seleksi calon pimp KPK. Dia juga jadi mitra sejati TEMPO yg sdh jadi corong Istana

58.  Terakhir Johan Budi 3 bulan yg lalu melanggar KE KPK dgn hadiri acara diskusi pers yg dilaksanakan komunitas wartwan pemkab Bogor

59.  Sdh sangat nyata bhw acara tsb akan dihadiri Bupati & pejabat2 pemkab Bogor (Terperiksa Korupsi Hambalang). Johan Budi tetap ngotot datang

60.  Meski Bupati, Ketua PN Bogor & pejbt2 lain "batal" hadir dlm acara tsb, kehadiran Johan Budi disana SANGAT PATUT DIDUGA ada "misi khusus"

61.  Apalagi kemudian diketahui, bhw Johan Budi sempat "menghilang" sebentar saat acara di pendopo kantor bupati itu usai

62.  Ada informasi yg kami terima bhw Johan Budi sempat bertemu Bupati Bogor Rahmat Yasin selama "missing time" tsb. Ada agenda apa? Suap ? Deal?

63.  Kami hanya mau ingatkan publik : 1) KPK itu bukan malaikat 2) KPK itu superbody 3) Pimp & pejabat2 KPK saat ini tersandera

64.  Berdasarkan 3 fakta tadi itu. Maka kewajiban kita utk SELAMATKAN KPK jilid 3 ini dgn selalu MENGAWASI KETAT setiap tindakan dan langkah KPK

65.  JANGAN PERNAH berprasangka buruk atas setiap kritik, masukan atau upaya koreksi yg kita tujukan kepada KPK. Save KPK Save Out Nation. Sekian

    
    Content from Twitter

Menariknya PKS Untuk Dijadikan Berita 'Pelintiran' Media


by @Setiya_Jogja

    1. Baca koran hari-hari ini, semua memuat PKS. Memang berita PKS itu selalu menarik. #PKSitumenarik
    
    2. Sampai-sampai kasus yang enggak jelas hubungannya dengan PKS saja, dihubung-hubungkan. Karena memang #PKSitumenarik
    
    3. KPK nangkep AF, bukan kader PKS. Ngaku mau nyuap presiden PKS, blm terbukti. Tapi dalam berita selalu dihubungkan. Krn #PKSitumenarik
    
    4. Media mengumbar sisi gelap AF, dan selalu dihubung2kan dg PKS. Karena #PKSitumenarik
    
    5. Coba bandingkan dengan berita tangkap tangan ajudan ketum partai lain. Beritanya ga seheboh PKS. Karena #PKSitumenarik
    
    6. Tidak hanya kasus AF. Yg gak berhubungan dg PKS tapi dihubung2kan. Setiap sisi kekurangan PKS itu selalu muncul. Karena #PKSitumenarik
    
    7. Tentang pencalonan bacaleg yang semua partai juga harus melakukan perbaikan. Tapi berita PKS tdk memenuhi syarat menonjol. #PKSitumenarik
    
    8. Padahal mekanismenya memang ada masa perbaikan yang lamanya 14 hari, sama lama dengan masa pendaftaran. #PKSitumenarik
    
    9. Dan kekurangan PKS lebih karena KPU belum siap (bukti terdaftar sbg pemilih) dan karena aturan KPU yg gonta-ganti. #PKSitumenarik
    
    10. Sampai PKS DIY mendaftarkan ke KPUD, petugas PPS yg mendaftar pemilih belum siap. Tapi KPU mensyaratkan bukti terdaftar. #PKSitumenarik
     
    11. Itu domain KPU, tapi seolah-olah PKS tidak siap. Padahal mayoritas kekurangan syarat ya karena ketidaksiapan KPU sendiri #PKSitumenarik
     
    12. Ini contoh: Berkas Caleg PKS tak lengkap. Padahal partai lain juga. Karena #PKSitumenarik http://t.co/KDcklvotHr
     
    13. Jadi buat kalian kader PKS, berbanggalah bahwa PKS akan menjadi perhatian media dan publik. Karena #PKSitumenarik
     
    14. Bahwa berita2 itu seringkali dipelintir, tdk dikonfirmasi, dipotong dll. Justru menimbulkan tanda tanya publik. #PKSitumenarik
     
    15. Yang penting di grass-root kita bekerja. Membuktikan bahwa memang #PKSitumenarik dan memberi manfaat kepada rakyat
     
    16. Ini saatnya kita tunjukkan dengan konsistensi kerja-kerja kita melayani, membersamai dan membela kepentingan rakyat #PKSitumenarik
     
    17. Kerja nyata akan membuka mata. Dan menunjukkan kejanggalan ini semua. #PKSitumenarik
     
    18. Seperti dimuat media AF pandai berbahas Arab, tapi tak pernah shalat. InsyaAllah kader PKS semua rajin shalat. #PKSitumenarik
     
    19. Kejanggalan opini sesat media dan kenyataan kiprah kader PKS akan membuka mata hati rakyat. #PKSitumenarik
     
    20.Simpati dan dukungan publik akan menjadi buah dari semua fitnah. Asal kader PKS tetap bekerja di tengah masyarakat #PKSitumenarik
     
    21. Dan tetap berbanggalah. Karena memang #PKSitumenarik bukan partai biasa. Tinggal kita menjawab dengan amal nyata!!! Bismillah...
     
    Content from Twitter

Skenario Penjegalan PKS di Pemilu 2014

 
Munculnya kasus suap impor daging di Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) yang menimpa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seakan menjadi bulan-bulanan media untuk memberitakan kasus yang membelit partai tersebut.

Hal itu terjadi karena mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, menjadi tersangka dalam kasus tersebut, bersama Ahmad Fathanah (AF) yang diduga sebagai teman dekat Luthfi.

Terlebih, setelah berjalannya penyelidikan kasus ini, sejumlah wanita cantik muncul di balik kasus tersebut dan terkait dengan Ahmad Fathanah. Alhasil citra PKS yang selama ini terkenal bersih, santun dan jauh dari kesan begajulan, kini secara liar citra itu terbantahkan.

Namun, yang menjadi pertanyaan banyak pihak adalah, kenapa hanya persoalan suap impor daging ini seakan menjadi fokus penegak hukum, terutama bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan kasus lainnya seperti bailout Bank Century, kasus Hambalang, dan berbagai kasus lainnya yang bersinggungan dengan penguasa.

Dari berbagai sumber yang dikumpulkan Sindonews, muncul skenario besar terkait kasus impor daging ini untuk menjegal PKS di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Adanya dugaan itu, didasarkan alur dan jalannya kasus impor daging ini.

"PKS ada skenario dari kalangan eksternal yang ingin menjatuhkan PKS. Skenario untuk menjatuhkan PKS terlihat justru dari kejanggalan pemeriksaan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," kata Direktur Eksekutif Center for Indonesian Reform (CIR), Sapto Waluyo dalam rilisnya yang diterima Sindonews beberapa waktu lalu

Menurutnya, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) tidak tertangkap tangan menerima suap, tapi datang sendiri ke kantor KPK dengan sukarela. Sebenarnya, Luthfi bisa bilang akan datang besok paginya, karena malam itu memang tak ada pemeriksaan, hanya ditanya identitas dan kondisi kesehatan.

Selain itu, terkait hari ini Jumat (10/5/2013), akan diperiksanya Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, semakin mempertajam analisis bahwa partai ini sedang masuk dalam  desain penjegalan di Pemilu 2014.

Pasalnya, bukan tidak mungkin, Hilmi bisa dijadikan tersangka dalam kasus ini, jika saja KPK menemukan atau sengaja merancang dan memenuhi pesanan pihak eksternal KPK, untuk mentersangkakan Hilmi.

Jika benar Hilmi jadi tersangka, maka kredibilitas dan masa depan PKS akan berada di ujung tanduk. Ditambah lagi, KPK akan memeriksa Presiden PKS Anis Matta, pada Senin 13 Mei 2013 mendatang. Perkiraan ini tentunya bukan tanpa alasan, karena cukup dengan mata telanjang saja, publik bisa membaca dengan terang-benderang.

Politikus PKS Nasir Djamil mengatakan, pihaknya tak akan mengabiskan energi hanya untuk mengurusi Ahmad Fathanah, meskipun orang tersebut terus saja membawa nama PKS dalam sepak terjangnya. "Jangan-jangan ini malah bagian dari skenario untuk mengacaukan konsentrasi PKS menjelang Pemilu 2014," ujar Nasir menduga ketika dihubungi Sindonews, Selasa 7 Mei 2013.

Dugaan itu tentu saja muncul, karena penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus ini terkesan berlebihan. Apalagi mengurusi kasus-kasus yang nilainya kecil. KPK terus saja sibuk mengurus kasus yang nilainya Rp20 juta, Rp70 juta, lama-lama yang Rp1 juta juga diurus, sementara kasus hambalang yang ratusan milyar dan century yang trilyunan jalan di tempat.

sumber:http://nasional.sindonews.com/read/2013/05/10/12/747109/dugaan-skenario-penjegalan-pks-di-pemilu-2014

Sudah Jelas! Ahmad Fathanah Bukan Kader PKS, Karena Jarang Shalat

 ahmad fathanah


Tersangka kasus suap impor daging sapi Ahmad Fathanah yang juga teman dekat mantan presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, dinilai sebagai sosok yang jarang shalat.

Walau waktu shalat Jumat sedang berjalan, Fathanah kerapkali tidak perduli dan terus saja jalan pakai mobil

Hal tersebut diungkapkan oleh supir pribadi Ahmad Fathanah, Sahrudin. Ia mengungkapkan selama bekerja sebagai supir, tak pernah melihat orang pintar agama tersebut shalat.

“Saya enggak pernah melihat dia salat. Lagi Jum'atan saja tetap jalan pakai mobil,” ujar Sahrudin kepada media, Rabu, 8 Mei 2013.

Ahmad Fathanah dijadikan tersangka oleh KPK dalam kasus suap daging impor. Ia tertangkap tangan oleh KPK di Hotel Le Meridien bersama mahasiswa cantik Maharani. Setelah diselidiki oleh KPK, banyak wanita yang mendapat aliran dana dari Fathanah.

Selain Maharani yang berada di sekitar Fathanah, ada juga Ayu Azhari. Ayu mengakui dirinya pernah beberapa kali bertemu dengan Fathanah dan dijanjikan pekerjaan. Selain itu ada model seksi Vitalisa Sesha. Artis seksi tersebut diberi mobil dan jam tangan mewah.

Masihkah memaksakan pembentukan opini bahwa Ahmad Fathanah kader PKS?

sumber:http://www.suaranews.com/2013/05/sudah-jelas-ahmad-fathanah-bukan-kader.html

Ternyata Pembohongan Publik Johan Budi Sudah 5 Kali

Kamis, 09 Mei 2013 | 08.05

 


Semakin terungkapnya kebohongan KPK melalui Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri, Johan Budi. Membuat publik semakin tidak simpatik dengan kinerja KPK.
Pada acara debat Primetime News di Metro TV, Rabu (8/5). Fahri Hamzah selaku politikus PKS mengungkap kebohongan publik yang dilakukan oleh Johan Budi. Kebohongan KPK yang mengatakan bahwa ketika melakukan penyitaan pada hari Senin (6/5), Johan Budi mengatakan bahwa KPK membawa Surat Penyitaan, dan petugas KPK dihalang-halangi oleh pengamanan kantor DPP PKS saat melakukan upaya penyitaan.

Dengan tegas, Fahri Hamzah berkata keras kepada Johan Budi. Bahwa Johan Budi melakukan kebohongan publik dengan mengatakan membawa surat penyitaan dan membuat opini bahwa petugas pengamanan PKS menghalang-halangi.

"Anda telah melakukan PEMBOHONGAN PUBLIK pak Johan, kami memiliki fakta valid berupa video penyitaan tersebut, silahkan jika KPK memiliki video juga, mari sama-sama kita buktikan di pengadilan," Ucap Fahri Hamzah

Johan Budi terdengar kelabakan hingga terdiam beberapa saat, lalu berkata sambil terdengar terbata-bata mengucapkan "Kami bawa... kok"

Selanjutnya Fahri Hamzah menjelaskan bahwa KPK datang tanpa membawa surat penyitaan, sehingga tentu petugas pengamanan DPP PKS harus menanyakan dan menunjukkan surat penyitaan, kalau tidak ada surat penyitaan maka tidak boleh dibawa mobil-mobil yang terparkir.
“Masa mengambil mobil orang lain tidak ada suratnya. Anda menyalahi prosedur. Ini bertentangan dengan KUHAP. Hukum jangan diputar menjadi opini publik
semau mereka. Perang opini lawan KPK tidak akan menang, makanya Johan Budi dipelihara,” tegas Fahri.
Ini tidak kali pertama Jubir KPK melakukan kebohongan publik, diantaranya bahwa Presiden PKS tertangkap tangan menerima uang suap, padahal Presiden PKS ditangkap di DPP PKS saat sedang rapat, puluhan wartawan menjadi saksinya.

Kedua, Johan Budi mengatakan bahwa tidak ada penangkapan terhadap LHI tetapi hanya menyampaikan surat pemanggilan sebagai saksi, tetapi nyatanya dalam surat yang dibawa oleh petugas KPK adalah surat penangkapan kepada LHI bukan surat pemanggilan saksi.

Ketiga, Johan Budi dengan pede mengatakan ada rekaman percakapan antara Mentan dan LHI, tetapi lagi-lagi pernyataan Johan Budi bohong dan dibantah sendiri oleh pimpinan KPK, Abraham Samad. Bahwa tidak ada rekaman yang dimaksud Johan Budi.

Keempat, Johan Budi mengatakan berkali-kali bahwa bahwa Ahmad Fathanah adalah kader PKS. Nyatanya, Ahmad Fathanah bukan kader PKS tetapi makelar proyek yang biasa berada di gedung DPR-RI.

Kelima, Johan Budi mengatakan bahwa Ahmad Zaki kabur loncat pagar dan pergi membawa kunci mobil. Padahal semua petugas KPK yang berada disitu tahu, bahwa Ahmad Zaki sedang istirahat duduk didalam gedung DPP PKS setelah diperiksa lama oleh KPK, dan Ahmad Zaki tidak membawa kunci mobil manapun.

Publik semakin pintar menilai cara kerja KPK yang ternyata sarampangan dan tebang pilih. Kasus-kasus Korupsi besar seperti Hambalang dan Century juga kasus PON, masih mengambang padahal nilainya lebih besar berkisar ratusan milyar hingga trilyunan.

Juga anehnya, pernyataan Nazzaruddin dan Gayus Tambunan yang menyebut beberapa pejabat pemerintah, tidak pernah ditindak lanjuti. Tetapi penyataan Ahmad Fathanah al Kadzab dengan cepat ditindak lanjuti, padahal banyak pernyataan Ahmad Fathanah yang terlihat dengan jelas kebohongan-kebohongannya.

Semakin terkuaknya kebohongan jubir KPK, semakin membuat publik yakin bahwa KPK memang telah melakukan upaya untuk memerangi PKS bukan pemberantasan korupsi. KPK telah melakukan upaya politisasi untuk meng-kriminalisasikan PKS.

sumber:http://www.suaranews.com/2013/05/ketahuan-bohong-johan-budi-kelabakan.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Apakah PKS Melawan KPK?


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini  menjadi berita heboh di semua media. Bahkan, di beberapa media ditulis dan dikesankan seolah-olah PKS melawan KPK karena menghalangi upaya penyitaan di DPP PKS. Tapi, benarkah PKS melawan KPK? Ini penjelasan Hidayat Nur Wahid (HNW) yang kami kutip dari akun resmi Twitter beliau (@hnurwahid). Selamat menyimak.
  1. Pagi sahabat, Insya Allah fikiran masih sejernih pagi. Mdh2an sahabat bisa jernih menilai knp ada kesan #PKSMelawan KPK
  2. Bbrp hari ini, media menaruh perhatian besar kpd PKS krn isu #PKSMelawan KPK. Itu tentu krn cinta kpd PKS dan KPK :)
  3. Kesan bhw #PKSMelawan KPK jadi luar biasa krn media menulisnya semacam itu. Pdhl, tak ada track record PKS melawan KPK
  4. Sejak dlm rancangan pembuatan UU ttg KPK, Fraksi PKS sangat jelas dukung keberadaan KPK dg kewenangan yg kuat
  5. Thn lalu ada hingar bingar usulan revisi UU KPK di DPR, FPKS pun berada di garda terdepan tolak revisi UU itu krn akan membonsai KPK
  6. Sikap kami jelas. Ketika Ust LHI didatangi KPK dan mrk sampaikan surat utk penahanan, apakah #PKSMelawan ? Tidak!
  7. Utk Ust LHI yg kami cintai karena Allah saja, PKS tdk lakukan perlawanan, apalagi hanya utk bbrp unit mobil
  8. Kata tim hukum Ust LHI, Pak Zainuddin Paru, wkt itu sekuriti DPP sdh persilakan, tapi minta KPK prlihatkan dulu surat tgas utk penyitaan
  9. Nyatanya, pihak KPK tak bisa tunjukkan surat penugasan, maka sekuriti persilakan datang Selasa (7/5) pagi dg bawa surat tugas
  10. Selasa (7/5) sore tim KPK datang lg, tapi surat tugas tak dibawa, justru bawa surat undangan kpd Ketua Majlis Syuro & Presiden PKS
  11. Ketika kawan2 sekuriti lihat tak ada surat tugas, wajar mereka merasa brtgjwb utk amankan barang2 di lingk DPP. Itu tugas mrk
  12. Prinsipnya, tak akan #PKSMelawan KPK. Silakan ambil mobil2 itu. Tapi...
  13. Tapi, supaya tak jadi heboh, apa sih susahnya KPK bawa surat dan secara definitif sebutkan mobil mana yg mau diambil & atas dasar apa?
  14. Saya yakin kalau itu dilakukan, aplg dg kordinasi dg pimp partai spt dulu dilakukan trhadap Ust LHI, tak akan ada masalah
  15. Kata kuncinya, tak benar #PKSMelawan. PKS cm ingatkan, mekanisme pnegakan hukum harus dibarengi komitmen utk tegakkan hkum itu sndiri
  16. Jalankan aturan2nya, maka PKS akan dukung KPK. Tak akan #PKSMelawan. Sbgm track record PKS yg selalu cinta dan dukung KPK. Sekian
 sumber:http://www.pks-kabserang.org/berita-pks-nasional/benarkah-pks-melawan-kpk
 

Cerita Lucu dari Negeri Sebelah tentang Sita-Menyita

Cerita Lucu dari Negeri Sebelah tentang Sita-Menyita
Perhatian: Cerita lucu tentang sita-menyita ini hanyalah fiktif/rekayasa. Mohon maaf apabila ada kesamaan tempat dan nama. Mohon maaf juga apabila ada yang merasa tersinggung. Cerita ini hanya bersifat intermezo untuk mengendorkan urat syaraf yang tegang. Cerita ini juga dapat copas dari sebelah. Selamat membaca.

Tamu                    : Selamat malam...

Tuan Rumah       : Selamat malam juga. Ada yang bisa kami bantu?

Tamu                    : Saya mau menyita motor Anda

Tuan Rumah       : Boleh. Ada surat penyitaannya?

Tamu                    : Nggak ada, nanti menyusul.

Tuan Rumah       : BHUAAHK!!! (mukul pake panci)

Tamu               :Aduuhh.. Kenapa kok mukul saya? Saya dari KahPeKah. Anda menghalangi proses hukum..!!

Tuan Rumah      : Maaf, saya kira Anda maling yang pakai modus penipuan. Habis gak mirip sama petugas hukum...

Tamu                     : Saya maling,,,,?? Apa buktinya...??

Tuan Rumah       : Nanti saja menyusul...


sumber:http://www.pks-kabserang.org/news-update/cerita-lucu-dari-negeri-sebelah-tentang-sita-menyita

Character Assasination ala Media

 


Di masa perang informasi dan era propaganda sekarang ini, media menjadi bagian yang paling penting dari alat perjuangan politik termasuk dalam hal pencitraan (image building), invasi pemikiran (ghazwul fikri),pembunuhan karakter (Character Assasination) dan justifikasi tindakan terhadap publik.

Hari ini penulis menemukan headline pemberitaan dari Koran Tempo yang menuliskan “Fathonah pasok mobil ke artis hingga PKS”, ini salah satu contoh ‘Character Assasination' yang dialamatkan ke PKS melalui pemberitaan yang dilayangkan oleh pihak Tempo selaku pelaku media.

Jika pembaca yang menerima informasi ini tidak memiliki background information atau pengetahuan yang memadai sebelumnya, maka sudah barang tentu pembaca tersebut akan terjebak propaganda media dan menjadi korban manipulasi atas kalimat-kalimat tendesius tersebut.

Melalui sarana intervensi eksternal, media mulai menciptakan konsepsi stereotip terhadap pihak tertentu, memanipulasi sekaligus memutar balikkan fakta, mendistorsi kebenaran, melanggar prinsip fairness doktrin dan melakukan kebohongan publik dengan cara membesar-besarkan, mendramatisir, mengecilkan dan menyisihkan fakta-fakta tertentu.

Kebohongan merupakan suatu keniscayaan dalam pemberitaan media akhir-akhir ini.  Berita adalah rekontruksi pristiwa melalui simbol, kata-kata / gambar yang memiliki keterbatasan ruang (kolom) dan waktu (durasi), sehingga banyak fakta yang harus tersisihkan setidaknya melalui teori piramida terbalik yakni sangat penting, penting, dan tidak penting.

Itu sebabnya apa yang disajikan media bisa jadi merupakan realita semu yang sudah ditambah, dikurangi atau dibumbui dengan permain kata agar menarik perhatian public.

Yang membuat penulis heran adalah kebohongan yang secara sengaja telah dilakukan oleh pihak media belakangan ini, Pengalihan isu yang dilakukan atas kasus Anas yang sampai sekarang tak kunjung digantung di monas, dan tak pelak lagi drama singkunipun dijadikan salah satu alat mempelintir opini public.

Kasus Anas pun akhirnya hilang dari peredaran bak ditelan bumi, sebagaimana skandal gurita cikeas dan century yang hanya muncul sebentar dipermukaan tanpa penyelesaian. Benar-benar menambah deretan panjang pertanyaan penulis  “Drama  apakah yang sebenarnya sedang disetting oleh pihak media terhadap para aktornya???”

Masyarakat sekarang ini perlu mengetahui bahwa setiap media massa memiliki agendanya sendiri,  sesuai dengan visi misinya tersendiri. Secara teoritis, setiap media memiliki agenda media yang disetting sejak awal.

Agenda inilah yang mengendalikan akses penerima informasi terhadap berita dan infomasi yang ditawarkan oleh media massa tersebut. Asumsi teori agenda setting – yang diperkenalkan oleh Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw – menyebutkan bahwa media mempunyai kemampuan untuk menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat pada gagasan atau peristiwa tertentu.

Media mengatakan pada kita apa yang penting dan apa yang tidak penting. Media pun mengatur apa yang harus kita lihat, tokoh siapa yang harus kita dukung. Dengan kata lain, agenda media akan menjadi agenda publik/masyarakat.

Secara praktis, agenda setting menentukan apa yang harus diberitakan sehingga menjadi “agenda publik”, yakni isu utama yang menjadi bahan pembicaraan, hingga menjadi kebijakan media yang dapat mempengaruhi agenda politik yang pada akhirnya menentukan kebijakan publik.

Demikianlah, semua pemberitaan media pada dasarnya dibingkai (farming) berdasarkan agenda media atau skanario tertentu, sehingga menimbulkan pengaruh dan interpretasi tertentu dan menciptakan opini publik.

Opini itulah yang mengendalikan pemikiran dan sikap masyarakat terhadap isu tertentu. Untuk saat ini mustahil mencari pemberitaan media yang bersifat objektif karena Objektivitas di media massa adalah “objektivitas yang bersifat subjektif”.

Lihat saja bagaimana akhir-akhir ini media massa menggiring opini publik pada kasus suap LHI, penggiringan yang terkesan ngawur dan begitu didramatisir. Dari dugaan suap kuota sapi impor yang sampai saat ini masih dipertanyakan kebenaran, Ahmad Fathonah yang mengaku kader PKS (tanya apakah punya kartu anggota), padahal jelas-jelas PKS telah membantah hal tersebut, kasus suap yang tak terbukti itupun kini beralih status menjadi pencucian uang hingga menyeret-nyeret nama beberapa petinggi partai yang selalu mengatasnamakan diri sebagai partai dakwah, tak hanya itu untuk menghancurkan identitas partai dakwah ini akhirnya mediapun kalab dengan mengarahkan kasus ini ke gratifikasi seks yang dilakukan AF tapi dosanya dilimpahkan secara mentah ditubuh partai.

Ini jelas merupakan bagian skenario 'Character Assasination' ala media dan setidaknya public harus lebih bijak lagi menyikapi permasalahan ini.

by @ArniSmart on twitter

Johan Budi Terbukti Lakukan Kebohongan Publik di Metro TV

Fahri Hamzah: Johan Budi Lakukan Kebohongan Publik dan Langgar Prosedur




















Jakarta – Debat seru terjadi malam ini, Rabu (8/5/2013) di Metro TV. Debat ini mempertemukan Fahri Hamzah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi, untuk membahas seputar Kasus Impor Sapi. Pada kesempatan ini  Johan Budi tak bisa berkutik menghadapi argumen Fahri Hamzah.

Pada debat ini, Fahri Hamzah mengatakan bahwa Johan Budi lakukan kebohongan publik terkait penyitaan di DPP PKS.

“KPK datang ke DPP PKS tidak membawa surat penyitaan. Anda jangan melakukan kebohongan publik,” kata Fahri Hamzah.

Sampai disini, Johan Budi tak berkutik. Kemudian dengan nada ragu Johan Budi menjawab.

“Oke, kita buka di pengadilan kami punya bukti video,” ujar Johan, lalu diam.

Menurut Fahri, selain melakukan kebohongan publik, KPK juga melakukan pelanggaran prosedur.

“Masa mengambil mobil orang lain tidak ada suratnya. Anda menyalahi prosedur. Ini bertentangan dengan KUHAP,” tegas Fahri.

“Hukum jangan diputar menjadi opini publik semau mereka.  Perang opini lawan KPK tidak akan menang, makanya Johan Budi dipelihara,” pungkas Fahri Hamzah.
sumber:http://www.pks-kabserang.org/berita-pks-nasional/fahri-hamzah-johan-budi-lakukan-kebohongan-publik

Post Terpopuler

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. )|( PKS Bae Kudus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger